ITB Buka Program Magister Smart-X, Apa Itu?

Reporter

Editor

Devy Ernis

Institut Teknologi Bandung (ITB) menjawab tantangan digital dengan menghadirkan program magister multidisiplin smart-X. itb.ac.id

TEMPO.CO, Jakarta - Institut Teknologi Bandung (ITB) menjawab tantangan digital dengan menghadirkan program magister multidisiplin smart-X. Rektor ITB Reini Wirahadikusumah mengungkapkan bahwa revolusi industri 4.0 telah berhasil mengubah peradaban manusia modern ke arah teknologi dan sistem cerdas.

Berkembangnya smart system, kata dia, harus pula didukung oleh transformasi manusia yang membentuk smart society. Smart society harus mampu mengarahkan kegiatannya menuju optimasi dan efisiensi melalui kolaborasi multidisiplin. “Kotak-kotak keilmuan yang dulu demikian kaku perlahan harus mulai lebur menjadi bentuk-bentuk baru yang merupakan kombinasi dari berbagai keilmuan tradisional," ujarnya dilansir dari laman resmi ITB pada Rabu, 7 Desember 2022.

Baca juga: Persaingan Ketat SNBT 2023, Ini Daya Tampung dan Peminat ITB

Dalam rangka menjawab tantangan yang ada, ITB menghadirkan berbagai inovasi dalam setiap kegiatannya, termasuk pengadaan program pembelajaran Smart-X. Program Magister Smart-X yang akan segera dibuka merupakan program multidisiplin yang berfokus pada teknologi-teknologi kunci dalam smart system. Program ini menginduk pada program studi yang telah ada sebagai host sehingga proses pengajuannya bisa lebih cepat.

“Jadi ini adalah langkah awal dari ITB dalam rangka turut menjawab tantangan nasional dan tantangan global. Tentunya program-program seperti ini tidak hanya multidisiplin di dalam internal ITB, tetapi juga akan melibatkan prodi-prodi lain di luar ITB,” terang Reini.

Ketua Tim Magister Smart-X I Gusti Bagus Baskara Nugraha mengatakan smart system merupakan sistem cerdas yang berbasis proses pengumpulan data, pemahaman dan otomasi, serta penciptaan nilai nilai baru. Penerapan smart system sangat dibutuhkan pada era digital saat ini karena menawarkan berbagai kemudahan dan efisiensi dalam setiap pekerjaan manusia.

Smart system saat ini sudah mulai dikenal secara luas di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, finansial, manufaktur, agrikuktur, dan lain lain. Teknologi pendukung dalam sistem ini pun sekarang sudah lebih mudah untuk diadopsi, dengan biaya adopsi teknologi yang jauh lebih kompetitif daripada sebelumnya.

Dengan begitu, tantangan dalam mengadopsi teknologi ini terletak pada sumber daya manusianya. Bagaimana menciptakan sumber daya manusia yang memahami smart system beserta teknologi pendukungnya, memiliki daya inovasi sehingga dapat menciptakan nilai baru dari sistem tersebut, hingga nantinya mampu untuk merancang solusi smart system yang aplikatif.

Baskara menambahkan, “Sebagai bagian dari upaya pencerdasan bangsa oleh ITB, kami dituntut untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kapabilitas di bidang smart system," katanya.

Oleh karena itu, ITB berinisiatif untuk membuka program multidisiplin Smart-X yang turut melibatkan 12 fakultas/sekolah, 53 prodi magister, dan 111 kelompok keahlian. Program Smart-X ITB membuka peluang kolaborasi antar disiplin keilmuan dalam upaya menciptakan peluang sistem yang paling optimal sesuai kebutuhan.

“Yang akan kami lakukan adalah bagaimana menjadikan (potensi) ini sebagai jembatan kolaborasi agar kita dapat secara fleksibel meramu sedemikian rupa program-program pendidikan di ITB untuk menyelesaikan masalah bangsa secara cepat," ujarnya.

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Pos Indonesia Meluncurkan Seri Prangko Seabad Observatorium Bosscha Hari Ini

5 hari lalu

Pos Indonesia Meluncurkan Seri Prangko Seabad Observatorium Bosscha Hari Ini

Agen pos dan kolektor menyayangkan PT Pos Indonesia tidak mengumumkan rencana penerbitan prangko Seabad Observatorium Bosscha sejak jauh hari.


ITB Gagas Pusat Studi Antariksa, Rektor: Lokasinya Masih Rahasia

5 hari lalu

ITB Gagas Pusat Studi Antariksa, Rektor: Lokasinya Masih Rahasia

Rektor ITB mengatakan, 2023 merupakan tahun istimewa untuk astronomi di Indonesia.


Seabad Usia Observatorium Bosscha, Waktunya Astronom Pindah ke Timau?

5 hari lalu

Seabad Usia Observatorium Bosscha, Waktunya Astronom Pindah ke Timau?

Observatorium Bosscha genap berusia 100 tahun. Astronom BRIN cerita polusi cahaya parah dari Kota Bandung.


Odiga, Aplikasi Besutan Mahasiswa ITB berbasis AI untuk Rencanakan Perjalanan

11 hari lalu

Odiga, Aplikasi Besutan Mahasiswa ITB berbasis AI untuk Rencanakan Perjalanan

Dua mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil membuat aplikasi Odiga, yakni web aplikasi perencanaan perjalanan.


Begini Kepala Observatorium Bosscha Melihat Devitalisasi Planetarium Jakarta

13 hari lalu

Begini Kepala Observatorium Bosscha Melihat Devitalisasi Planetarium Jakarta

Kepala Observatorium Bosscha, Premana W. Premadi, menyatakan ingin tetap berpikir positif tentang devitalisasi Planetarium Jakarta. Maksdunya?


Dubes Inggris Ajak Startup dan Pelaku Ekosistem Indonesia Bertransformasi Digital

17 hari lalu

Dubes Inggris Ajak Startup dan Pelaku Ekosistem Indonesia Bertransformasi Digital

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste berniat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Solo dalam membangun ekosistem digital.


Ada Boaz Solossa, Inilah Sederet Pesepak Bola dengan Gelar Magister

17 hari lalu

Ada Boaz Solossa, Inilah Sederet Pesepak Bola dengan Gelar Magister

Pemain sepak bola dengan gelar akademik magister tidaklah banyak. Dari yang sedikit itu ada eks penyerang Timnas Indonesia, Boaz Solossa


Penghargaan Royal Astronomical Society untuk Kepala Observatorium Bosscha

21 hari lalu

Penghargaan Royal Astronomical Society untuk Kepala Observatorium Bosscha

Kepala Observatorium Bosscha mendapat pengakuan internasional untuk perannya dalam pengembangan astronomi di Indonesia.


Ajinomoto Buka Pendaftaran Beasiswa S2 ke Jepang hingga 6 Maret 2023

22 hari lalu

Ajinomoto Buka Pendaftaran Beasiswa S2 ke Jepang hingga 6 Maret 2023

Ajinomoto Foundation memberikan beasiswa program pascasarjana atau S2 untuk tahun ajar 2024.


Seabad Observatorium Bosscha, Pengelola Gelar Rangkaian Acara Setahun

22 hari lalu

Seabad Observatorium Bosscha, Pengelola Gelar Rangkaian Acara Setahun

Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, genap berusia 100 tahun pada tahun ini.