Daftar Siswa dan Asal Sekolah Pemenang LKIR dan NYIA 2022

Siswa MAN 1 Kudus raih penghargaan LKIR dan NYIA BRIN 2022. Foto : kemenag

TEMPO.CO, Jakarta - Tahun ini ternyata menjadi gelaran Lomba Karya Ilmiah Remaja dan National Young Inventor Award yang terakhir. LKIR dan NYIA telah selama ini menjadi ajang kompetisi ilmiah dan inovasi tahunan di antara para siswa selama, masing-masing, 54 dan 15 tahun ke belakang.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) L.T. Handoko mengumumkan bahwa keduanya, mulai tahun depan, akan dikonversi menjadi satu ajang berskala dunia, yakni International Indonesia Young Research and Innovation Fair. Pesertanya akan terbuka dari luar Indonesia. 

Baca juga:
BRIN Putuskan Tahun Ini adalah Gelaran LKIR dan NYIA Terakhir, Akan Buka Peserta hingga Pensiunan

Pengumuman disampaikan bersamaan dengan penganugerahan para pemenang LKIR dan NYIA tahun ini di Innovation Convention Center, Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong, Minggu siang 30 Oktober 2022. Para pemenang itu, kata Handoko, akan tercatat dalam sejarah sebagai pemenang LKIR dan NYIA yang terakhir.

Hadiah untuk Para Pemenang LKIR dan NYIA Tahun Ini

Setiap juara pertama di empat bidang LKIR mendapat trofi dan hadiah uang Rp 13 juta, juara dua mendapat trofi dan uang Rp 10 juta, dan juara tiga trofi dan uang Rp 8 juta.

Tak ada kategori untuk NYIA. Juara pertama, kedua dan ketiga dari antara seluruh peserta menerima trofi dan, masing-masing, uang Rp 10 juta, Rp 8,5 juta dan Rp 7,5 juta.  

Daftar lengkap pemenang peringkat I-III dari kompetisi LKIR ke-54 dan NYIA ke-15 

LKIR BIDANG ILMU PENGETAHUAN HAYATI

Juara I :

Martinus Kenny Kondawe dan Ni Putu Padika Chanda Laksita
SMA Negeri 1 Fakfak
'Kajian Etnomedisin dan Analisis Senyawa Aktif Cipu Bubunim (Sacosstrea cuccullata) sebagai Obat Cacing Masyarakat Kokas Papua Barat'

Siswa SMAN 1 Fakfak Ni Putu Padika Chanda Laksita menjadi juara pertama LKIR ke-54 bidang Ilmu Pengetahuan Hayati. Dia bersama Martinus Kenny Kondawe memiliki judul karya Kajian Etnomedisin dan Analisis Senyawa Aktif Cipu Bubunim (Sacosstrea cuccullata) sebagai Obat Cacing Masyarakat Kokas Papua Barat. (Dok BRIN)

Juara II :

Charis Tandiono
British School Jakarta
'Induksi Mutasi dengan Kolkisin untuk Peningkatan Daya Hasil dan Kadar Beta Karoten serta Studi Molekular Gen Orange (IbOr) Ubi Jalar (Ipomoea batatas

Juara III :

Ketut Masayu Arisanti 
SMA Negeri 1 Gianyar 
'Uji Potensi Anti Mikroba Ekstrak Etanol Biji Buah Palem Nyabah (Pinanga Arinasae J.R. Witono) pada Sediaan Obat Kumur (Mouthwash) terhadap Streptococcus Mutans

LKIR BIDANG ILMU PENGETAHUAN KEBUMIAN DAN KELAUTAN 

Juara I : 

Dewi Sri Rahayu
Madrasah Aliyah Putri PUI Talaga Majalengka
'Identifikasi Status Potensi Kekeringan di Indonesia dengan Metode Logika Fuzzy Mamdani'

Juara II : 

Azifa Rusyda Dewi dan Muhammad Bahrul Alam 
Madrasah Aliyah Negeri 1 Kudus
'Sintesis Si-Aerogel Terfungsionalisasi Berbahan Limbah Blotong Pabrik Gula Rendeng Kudus Sebagai Teknologi Sipil Oil Clean Up Sorbent di Wilayah Perairan Indonesia'

Juara III :

Loretta Adella Chang dan Davina Nadine Tanaya
SMA Santa Laurensia Alam Sutera Tangerang Selatan
'Potensi Pemanfaatan EcoEnzyme dalam Penanganan Pencemaran Marak Alga'

LKIR BIDANG ILMU PENGETAHUAN TEKNIK 

Juara I :

James Jackson dan Cecilia Tiffanny
SMA Santa Laurensia Tangerang Selatan
'Studi Potensi Biodiversitas Indonesia sebagai Kandidat Obat Trombofilia Faktor VIII Secara In Silico'

James Jackson dan Cecilia Tiffanny, siswa SMA Santa Laurensia, saat mempresentasikan studi mereka di LKIR ke-54 bidang Ilmu Pengetahuan Teknik. Istimewa

Juara II : 

Gusti Ayu Putu Widya Pratiwi dan Ni Kadek Lakshmi Amrithalinggam Putrinata
SMA Negeri 3 Denpasar
'Analisis Pengaruh Variasi Suhu dan Konsentrasi Katalis Cangkang Kerang Darah dalam Reaksi Transesterifikasi Antifoam Agent dari Limbah Minyak Jelantah'

Juara III :

Felicia Tiffany Hertada
SMA Pradita Dirgantara Boyolali
'Identifikasi Relief Kisah Ramayana Candi Prambanan menggunakan Algoritma Deep Learning Berbasis Convolutional Neural Network'

