Amerika Tambah Daftar Produk Perusahaan Teknologi Terlarang Asal Cina

Badan-badan intelijen Amerika Serikat menuduh Huawei terkait dengan pemerintah Cina dan peralatannya bisa digunakan Beijing untuk memata-matai. Sumber: REUTERS/Aly Song

TEMPO.CO, JakartaAmerika Serikat menambah panjang daftar produk telekomunikasi milik perusahaan Cina yang dilarang masuk wilayahnya. Jika pada tahun lalu Huawei, ZTE, Hytera, Hangzhou dan Dahua sudah mengisi daftar hitam yang dibuat Komisi Komunikasi Federal (FCC) tersebut, tahun ini ditambahkan pula  perangkat, produk dan layanan dari Pacific Network Corp, dan anak usahanya ComNet (USA) LLC, serta China Unicom (Americas) Operations Limited.

Keduanya terbaru ditambahkan dalam daftar per September lalu. Seluruhnya ada 10 perusahaan yang termuat dalam daftar terbaru FCC tentang larangan autorisasi untuk peralatan video surveillance dan telekomunikasi Cina yang dirilis 25 November 2022. Pelarangan dengan alasan perlengkapan milik perusahaan-perusahaan dimaksud berpotensi menjadi ancaman keamanan nasional Amerika. 

“FCC berkepentingan melindungi kepentingan nasional dengan memastikan perlengkapan komunikasi yang tidak dapat dipercaya tidak akan mendapat izin edar di dalam garis perbatasan wilayah kita," kata Ketua FCC Jessica Rosenworcel dalam rilisnya, 25 November. 

Daftar hitam itu juga berarti perusahaan Amerika dilarang mengekspor teknologinya ke perusahaan-perusahaan Cina tersebut. Semua itu disebut berdasarkan UU Peralatan Keamanan 2021 yang berlaku di Amerika.

Berikut ini daftar perusahaan teknologi Cina yang masuk daftar hitam Amerika per September 2022,  

1. Peralatan telekomunikasi produksi Huawei Technologies Company, termasuk layanan surveillance video atau telekomunikasi yang disediakan siapapun menggunakan perlengkapan itu. 

2. Peralatan telekomunikasi produksi ZTE Corporation, termasuk layanan surveillance video atau telekomunikasi yang disediakan siapapun menggunakan perlengkapan itu.

3. Peralatan telekomunikasi atau video surveillance oleh Hytera Communications Corporation yang digunakan untuk keselamatan publik, keamanan fasilitas pemerintahan, surveillance keamanan fisik dari infratruktur penting, dan tujuan-tujuan keamanan nasional. Termasuk layanan surveillance video atau telekomunikasi yang disediakan siapapun menggunakan perlengkapan itu. 

4. Peralatan telekomunikasi atau video surveillance produksi Hangzhou Hikvision Digital Technology Company yang digunakan untuk keselamatan publik, keamanan fasilitas pemerintahan, surveillance keamanan fisik dari infratruktur penting, dan tujuan-tujuan keamanan nasional. Termasuk layanan surveillance video atau telekomunikasi yang disediakan siapapun menggunakan perlengkapan itu. 

5. Peralatan telekomunikasi atau video surveillance yang diproduksi Dahua Technology Company, yang digunakan untuk keselamatan publik, keamanan fasilitas pemerintahan, surveillance keamanan fisik dari infratruktur penting, dan tujuan-tujuan keamanan nasional. Termasuk layanan surveillance video atau telekomunikasi yang disediakan siapapun menggunakan perlengkapan itu.

6. Layanan, solusi dan produk keamanan informasi yang disuplai, langsung maupun tak langsung, oleh AO Kaspersky Lab atau pendahulunya, penggantinya, orang tua, anak, ataupun afiliasinya. 

