Gunung Gede Pangrango Masih Normal Pasca-Gempa Cianjur M5,6

Panorama Gunung Gede dan Pangrango. Wikipedia/By Fahri Rizki Hamdani

TEMPO.CO, Bandung - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Hendra Gunawan, mengatakan, aktivitas Gunung Gede Pangrango masih normal pasca-gempa Cianjur. Gempa berkekuatan M5,6 dengan pusatnya di darat, di zona Sesar Mandiri, terjadi Senin, 21 November 2022.

“Mungkin ini bisa berubah, tapi sampai saat ini Gunung Gede Pangrango masih tetap normal,” kata Hendra, Selasa, 22 November 2022.

Hendra mengatakan, tidak terlihat adanya perubahan aktivitas pada Gunung Gede Pangrango. Gunung itu masih dinyatakan dalam Level Normal. "Alias gunungnya aman-aman saja sampai saat ini," kata dia sambil menambahkan, "Masyarakat diharapkan agar tetap tenang." 

Hendra mengatakan, hasil pemantauan juga tidak mendapati keterkaitan antara gempa Cianjur dengan aktivitas Gunung Gede Pangrango. Dasarnya, kata Hendra, adalah data. "Walaupun ada yang berpendapat ada kaitannya, tapi kami tetap melihat pada data yang ada pada saat ini,” kata dia.

Hendra mengatakan, tidak terpantau erupsi terjadi di Gunung Gede pada saat gempa M5,6 Cianjur. Begitu juga saat rangkaian gempa susulan pasca gempa Cianjur tersebut.

Baca juga: Heboh Gunung Gede dan Salak Terlihat dari Jakarta, Ini Kata Walhi

Riwayat dan Ciri Erupsi Gunung Gede Pangrango

Hendra menuturkan, Gunung Gede memiliki karakteristik aktivitas berulang setiap 20 tahun. Itu artinya, gunung ini memang pernah erupsi, baik berupa guguran awan panas maupun aliran lava, "Tapi dari beberapa kasus khususnya 100-200 tahun terakhir belum ada peningkatan yang signifikan,” kata dia menambahkan.

Hendra mencontohkan krisis Gunung Gede yang ditandai dengan peningkatan aktivitas kegempaan pada sekitar 1950-an. Krisis kegempaan itu sempat membuat heboh, tapi ternyata hasil analisis menunjukkan peningkatan terjadi setiap 20 tahun sekali. 

"Selalu muncul ada krisis kegempaan, tapi tidak pernah sampai berlanjut menjadi level yang lebih tinggi,” kata Hendra.

Pusat gempa Cianjur pada Senin lalu dan rangkaian gempa susulannya berada di sebelah tenggara Gunung Gede. Sementara Gunung Gede Pangrango termasuk Gunung Api Tipe A yang termasuk gunung api aktif.

Situs PVMBG menyebutkan karakteristik erupsi Gunung Gede umumnya berupa erupsi kecil dan berlangsung singkat. Sifat erupsi umumnya hanya mengeluarkan abu atau pasir halus. Erupsi pada 1747 - 1748 diduga mengakibatkan terjadinya dua aliran lava dari Kawah Lanang. Pada 1890 diduga terjadi awan panas namun tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat erupsi Gunung Gede.

Erupsi yang relatif besar sempat terjadi pada 1840, menghasilkan suara gemuruh dan goncangan tanah hebat, serta semburan api setinggi 50 meter dari atas kawah. Sejumlah besar batu membara dicatat dilontarkan dari kawah dan sebuah tiang asap hitam naik tinggi ke udara, abu menghujani daerah Bogor.


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Dianggap Tak Maksimal Tangani Pasca- Gempa, 2 Pejabat Pemerintah Kabupaten Cianjur Mundur

22 jam lalu

Dianggap Tak Maksimal Tangani Pasca- Gempa, 2 Pejabat Pemerintah Kabupaten Cianjur Mundur

Dua pejabat di Pemerintah Kabupaten Cianjur mundur. Keduanya diduga mundur lantaran dianggap tak maksimal menangani pasca- gempa.


PVMBG: Terus Diguncang Gempa, Kawah Timbang dan Sileri Dieng Berstatus Waspada

1 hari lalu

PVMBG: Terus Diguncang Gempa, Kawah Timbang dan Sileri Dieng Berstatus Waspada

Hingga saat ini belum ada dampak gempa terhadap peningkatan aktivitas Plato Dieng, khususnya Kawah Timbang dan Kawah Sileri.


9 Pendaki Asal Jakarta Ini Di-Blacklist di Gunung Gede Pangrango

4 hari lalu

9 Pendaki Asal Jakarta Ini Di-Blacklist di Gunung Gede Pangrango

Pendaki terdiri dari 5 perempuan dan 4 laki-laki asal Jakarta ini dilarang naik ke Gunung Gede selama 2 tahun.


Gempa Cianjur Getarkan Jakarta Dini Hari Akibat Aktivitas Sesar Cugenang

7 hari lalu

Gempa Cianjur Getarkan Jakarta Dini Hari Akibat Aktivitas Sesar Cugenang

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Cugenang.


Cianjur Kembali Diguncang Gempa, Ada Warga yang Mengalami Luka-luka

7 hari lalu

Cianjur Kembali Diguncang Gempa, Ada Warga yang Mengalami Luka-luka

Sejumlah warga dikabarkan mengalami luka-luka karena tertimpa bagian bangunan setelah gempa kembali mengguncang Cianjur pada dini hari tadi.


Cianjur Diguncang Gempa Magnitudo 4,4, Getarannya Terasa hingga Jakarta

7 hari lalu

Cianjur Diguncang Gempa Magnitudo 4,4, Getarannya Terasa hingga Jakarta

Gempa berkekuatan Magnitudo 4,4 mengguncang Cianjur, Jawa Barat pada hari Selasa, 24 Januari 2023 pukul 02.45 WIB.


Banyak Gempa Kuat Belakangan Ini, Kenapa BMKG Bilang Masih Wajar?

14 hari lalu

Banyak Gempa Kuat Belakangan Ini, Kenapa BMKG Bilang Masih Wajar?

Simak wawancara Tempo.co dengan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono tentang situasi kegempaan di Tanah Air belakangan ini.


PUPR: 151 Rumah dengan Teknologi RISHA untuk Korban Gempa Cianjur Sedang Dibangun

14 hari lalu

PUPR: 151 Rumah dengan Teknologi RISHA untuk Korban Gempa Cianjur Sedang Dibangun

PUPR membangun 151 unit hunian tetap (huntap) tahap II pasca-bencana gempa bumi untuk masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.


Bantuan Rp 1 Juta untuk Hunian Sementara Korban Gempa Cianjur Ditunda, Ini Sebabnya

14 hari lalu

Bantuan Rp 1 Juta untuk Hunian Sementara Korban Gempa Cianjur Ditunda, Ini Sebabnya

Pemerintah Kabupaten Cianjur menunda bantuan uang Rp 1 juta per kepala keluarga korban gempa Cianjur untuk membangun hunian darurat.


Pemda Yogya Bicara Kisah Getir Mahasiswa UNY dan Beban UKT

17 hari lalu

Pemda Yogya Bicara Kisah Getir Mahasiswa UNY dan Beban UKT

Beban UKT dibawa mahasiswa UNY sampai ke liang kubur. Kisah getirnya viral setelah setahun kematiannya.