Yogurt Spesial Bagi Penderita Mag

Reporter

Editor

Yogurt spesial buat penderita mag

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sejenis yogurt baru terbukti memerangi bakteri penyebab gastritis dan tukak lambung atau mag. Dalam pertemuan nasional American Chemical Society ke-237, Minggu lalu, para ilmuwan Jepang menyatakan hasil studi klinis pertama tersebut memperlihatkan bahwa yogurt ini hampir sama dengan efek vaksin.
Yogurt atau susu fermentasi yang mengandung bakteri hidup memang telah dikenal sebagai sumber kalsium, protein, dan nutrisi lain yang sehat. Beberapa merek yogurt bahkan dilengkapi dengan probiotik, tipe bakteri tertentu, yang bertujuan untuk memperbaiki kesehatan.
Yogurt baru ini merepresentasikan pendekatan yang unik untuk memerangi mag, penyakit yang hanya diderita 25 juta orang di Amerika Serikat. Yogurt baru ini adalah bagian dari pasar "makanan fungsional" yang tumbuh subur dan menghasilkan penjualan US$ 60 miliar per tahun. Kini minuman kesehatan baru itu telah dipasarkan di sejumlah toko di Jepang, Korea, dan Taiwan.
"Dengan yogurt baru ini, orang bisa menikmati yogurt sambil memberantas Helicobacter pylori, bakteri penyebab mag," kata Hajime Hatta, ahli kimia di Kyoto Women's University di Kyoto, Jepang, yang menjadi koordinator studi tersebut.
Selain H. pylori, penyakit mag juga bisa disebabkan oleh penggunaan aspirin yang berlebihan atau obat antiperadangan nonsteroidal. Mag yang disebabkan oleh bakteri bisa diobati secara efektif memakai antibiotik dan obat pereda asam lambung. Meski demikian, pengobatan sederhana ini sulit dijangkau jutaan orang miskin di negara berkembang yang terinfeksi H. pylori.
Dalam studinya, Hatta dan timnya mengetahui bahwa H. pylori tampaknya bergantung pada protein urease untuk melekat dan menginfeksi lapisan lambung. Untuk mencegah adanya protein atau antigen itu, Hatta memanfaatkan teknologi pembuatan vaksin klasik. Mereka menyuntik ayam dengan urease dan membiarkan sistem imunitas ayam menghasilkan antibodi terhadap protein itu.
Antibodi yang dinamai IgY-urease itu dipanen dari telur ayam. Kuning telur yang mengandung antibodi itu kemudian dicampurkan ke dalam yogurt.
Hatta dan timnya menyimpulkan bahwa yogurt yang mengandung antibodi dapat mencegah bakteri itu menempel pada lapisan lambung. Meski terlihat kurang efektif, yogurt lebih mudah diminum daripada obat dan bisa dikonsumsi setiap hari sebagai menu makanan rutin, menurut Hatta. Antibodi juga tidak mempengaruhi rasa yogurt secara keseluruhan dan tidak menimbulkan efek samping.
Sayangnya, yogurt antimag ini tak bisa dikonsumsi sembarang orang. Hatta menyatakan orang yang alergi terhadap susu atau telur harus menghindari produk ini. Meski yogurt ini hanya mengandung kuning telur, yang cenderung memiliki allergen lebih rendah daripada putih telur, risiko alerginya tetap ada.
TJANDRA DEWI | SCIENCEDAILY





BRIN Gelar Program Akuisisi Pengetahuan Lokal dengan Beli Lepas

6 hari lalu

BRIN Gelar Program Akuisisi Pengetahuan Lokal dengan Beli Lepas

Untuk mendukung Program Akuisisi Pengetahuan Lokal, BRIN akan membeli lepas


Garchoc, Cokelat Bawang Putih Inovasi Dosen Unair, Ini Khasiatnya

6 hari lalu

Garchoc, Cokelat Bawang Putih Inovasi Dosen Unair, Ini Khasiatnya

Dosen Universitas Airlangga (Unair) membuat inovasi Garchoc, cokelat bawang yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.


Permen Anti Sakit Gigi Karya Mahasiswa Unej, Manfaatkan Serai dan Lemon

13 hari lalu

Permen Anti Sakit Gigi Karya Mahasiswa Unej, Manfaatkan Serai dan Lemon

Mahasiswa Unej membuat inovasi permen anti karies gigi. Dia membuat permen lunak non-sukrosa dengan perasa serai dan lemon.


Odiga, Aplikasi Besutan Mahasiswa ITB berbasis AI untuk Rencanakan Perjalanan

14 hari lalu

Odiga, Aplikasi Besutan Mahasiswa ITB berbasis AI untuk Rencanakan Perjalanan

Dua mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil membuat aplikasi Odiga, yakni web aplikasi perencanaan perjalanan.


Cegah Peretasan, Mahasiswa ITS Kembangkan Penyimpanan Berkas Digital Integrasi dengan Blockchain

15 hari lalu

Cegah Peretasan, Mahasiswa ITS Kembangkan Penyimpanan Berkas Digital Integrasi dengan Blockchain

Mahasiswa ITS berhasil mengembangkan aplikasi penyimpanan berkas secara digital yang diintegrasikan dengan blockchain dengan nama Countract.


3 Karya Mahasiswa Sekolah Vokasi UGM, dari Game Persia hingga Film Setan Alas

19 hari lalu

3 Karya Mahasiswa Sekolah Vokasi UGM, dari Game Persia hingga Film Setan Alas

Mahasiswa Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menghasilkan berbagai karya mulai dari game hingga film.


Dari Camilan hingga Kosmetik, Aneka Olahan Porang Karya SMK Model PGRI 1 Mejayan

22 hari lalu

Dari Camilan hingga Kosmetik, Aneka Olahan Porang Karya SMK Model PGRI 1 Mejayan

SMK Model PGRI 1 Mejayan, Madiun, Jawa Timur berinovasi mengembangkan berbagai produk-produk unggulan. Simak di sini ulasannya.


FMIPA UI Kembangkan Alat Pendeteksi Longsor Jarak Jauh

26 hari lalu

FMIPA UI Kembangkan Alat Pendeteksi Longsor Jarak Jauh

Tim peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) mengembangkan Landslide 2.0, bagaimana cara kerjanya?


SMA Negeri 28 Jakarta Gelar Pameran Kreativitas Siswa

26 hari lalu

SMA Negeri 28 Jakarta Gelar Pameran Kreativitas Siswa

SMA Negeri 28 Jakarta menggelar acara "28 Expo" selama dua hari pada Kamis, 12 Januari hingga Jumat, 13 Januari 2023. Apa saja yang ditampilkan?


Traktor Robotani Besutan PENS, Bantu Petani Membajak Sawah Secara Otomatis

28 hari lalu

Traktor Robotani Besutan PENS, Bantu Petani Membajak Sawah Secara Otomatis

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengembangkan Traktor Robotani yang dapat membantu petani membajak sawah secara otomatis.