7. Layanan telekomunikasi internasional yang disediakan China Mobile International USA Inc.

8. Layanan telekomunikasi yang disediakan China Telecom (Americas) Corp. 

9. Layanan telekomunikasi internasional yang disediakan Pacific Network Corp dan anak usahanya, ComNet (USA) LLC. 

10. Layanan telekomunikasi internasional yang disediakan China Unicom (Americas) Operations Limited.

THE VERGE, FCC

 

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Beijing Klarifikasi soal Insiden Balon Mata-mata yang Melayang di Amerika Serikat

9 jam lalu

Beijing Klarifikasi soal Insiden Balon Mata-mata yang Melayang di Amerika Serikat

Amerika Serikat melihat ada pesawat yang diduga balon mata-mata Cina yang dicurigai melakukan pelanggaran terhadap kedaulatan wilayahnya.


ASEAN Sepakat Kebut Dialog Pedoman Etik Laut Cina Selatan

14 jam lalu

ASEAN Sepakat Kebut Dialog Pedoman Etik Laut Cina Selatan

Menteri Luar Negeri negara-negara anggota ASEAN sepakat untuk mempercepat pembahasan code of conduct Laut Cina Selatan.


Mobil Bekas Terlaris 2022: Truk

1 hari lalu

Mobil Bekas Terlaris 2022: Truk

Mobil baru yang paling laris nantinya cenderung menjadi mobil bekas terlaris juga.


CIA Ingatkan Jangan Anggap Remeh Ambisi Xi Jinping Invasi Taiwan

1 hari lalu

CIA Ingatkan Jangan Anggap Remeh Ambisi Xi Jinping Invasi Taiwan

Direktur Badan Intelijen Pusat AS William Burns menyebut ambisi Presiden China Xi Jinping terhadap Taiwan tidak boleh diremehkan.


Balon Mata-mata Cina Terbang di Atas Situs Militer AS, Sempat Mau Ditembak

1 hari lalu

Balon Mata-mata Cina Terbang di Atas Situs Militer AS, Sempat Mau Ditembak

Amerika Serikat mengklaim balon mata-mata Cina terbang di atas situs militer beberapa hari sebelum Menlu AS Anthony Blinken ke negara tersebut.


Kisah Hamilton Charhartt, Penemu Kemeja Flanel

1 hari lalu

Kisah Hamilton Charhartt, Penemu Kemeja Flanel

kemeja flanel yang terkenal saat ini tidak dapat dipisahkan dari sosok Hamilton Charhartt. Ia membawa flanel dari Irlandia ke Amerika.


Hong Kong Undang Kedatangan Pelancong dengan Tawarkan 500 Ribu Penerbangan Gratis

2 hari lalu

Hong Kong Undang Kedatangan Pelancong dengan Tawarkan 500 Ribu Penerbangan Gratis

Hong Kong telah menutup diri selama hampir tiga tahun terakhir dalam upaya untuk menangkal Covid-19.


Khawatir Ancaman Cina, Filipina Berikan AS Akses Lebih Luas ke Pangkalan Militernya

2 hari lalu

Khawatir Ancaman Cina, Filipina Berikan AS Akses Lebih Luas ke Pangkalan Militernya

Cina menegaskan akses AS yang lebih luas ke pangkalan militer Filipina dapat mengganggu stabilitas regional dan meningkatkan ketegangan.


Diduga Jadi Mobil Listrik Esemka, Neta V Sulitkan Tesla di Pasar Cina

2 hari lalu

Diduga Jadi Mobil Listrik Esemka, Neta V Sulitkan Tesla di Pasar Cina

Neta V diduga menjadi mobil listrik Esemka. SUV listrik ini diklaim menyulitkan Tesla di pasar otomotif Cina.


Top 3 Dunia: Warga Amerika Kecewa, Devaluasi Mata Uang Lebanon, Paket Bantuan untuk Ukraina

2 hari lalu

Top 3 Dunia: Warga Amerika Kecewa, Devaluasi Mata Uang Lebanon, Paket Bantuan untuk Ukraina

Bantuan AS untuk Ukraina yang memancing perhatian menjadi topik dari dua dari tiga berita teratas.