BMKG Umumkan Temuan Zona Patahan Cugenang, 1.800 Rumah Diminta Dipindah

Foto Udara Zona Bahaya Patahan Aktif Cugenang. Cuplikan YouTube

TEMPO.CO, JakartaBMKG mengumumkan temuan zona Patahan Cugenang yang memicu gempa utama M5,6 di Cianjur, Jawa Barat, pada 21 November 2022 lalu. Seperti diketahui pusat dari gempa yang menyebabkan puluhan ribu rumah rusak dan lebih dari 300 jiwa melayang itu tak tepat berada di Sesar Cimandiri, atau belum dikenal sebelumnya.

Dalam temuan BMKG, zona patahan itu sepanjang 8-9 kilometer, mulai dari Desa Nagrak sampai Ciherang dengan arah tenggara-barat laut. Adapun radius kanan-kirinya sejauh 200-500 meter sehingga total luasan diperhitungkan 8,09 kilometer persegi.

Di antara dua desa itu melewati antara lain wilayah Desa Cibulakan, Desa Benjot, Desa Sarampad, Desa Mangunkerta, Desa Nyalindung dan Desa Cibeureum yang termasuk Kecamatan Cugenang. Wilayah kecamatan ini disebutkan sebagai episentrum dari gempa M5,6 yang lalu. 

"Sudah kami sampaikan sebagai rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk dikosongkan dari peruntukan permukiman," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati pada Kamis, 8 Desember 2022.

Baca juga: Gempa Susulan di Cianjur Sudah Tembus 400 Kali 

Dwikorita menerangkan, survei penetapan zona patahan Cugenang tersebut baru saja selesai pada Rabu kemarin. Dasarnya, antara lain, mekanisme fokal dan sebaran gempa-gempa susulan yang terjadi. Juga apa yang disebut pelamparan kemenerusan retakan di permukaan tanah.  

Data sebaran kerusakan bangunan dan titik longsor yang terjadi karena gempa itu juga ikut dikumpulkan dalam survei, serta kelurusan morfologi.

Dwikorita menekankan pentingnya survei untuk memetakan patahan gempa Cugenang ini dan berharap pemerintah daerah dan pusat bisa mengikuti rekomendasi yang diberikan. Dia mengatakan, bersama rekomendasi yang disampaikan, telah dihitung pula bersama Kementerian PUPR dan pemerintah daerah setempat untuk jumlah rumah yang harus direlokasi.

"Bisa digunakan untuk peruntukan lain seperti zona konservasi, resapan atau wilayah terbuka hijau, tapi mohon rumah-rumah tidak dibangun di zona tersebut," katanya. Alasannya, kurang lebih 20 tahun lagi kalau terjadi perulangan gempa di lokasi yang sama, "Insya Allah tidak terjadi rumah runtuh dan korban jiwa lagi." 

Dua orang anak berdiri dengan latar belakang rumah yang rusak akibat gempa bumi di Sarampad, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu26 November 2022. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menambahkan pentingnya patuh kepada rekomendasi itu. Dari temuan survei di lapangan didapati dampak gempa sangat merusak di Cianjur tak semata karena kedalaman gempa darat yang dangkal dan struktur bangunan yang tidak memenuhi standar aman gempa.

Tapi, ada juga faktor lokasi permukiman yang berada pada tanah lunak atau lepas dan perbukitan (efek topografi). "Guncangan gempa tidak hanya menimbulkan rekahan tapi juga melorot atau longsor cukup parah. Ini terjadi di banyak tempat di Cugenang," kata Daryono.

Faktor itu menyebabkan rumah berkualitas baik pun ikut menjadi korban dampak gempa. "Sangat membahayakan untuk permukiman di masa depan."

Daryono menambahkan data sekitar 1.800 rumah yang harus direlokasi berasal dari wilayah desa Talaga, Sarampad, Nagrak dan Cibulakan. Keempatnya disebut Daryono berada dalam zona bahaya Patahan Cugenang.


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Top 3 Tekno Berita Hari Ini: 882 Gempa Susulan di Jayapura, Awan Topi di Serang

5 jam lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: 882 Gempa Susulan di Jayapura, Awan Topi di Serang

Topik tentang gempa susulan terus mengguncang Jayapura, Papua, menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


BMKG Resmikan Fasilitas Pelayanan Terpadu dan Operasional Radar Cuaca Kupang

10 jam lalu

BMKG Resmikan Fasilitas Pelayanan Terpadu dan Operasional Radar Cuaca Kupang

Keberadaan fasilitas pelayanan terpadu BMKG ini dapat semakin memperkuat sistem peringatan dini multibencana di wilayah timur Indonesia.


Galian Pasir Longsor di Cianjur, Tiga Orang Tertimbun Bersama Alat Berat dan Truk

15 jam lalu

Galian Pasir Longsor di Cianjur, Tiga Orang Tertimbun Bersama Alat Berat dan Truk

Tiga orang penambang pasir galian C di Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, tewas tertimbun longsor, Sabtu 4 Februari 2023


Gempa di Jayapura Sudah 882 Kali, Hari Ini Diguncang M3,6 dan M4,9

16 jam lalu

Gempa di Jayapura Sudah 882 Kali, Hari Ini Diguncang M3,6 dan M4,9

Gempa bumi pertama hari ini mengguncang wilayah Kota Jayapura pada pukul 11:47:24 WIT.


BMKG Sebut Gempa di Sesar Aceh Pagi Ini Patut Diwaspadai, Ini Alasannya

17 jam lalu

BMKG Sebut Gempa di Sesar Aceh Pagi Ini Patut Diwaspadai, Ini Alasannya

Segmen Aceh khususnya di bagian utara termasuk salah satu seismic gap yang sudah sangat lama tidak terjadi gempa signifikan.


BPBD Sebut Air Laut di Pintu Air Pasar Ikan Naik & Daftar 19 Lokasi Berpotensi Banjir Rob

18 jam lalu

BPBD Sebut Air Laut di Pintu Air Pasar Ikan Naik & Daftar 19 Lokasi Berpotensi Banjir Rob

Kenaikan air laut ini berpotensi menimbulkan terjadinya banjir rob.


Cuaca Jakarta Diprediksi Hujan Siang Ini, Waspadai Juga Banjir Rob di Sejumlah Daerah

18 jam lalu

Cuaca Jakarta Diprediksi Hujan Siang Ini, Waspadai Juga Banjir Rob di Sejumlah Daerah

Pada siang hari, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diprediksi hujan ringan.


7 Fakta Tabrak Lari Mahasiswi di Cianjur: Pelat Palsu hingga Dugaan Perselingkuhan

19 jam lalu

7 Fakta Tabrak Lari Mahasiswi di Cianjur: Pelat Palsu hingga Dugaan Perselingkuhan

Kasus tabrak lari mahasiswi Selvi Amalia Nuraeni hingga tewas di Kecamatan Karangtengah, Cianjur pada 20 Januari 2023, membuka sejumlah fakta baru


BMKG Sebut Potensi Banjir Pesisir 2-11 Februari, Ini Lokasinya

21 jam lalu

BMKG Sebut Potensi Banjir Pesisir 2-11 Februari, Ini Lokasinya

Warga diimbau untuk memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG.


Top 3 Tekno Berita Kemarin: Undangan Pernikahan Jahat, Gempa

1 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Undangan Pernikahan Jahat, Gempa

Top 3 Tekno Berita Kemarin, Jumat 3 Februari 2023, didominasi artikel cara menghadapi penipuan online modus Undangan Pernikahan.