Sumatra Barat Kehilangan Hutan 27.447 Hektare Selama 2022

Sejumlah crosser (pengendara motor cross) melintasi kawasan pesawahan menuju hutan, di Ladanglaweh, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Minggu (8/7). ANTARA/Iggoy el Fitra
Sejumlah crosser (pengendara motor cross) melintasi kawasan pesawahan menuju hutan, di Ladanglaweh, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Minggu (8/7). ANTARA/Iggoy el Fitra

TEMPO.CO, Padang - Sumatra Barat kehilangan hutan seluas 27.447 hektare selama 2022 berdasarkan analisis Citra Sentinel II yang dilakukan oleh tim Geographic Information System Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi. Luas tutupan hutan yang berkurang ini sebesar 1,5 persen dari total luas tutupan hutan di Sumatra Barat 1.744.549 hektare pada tahun 2021. 

Manajer Komunikasi KKI Warsi Rudi Syaf mengatakan penurunan tutupan hutan di Sumatra Barat disebabkan oleh banyak faktor. Dari pantauan Sentinel, hilangnya hutan terjadi di areal yang dibuka untuk perladangan dalam skala kecil di banyak tempat. Selain itu juga ada indikasi kegiatan ilegal dalam kawasan hutan, seperti untuk pertambangan emas tanpa izin. 

“Penghitungan tutupan hutan yang hilang ini kami lakukan di areal hutan alam di Sumatra Barat dengan analisis Citra Sentinel II dan tutupan hutan di Sumatra Barat mengalami penurunan dari tahun ke tahun,” kata Rudi Syaf dalam jumpa pers Catatan Akhir Tahun KKI Warsi 2022 di Padang, Jumat, 23 Desember 2022.

Dari catatan KKI Warsi, aktivitas ilegal seperti Pertambangan Emas Ilegal (PETI) terpantau di empat  Kabupaten Dharmasraya seluas 2.179 ha, Solok 1.330 ha, Solok Selatan 2.939 ha, dan Sijunjung 1.174 ha. Tambang emas ilegal biasanya terjadi di sungai utama atau pun sungai kecil dalam kawasan Area Penggunaan Lain (APL), hutan produksi, dan hutan lindung. 

“Perlu adanya komitmen yang kuat untuk menanggulangi tindakan ilegal yang mengakibatkan kehilangan tutupan hutan. Diperlukan komitmen pemerintah untuk melakukan kegiatan-kegiatan untuk memulihkan hutan dan menahan laju deforestasi,” kata Wakil Direktur  KKI Warsi Rainal Daus.  

Ia mengatakan, menjaga tutupan hutan adalah upaya meraih manfaat ekologi bagi masyarakat, seperti ketersedian air bersih, lingkungan yang sejuk, dan terhindar dari bencana alam. Namun, menjaga tutupan hutan juga bernilai ekonomi, seperti yang dirasakan oleh masyarakat di lanskap Bukit Panjang Rantau Bayur atau Bujang Raba di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. 
Kondisi zero deforestasi di area Perhutanan Sosial kelola masyarakat mendatangkan manfaat ekonomi melalui skema imbal jasa lingkungan. Bujang Raba terdaftar ke dalam pasar karbon sukarela (voluntary carbon market) melalui skema Plan Vivo. Dari perhitungan KKI Warsi pada zona lindung hutan desa yang merupakan hutan primer, penyerapan emisi atau cadangan karbon rata-ratanya sebesar 287 ton C/hektare atau 1,052 ton CO2 e/hektare. 

Melalui skema ini masyarakat mendapatkan dana yang difungsikan membiayai kegiatan sosial seperti khitanan, menjadi bantuan langsung tunai (BLT) ketika pandemi, dan membiayai kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan. “Praktik baik dari pengalaman ini juga menjadi peluang bagi hutan yang dikelola oleh masyarakat di Sumatra Barat,” kata Rainal.

Dari kajian KKI Warsi di Lanskap Lunang Silaut Pesisir Selatan, Sumatra Barat,  penghitungan potensi cadangan karbon di zona lindung di tiga  hutan nagari memungkinkan untuk meraih skema imbal jasa karbon. 

“Nilai karbon ini memiliki potensi dengan perkiraan sebesar 6 dolar per ton per hektar di pasar karbon sukarela. Dengan begitu, tutupan hutan memiliki nilai ekonomi kepada masyarakat yang mengelolanya,” ungkapnya.

Selain itu potensi sumber daya alam di wilayah Hutan Nagari, Hutan Adat, Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Sumatra Barat yang dapat dikembangkan sangat beragam, seperti potensi air untuk sumber energi, air minum, dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu berupa madu, aren, rotan, dan ekowisata. Potensi ini dapat dikembangkan sehingga mendatangkan manfaat ekonomi tanpa harus menebang pohon atau kayu.

Baca:
Kasus Surya Darmadi, Walhi: Korupsi Berdampak Buruk bagi Lingkungan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.








Film Buya Hamka Akan Tayang, Ini Set Musala dan Kincir Angin di Payakumbuh

12 jam lalu

Surau dan kincir air dalam Film Buya Hamka. (Foto: Dok. Film Buya Hamka)
Film Buya Hamka Akan Tayang, Ini Set Musala dan Kincir Angin di Payakumbuh

Lokasi pembuatan surau dan kincir air dalam film Buya Hamka berada di sebuah kawasan di daerah Payakumbuh, Sumatera Barat.