LKIR BIDANG ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DAN KEMANUSIAAN 

Juara I : 

Flora Hapsari Mutiaraningrum dan Sovalia Intan Asri
SMA Negeri 1 Teras, Boyolali
'Si Wayang: Transformasi Wayang Beber sebagai Tontonan dan Tuntunan menjadi Animasi Edukatif Pencegah Perundungan'

Juara II :

Puti Zahira Mukhsin
MTsN 32 Jakarta
'Transformasi Angkutan Penumpang Berbasis JakLingko: Studi Kasus Perubahan Proses Bisnis Mikrotrans terhadap Kesejahteraan Pemilik Kendaraan di Kelurahan Petukangan Utara'

Juara III :

Putu Sekarasri Upadani dan Luh Budi Dharmaningtyas
SMA Negeri 3 Denpasar
'Ketika Laki-laki Bali Bercerita: Memahami Konstruksi Identitas Laki-laki dan Toxic Masculinity dalam Budaya Patrilineal'

NATIONAL YOUNG INVENTORS AWARD (NYIA)

Juara I :

M. Humam, Zahira Azzahra Roswardi
MAN 3 Medan
'Prototipe Alat Pendeteksi Kebocoran Gas LPG Menggunakan Sensor MQ-2 Berbasis IoT'

Juara II : 

Athi Sayyidah
MAS Perguruan Mu'Allimat Jombang
'Media Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Permainan Monopoli Mobosecar (Monopoli Bahasa Arab dengan Sentuhan Cahaya dan Modular MP3)'

Athi Sayyidah dari Madrasah Aliyah Swasta Perguruan Mu'Allimat Jombang, Jawa Timur, di ajang National Young Inventor Award ke-15. Istimewa

Juara III :

Asep Pamil Sultoni, Dendy Fitrah Gifary
SMK Negeri Karangjaya
'Landslide Disaster Mitigation Using GSM-Based Altimeter Sensors and Soil Moisture'







Pemilu 2024: Lembaga Survei Algoritma Sebut Parpol Baru Sulit Bersaing

5 hari lalu

Pemilu 2024: Lembaga Survei Algoritma Sebut Parpol Baru Sulit Bersaing

Lembaga survei Algoritma menyebut hanya 8 persen masyarakat yang menyatakan akan memilih partai baru pada Pemilu 2024.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Viral Buaya Antar Jasad Bocah, Sotong dan Cumi-cumi

5 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Viral Buaya Antar Jasad Bocah, Sotong dan Cumi-cumi

Topik tentang buaya dikabarkan mengantar jasad anak kecil ke tepi Sungai Mahakam menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Survei Algoritma: Publik Respons Negatif Soal Penundaan Pemilu dan Isu Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

5 hari lalu

Survei Algoritma: Publik Respons Negatif Soal Penundaan Pemilu dan Isu Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Mayoritas responden dari survei Algoritma menunjukkan masyarakat tak suka dengan wacana penundaan pemilu dan isu perpanjangan masa jabatan presiden.


Pesawat Jatuh di Nepal, Mungkinkah Video Live Facebook Penumpang Penyebabnya?

6 hari lalu

Pesawat Jatuh di Nepal, Mungkinkah Video Live Facebook Penumpang Penyebabnya?

Video livestreaming Facebook empat penumpang itu sekaligus memperlihatkan detik-detik pesawat Yeti Airlines jatuh di Nepal pada Minggu 15 Januari 2023


Viral Video Buaya Antar Jasad Balita di Kaltim, Berikut Fakta dan Kronologinya

6 hari lalu

Viral Video Buaya Antar Jasad Balita di Kaltim, Berikut Fakta dan Kronologinya

Fakta dan kronologi tentang buaya yang mengantar balita di Kalimantan.


Siswa Madrasah Ini Raih Juara di International Robot Olympiad 2023 di Thailand

9 hari lalu

Siswa Madrasah Ini Raih Juara di International Robot Olympiad 2023 di Thailand

Almer Abiyyu Ahmad, siswa Madrasah Aliyah Negeri berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali dalam kompetisi robot internasional 2023.


Farmasi UI dan BRIN Sulap Biota Laut Jadi Bahan Baku Obat Kanker dan Diabetes

10 hari lalu

Farmasi UI dan BRIN Sulap Biota Laut Jadi Bahan Baku Obat Kanker dan Diabetes

UI dan Brin mengembangkan bahan baku obat dari biodiversitas bahan alam Indonesia. Ini hal yang akan dilakukan.


Dana BOS Rp 4 Triliun untuk Madrasah Swasta Segera Cair, Ini Prosedurnya

10 hari lalu

Dana BOS Rp 4 Triliun untuk Madrasah Swasta Segera Cair, Ini Prosedurnya

Kementerian Agama akan segera mencairkan dana BOS untuk madrasah swasta sebesar Rp 4 triliun.


Setahun BRIN, Birokrasi dan Dana Riset Jadi Kendala

13 hari lalu

Setahun BRIN, Birokrasi dan Dana Riset Jadi Kendala

BRIN masih berkutat dengan masalah tata kelola infrastruktut yang dinilai birokratis dan skema pendanaan riset.


ASPI: Pasien Warga Asing Berobat Stem Cell ke Indonesia

15 hari lalu

ASPI: Pasien Warga Asing Berobat Stem Cell ke Indonesia

Mengobati kebotakan dengan stem cell di Indonesia berbiaya Rp 10-20 juta.