Ferdy Sambo, Yosua, dan Rusak Otak karena Luka Tembak

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menunjukan barang bukti pada saksi saat sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Selasa, 22 November 2022. Sidang tersebut beragendakan pemeriksaan saksi dan disertakan juga sejumlah barang bukti pistol berjenis Glock-17, HS hingga senapan laras panjang. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Proses persidangan menguak bagaimana kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di tangan atasannya eks Kepala Divisi Propam Polri Ferdy Sambo. Menurut kesaksian rekan korban, Richard Eliezer, Ferdy Sambo dengan memakai sarung tangan menghampiri tubuh Yosua dan menembakkan pistol ke arah belakang kepala. Tembakan penutup untuk memastikan Yosua tewas setelah sebelumnya menerima 3-4 peluru dari pistol Eliezer.

Kematian Brigadir Yosua dengan cara seperti itu mengingatkan kembali apa yang pernah disampaikan Khoi D. Than, ahli bedah saraf  dari American Association of Neurological Surgeon. Dia memperlihatkan statistik kasus trauma di kepala akibat luka tembak di AS pada 2012. Apakah itu akibat kasus pembunuhan, bunuh diri maupun kecelakaan.

“Luka tembak di kepala adalah penyebab sekitar 35 persen dari semua kematian karena cedera otak traumatis," kata Khoi dalam laporannya. Ditambahkannya, "Luka tembak di kepala berakibat fatal pada 90 persen kasusnya, dengan banyak korban meninggal sebelum tiba di rumah sakit.”

Untuk korban yang selamat dari trauma awal, sekitar 50 persen meninggal di ruang gawat darurat. Kemudian, sekitar 50 persen pasien yang bertahan hidup akan menderita kejang dan membutuhkan obat anti epilepsi. "Luka tembak di kepala korban membutuhkan rehabilitasi jangka panjang dan mungkin tidak dapat kembali ke status fungsional sebelum cedera."

Macam Kerusakan Otak Karena Luka Tembak

Luka atau traumanya dibagi menjadi dua. Kalau proyektil memasuki tengkorak, tetapi tidak keluar, disebut luka tembus. Cedera di mana proyektil masuk dan ke luar dari tengkorak disebut sebagai luka perforasi.

Ketika proyektil melewati otak, cedera yang terjadi adalah karena kena langsung ke otak atau bisa juga karena transmisi gelombang tekanan dari proyektil berkecepatan tinggi, sekitar 610 meter per detik, yang berjalan melalui jaringan otak. Pendarahan dan kerusakan akibat gelombang tekanan ini mengakibatkan pembengkakan otak, yang juga dapat menyebabkan kematian.

Banyak faktor yang menentukan tingkat kerusakan yang disebabkan oleh luka tembak. Misalnya, kaliber senjata yang digunakan, ukuran dan kecepatan peluru, lintasan, dan lokasi cedera.

Menurut Khoi, luka tembak yang menembus ujung lobus frontal kanan di bagian depan ke arah dahi dan bergerak jauh di atas pangkal tengkorak cenderung menyebabkan kerusakan klinis yang relatif ringan. Sebabnya, tidak melewati jaringan otak vital atau struktur pembuluh darah. 

Baca juga: Pindad dan ITS Kembangkan Inovasi Peluru Frangible untuk Operasi Khusus

Namun, peluru serupa yang meluncur ke bawah dari ujung lobus frontal kiri di bagian depan ke arah lobus temporal dekat kuping dan batang otak kemungkinan akan menghancurkan. Ini karena melewati jaringan otak, dan kemungkinan akan melukai struktur pembuluh darah penting di dalam kepala. 

Lintasan peluru melalui pembuluh darah utama di otak dapat mengakibatkan gumpalan darah yang berkembang pesat di otak yang dapat secara kritis menekan jaringan otak penting. Dampaknya, kematian segera di tempat kejadian. Jika korban selamat dari kerusakan awal tapi tidak untuk selanjutnya karena masalahnya kemudian terjadi peningkatan tekanan di dalam tengkorak.

Pertolongan dan Pembedahan

Pasien trauma kepala luka tembak secara agresif berusaha dihidupkan pada saat kedatangan awal di rumah sakit. Jika tekanan darah dan oksigenasi dapat dipertahankan, dilakukan CT scan kepala yang mendesak.

Lalu, hasil bedah antara pasien yang satu dengan yang lain tidak akan sama. “Hasil lebih buruk bagi pasien  yang memiliki lintasan peluru yang lebih luas, yang melintasi struktur garis tengah dalam otak atau yang melibatkan batang otak,” kata Khoi.