Film Buya Hamka Segera Tayang, Berikut Profil Hamka Ulama yang Sastrawan

4 hari lalu

Buya Hamka, Jakarta, 1981. Dok.TEMPO/Ed Zoelverdi
Film Buya Hamka Segera Tayang, Berikut Profil Hamka Ulama yang Sastrawan

Buya Hamka memiliki peran berarti, baik bagi perkembangan sastra maupun Islam di Indonesia. Sebelum nonton film Buya Hamka, simak profilnya ini.


Tema Hari Hutan Internasional 2023: Hutan dan Kesehatan, Bagaimana Atasi Deforestasi?

10 hari lalu

Komunitas perhutanan sosial Ciwidey, Jawa Barat, Indonesia - lokasi agroforestri dengan kopi, alpukat, kismis, nanas, pisang, pinus, kayu putih dan lainnya.  UNEP/Taufany Eriz
Tema Hari Hutan Internasional 2023: Hutan dan Kesehatan, Bagaimana Atasi Deforestasi?

Hari Hutan Internasional 2023 bertema Hutan dan Kesehatan. Bagaimana atasi ancaman luas hutan yang berkurang dan deforestasi di Indonesia?


Destinasi Wisata Sekitar Danau Maninjau Sumbar, Ada Apa Saja?

11 hari lalu

Danau Maninjau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat,  merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 mdpl. Danau seluas 99,5 km dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. TEMPO/Dian Triyuli
Destinasi Wisata Sekitar Danau Maninjau Sumbar, Ada Apa Saja?

Danau Maninjaudalam bahasa Minangkabau memiliki arti pemandangan atau peninjauan. Berikut sederet destinasi wisata di sekitarnya.


Mengenal 5 Aliran Silek, Bela Diri Tradisional Asli Minangkabau

14 hari lalu

Sejumlah siswa sanggar tari membawakan tarian Silat Harimau di anjungan Provinsi Sumatera Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2020. TMII menjadi salah satu destinasi wisatawan saat libur nasional dan cuti bersama dengan menerapkan protokol kesehatan. ANTARA/M Risyal Hidayat
Mengenal 5 Aliran Silek, Bela Diri Tradisional Asli Minangkabau

Silek Minang adalah seni bela diri tradisional yang memiliki banyak aliran.


Festival Adat Budaya Nusantara III Diadakan 26 - 31 Mei 2023 di Sumatera Barat, di Kota Manakah?

15 hari lalu

Penari memainkan tarian kolaborasi sambil memasak rendang belut, pada Festival Pesona Minangkabau, di Istano Basa Pagaruyuang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis 17 November 2022. Festival yang masuk dalam kolaborasi Kemenparekraf dengan Pemerintah Daerah melalui Kharisma Event Nusantara tersebut mengangkat potensi daerah seperti adat, budaya, seni, kuliner, UMKM.  ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Festival Adat Budaya Nusantara III Diadakan 26 - 31 Mei 2023 di Sumatera Barat, di Kota Manakah?

Festival Adat Budaya Nusantara III 2023 akan diselenggarakan di Sumatera Barat pada 26 - 31 Mei 2023. Di daerah mana saja?


Walhi Jawa Barat: Ranca Upas Lebih Cocok untuk Wisata Alam dan Edukasi

23 hari lalu

Wisatawan memberi makan seekor rusa sebuah wortel saat berkunjung ke area wisata penangkaran rusa di Kampung Cai Ranca Upas, Desa Alamendah, Bandung, Jawa Barat, 14 Maret 2017. Untuk masuk ke Ranca Upas, pengunjung cukup membayar tiket masuk Rp 10.000 dan biaya camping Rp 10.000 per orang. TEMPO/Fardi Bestari
Walhi Jawa Barat: Ranca Upas Lebih Cocok untuk Wisata Alam dan Edukasi

Perhelatan acara komunitas motor trail di Ranca Upas belakangan viral di media sosial setelah menimbulkan kericuhan dan kerusakan lahan bunga Rawa.


Nasib Macan Tutul di Tengah Perambahan Hutan Muria

25 hari lalu

Macan tutul hitam Jawa (Panthera pardus melas). Kredit: YouTube
Nasib Macan Tutul di Tengah Perambahan Hutan Muria

Kejadian macan tutul turun ke pemukiman di sekitar Pegunungan Muria dan memangsa hewan ternak bukan kali pertama.


Perhutani dan United Tractors Bekerja Sama Rehabilitasi Hutan

26 hari lalu

Logo Perhutani. perhutani-corpu.com
Perhutani dan United Tractors Bekerja Sama Rehabilitasi Hutan

Perum Perhutani bekerja sama dengan PT United Tractors tbk mendukung rehabilitasi dan pemanfaatan hutan.


Gempa M5,3 Guncang Sebagian Sumatera Barat Pagi Ini

30 hari lalu

Lokasi pusat gempa Sumatera Barat. Twitter
Gempa M5,3 Guncang Sebagian Sumatera Barat Pagi Ini

Gempa tak berpotensi tsunami. Simak penjelasan BMKG.