Epidemiolog: Waspada, Omicron XBB dan XBC Mungkin Ko-sirkulasi dan Ko-infeksi

Ilustrasi virus Corona (Covid-19) varian MU. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Lonjakan kasus baru Covid-19 hingga lebih dari 4 ribu dalam satu hari sudah seharusnya menjadi alarm penting di Indonesia. Penyebaran varian terbaru virus corona penyebab Covid-19, yakni XBB (kombinasi atau rekombinan dari dua subvarian Omicron) dan XBC (rekombinan subvarian Omicron dan varian Delta) diduga berada di baliknya.

Kewaspadaan harus ditingkatkan karena Dicky Budiman, epidemiolog dari Griffith University Australia, mengatakan bahwa XBB dan XBC bahkan masih memungkinkan untuk ko-sirkulasi dan ko-infeksi. Yang pertama berarti, dalam satu gelombang yang sama ada penularan XBC dan XBB di satu wilayah yang sama.

"Kalau ko-infeksi adalah dalam satu tubuh ada infeksi dari varian XBB dan XBC. Ini secara teoritis dimungkinkan dan ini semua kenapa dunia sangat khawatir,” ucapnya.

Dicky juga memaparkan beberapa faktor mengapa subvarian Omicron XBB cukup mengkhawatirkan. Pertama dari sisi kemampuan XBB dalam membuat infeksi, orang yang sudah terinfeksi disebutnya masih bisa terinfeksi lagi meskipun jedanya hanya satu bulanan sejak terinfeksi sebelumnya.

Kemampuan re-infeksi ini, menurut Dicky, membawa kerawanan karena sebagian besar penduduk di Indonesia sudah pernah terinfeksi minimal satu kali. Bahkan ada kemungkin setengah dari yang sudah terinfeksi sebelumnya itu bisa saja terinfeksi lagi. 

“Kondisi orang yg sudah terinfeksi dua kali atau lebih itu lebih rawan dan bisa mendapatkan dampak serius dari XBB," katanya. Ini, dia menambahkan, berdasarkan sejumlah penelitian kesehatan yang sudah dilakukan. "Terjadi penurunan dari sel limfosit T yang berperan sebagai daya tahan tubuh terhadap penyakit,” kata Dicky mengungkapkan.

Kedua, dari sisi sebagian penduduk Indonesia yang belum mendapatkan vaksin booster. Baik pada kategori anak-anak ataupun sebagian dewasa. “Dari sisi tubuhnya khusus anak di bawah 5 tahun belum eligible untuk vaksinasi, dan ketika dia sudah bisa vaksinasi, vaksinnya mungkin belum tersedia.”

Terpisah, peneliti dari Profesor Nidom Foundation, Adi Priyo, menerangkan bahwa subvarian Omicon XBB merupakan kombinasi dari Omicron BA.2.10.1 dan Omicron BA.2.75. Prevalensi kasusnya di India sebesar 1,3 persen, lebih rendah dibandingkan BQ.1 yang ditemukan di Inggris, yang sebesar 6 persen.  

"Subvarian XBB cepat menular namun tingkat fatalitasnya tidak lebih berbahaya daripada Omicron," kata Adi yang mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dengan antara lain mengonsumsi rempah-rempah untuk meningkatkan antibodi.

 

ZAHRANI JATI HIDAYAH

 

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

57 menit lalu

Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

Harga minyak dunia naik 1 persen karena ekspektasi permintaan menguat dipicu menggeliatnya aktivitas ekonomi Cina.


Saran Pakar agar Terhindar dari Penularan Subvarian Kraken

9 jam lalu

Saran Pakar agar Terhindar dari Penularan Subvarian Kraken

Pakar merekomendasikan penggunaan masker kembali pada keadaan yang berisiko demi mencegah terkena subvarian Kraken.


Terawan Puji Disertasi Soal Vaksin Berbasis Sel Dendritik di Unair

9 jam lalu

Terawan Puji Disertasi Soal Vaksin Berbasis Sel Dendritik di Unair

Mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, hadir dalam sidang terbuka promosi doktor di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga.


Masuk Masa Transisi Pasca Pencabutan PPKM, Airlangga: Perlindungan Sosial dan Prakerja Tetap Dilanjutkan

16 jam lalu

Masuk Masa Transisi Pasca Pencabutan PPKM, Airlangga: Perlindungan Sosial dan Prakerja Tetap Dilanjutkan

Pasca PPKM, Ketua KPCPEN sekaligus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengembalikan seluruh program yang ditangani KPCPEN ke kementerian/lembaga.


Perbatasan Cina Dibuka, Indonesia Incar Potensi Ekonomi

18 jam lalu

Perbatasan Cina Dibuka, Indonesia Incar Potensi Ekonomi

Indonesia mengincar potensi ekonomi dari dibukanya kembali perbatasan Cina. Warga Cina akan banyak berlibur ke luar negeri.


Menkes Soal Covid Kraken Masuk RI: Menular Cepat, tapi Lemah

18 jam lalu

Menkes Soal Covid Kraken Masuk RI: Menular Cepat, tapi Lemah

Menteri Kesehatan menyebut terus melakukan surveillance dan penelusuran kontak erat dari WNA Polandia, pasien yang terkonfirmasi terjangkit Covid Kraken.


Sri Mulyani: Biaya Penanganan Covid-19 Setara Ongkos Pembangunan Dua Ibu Kota Negara

18 jam lalu

Sri Mulyani: Biaya Penanganan Covid-19 Setara Ongkos Pembangunan Dua Ibu Kota Negara

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pembiayaan penanganan pada awal pandemi Covid-19 setara dengan biaya pembangunan dua Ibu Kota Negara


Menkes Sebut Covid Kraken Masuk Jadi Bukti Surveillance RI Bagus

18 jam lalu

Menkes Sebut Covid Kraken Masuk Jadi Bukti Surveillance RI Bagus

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merespons satu kasus subvarian Omicron XBB 1.5 alias Covid Kraken yang telah ditemukan di Indonesia.


Jokowi Ingatkan Masyarakat: Ini Masa Transisi Covid-19, Tetap Waspada

19 jam lalu

Jokowi Ingatkan Masyarakat: Ini Masa Transisi Covid-19, Tetap Waspada

Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM sudah dicabut akhir 2022, Jokowi meminta masyarakat tetap waspada.


Jokowi Cerita Tolak Lockdown di Awal Pandemi Covid-19: Saya Semedi 3 Hari

20 jam lalu

Jokowi Cerita Tolak Lockdown di Awal Pandemi Covid-19: Saya Semedi 3 Hari

Jokowi kembali bercerita soal keputusannya di awal pandemi Covid-19, di mana dia memutuskan Indonesia tidak menerapkan kebijakan lockdown.