Peluru yang merusak belahan otak kanan pasien dapat membuat korban mengalami gangguan motorik dan sensorik di sisi kiri. Begitu juga sebaliknya.

Banyak fungsi lain seperti kognisi, ingatan, ucapan dan penglihatan dikendalikan oleh kedua sisi otak. Akibatnya, kerusakan pada satu belahan otak dapat membuat seseorang mengalami gangguan tetapi masih dapat melakukan fungsi tersebut pada tingkat tertentu, tergantung pada lobus otak mana yang rusak.

AANS.ORG, YANKES.KEMKES


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

19 jam lalu

Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

Ferdy Sambo membuat sejumlah skenario untuk menutupi Kasus pembunuhan Brigadir J. Namun upaya tersebut gagal bahkan menyeret anak buahnya


Rangkuman Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan Ini, Dilema Jaksa soal Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer

22 jam lalu

Rangkuman Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan Ini, Dilema Jaksa soal Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer

Sidang kasus Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo cs, telah memasuki agenda pembacaan replik, duplik, dan pleidoi. Berikut merupakan rangkumannya


Bacakan Pleidoi, Irfan Widyanto: Semua Orang Tertipu oleh Ferdy Sambo

1 hari lalu

Bacakan Pleidoi, Irfan Widyanto: Semua Orang Tertipu oleh Ferdy Sambo

Irfan Widyanto menyebut semua orang tertipu oleh Ferdy Sambo pada saat awal kasus pembunuhan Brigadir Yosua ini mencuat.


Pleidoi Irfan Widyanto Sebut Semua Orang Bahkan Petinggi Polri Tertipu oleh Ferdy Sambo

1 hari lalu

Pleidoi Irfan Widyanto Sebut Semua Orang Bahkan Petinggi Polri Tertipu oleh Ferdy Sambo

Irfan Widyanto mengaku tak bisa menolak tugas yang diberikan kepadanya karena tak mengetahui kejadian sebenarnya penyebab kematian Brigadir Yosua.


Istri Arif Rachman Arifin Menangis, Sebut Ferdy Sambo Hancurkan Karier Suaminya

1 hari lalu

Istri Arif Rachman Arifin Menangis, Sebut Ferdy Sambo Hancurkan Karier Suaminya

Istri Arif Rachman Arifin, Nadia Rahma mengungkapkan awal bertemu Ferdy Sambo, ia merasa atasan suaminya itu pemimpin yang baik.


Kuasa Hukum Arif Rachman Arifin Minta Kliennya Dibebaskan karena Anaknya Mengidap Hemofilia

1 hari lalu

Kuasa Hukum Arif Rachman Arifin Minta Kliennya Dibebaskan karena Anaknya Mengidap Hemofilia

Anak Arif Rachman Arifin disebut mengadapi kelainan pembekuan darah atau hemofilia yang perawatannya membutuhkan banyak biaya.


Pledoi Arif Rachman Arifin Singgung Soal Dilema Moral HIngga Budya Polisi yang Mengakar

1 hari lalu

Pledoi Arif Rachman Arifin Singgung Soal Dilema Moral HIngga Budya Polisi yang Mengakar

Arif Rachman Arifin mengaku mengalami dilema moral setelah mendengar cerita Ferdy Sambo bahwa istrinya, Putri Candrawathi, mengalami pelecehan seksual


Hendra Kurniawan Cs Bacakan Pleidoi Kasus Perintangan Penyidikan

1 hari lalu

Hendra Kurniawan Cs Bacakan Pleidoi Kasus Perintangan Penyidikan

Hendra Kurniawan dan lima terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua lainnya hari ini jalani sidang pembacaan pembelaan.


Fakta di Luar Sidang Richard Eliezer: Didatangi Orang Tua hingga Foto Bareng

1 hari lalu

Fakta di Luar Sidang Richard Eliezer: Didatangi Orang Tua hingga Foto Bareng

Sidang duplik Richard Eliezer diwarnai kehadiran kedua orang tuanya. Selain itu ada kelompok bernama Eliezer's Angels yang ramaikan sidang.


Kuasa Hukum Richard Eliezer Sebut Jaksa Galau Tuntut Kliennya 12 Tahun

2 hari lalu

Kuasa Hukum Richard Eliezer Sebut Jaksa Galau Tuntut Kliennya 12 Tahun

Kuasa hukum Richard Eliezer menyinggung soal dilema yuridis yang disampaikan jaksa dalam replik.