Misteri Strategi Kadal Memutusan Ekor

Reporter

Editor

mekanisme pertahanan diri kadal

KadalTEMPO Interaktif, Ann Arbor: Lebih dari satu abad, tak ada satu pun ilmuwan yang mengetahui apakah faktor utama yang membuat seekor kadal bisa menanggalkan ekornya untuk mengelabui musuh. Pekan lalu, sejumlah ahli ekologi University of Michigan, Amerika Serikat, menemukan jawaban atas teka-teki itu.

Kemampuan menanggalkan ekor, yang di kalangan ilmuwan disebut caudal autonomy, adalah sistem pertahanan anti-pemangsa yang umum ditemukan pada keluarga kadal. Ketika diserang, biasanya cicak dan kadal menanggalkan ujung ekornya yang terus menggeliat, kemudian melarikan diri. Pemangsanya terkadang tertipu dan menyantap ekor tersebut, sedangkan si kadal bersembunyi di tempat yang aman. Ekor baru kadal itu akan tumbuh tak lama kemudian.

Masing-masing jenis kadal memiliki kemampuan menanggalkan ekor yang berbeda, terkadang ditentukan oleh lokasi mereka berada. Selama lebih dari satu abad, ahli biologi menduga variasi ini dikendalikan hanya oleh tekanan predator, yaitu ketika satwa pemangsa kadal di daerah itu meningkat, kebutuhan mekanisme pertahanan yang efektif ini juga melonjak.

Tim University of Michigan memutuskan untuk menguji ide tekanan predator menggunakan kombinasi cerdas antara eksperimen laboratorium dan pengukuran lapangan di Yunani daratan dan beberapa pulau di Laut Aegean yang dihuni beragam kombinasi pemangsa yang berbeda.

Ternyata tak semua binatang pemangsa dihadapi dengan mekanisme pertahanan istimewa itu. "Satu-satunya predator yang paling berbahaya adalah ular viper," kata Johannes Foufopoulos, ahli ekologi vertebrata.

Hasil eksperimen Foufopoulos dan timnya tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Evolution pekan lalu. "Di Laut Aegean, viper khusus memangsa kadal," kata Foufopoulos. "Jadi, masuk akal bila alat pertahanan utama ini ditujukan pada musuh terbesar mereka, ular viper. Tak ada yang menghubungkan perilaku itu, sampai saat ini."

TJANDRA DEWI|SCIENCEDAILY






Bedah dan CT Scan Ungkap Ular Betina Punya 2 Klitoris

44 hari lalu

Bedah dan CT Scan Ungkap Ular Betina Punya 2 Klitoris

Ini adalah bukti resmi pertama organ genital ular betina.


Ig Nobel Bidang Fisika 2022: Penelitian Kenapa Bebek Berenang Berbaris

21 September 2022

Ig Nobel Bidang Fisika 2022: Penelitian Kenapa Bebek Berenang Berbaris

Ig Nobel diberikan kepada penelitian-penelitian yang dianggap paling aneh, konyol dan unik yang membuat 'tertawa namun kemudian berpikir'.


Jeff, Peraih Medali Olimpiade Biologi di Armenia: 48 Jam Sehari Tak Cukup

23 Juli 2022

Jeff, Peraih Medali Olimpiade Biologi di Armenia: 48 Jam Sehari Tak Cukup

Jefferson peraih medali perunggu di olimpiade Biologi internasional di Armenia sudah merantau sejak SD. Memiliki segudang prestasi.


3 Kampus di Indonesia Terbaik di Bidang Biologi

16 Juni 2022

3 Kampus di Indonesia Terbaik di Bidang Biologi

Di urutan ke-2 dan ke-3 ada Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia sebagai kampus terbaik di bidang Biologi. Kampus mana yang pertama?


Foldscope, Bagaimana Penemuan dan Fungsi Mikroskop Mini Berbahan Kertas Itu?

14 Juni 2022

Foldscope, Bagaimana Penemuan dan Fungsi Mikroskop Mini Berbahan Kertas Itu?

Mikroskop mini atau foldscope walaupun sederhana sama fungsinya untuk kebutuhan sains


Uji DNA Pastikan Kura-kura Galapagos Pulau Fernandina Belum Punah

12 Juni 2022

Uji DNA Pastikan Kura-kura Galapagos Pulau Fernandina Belum Punah

Kura-kura Galapagos dari pulau yang sama ditemukan pada 1906. Selama ini ternyata masih ada yang bertahan.


Indonesia Tambah 6 Begonia Jenis Baru, Ada yang Potensial Tanaman Hias

19 Januari 2022

Indonesia Tambah 6 Begonia Jenis Baru, Ada yang Potensial Tanaman Hias

Peneliti BRIN berhasil menemukan 6 Begonia jenis baru endemik Sumatera. Dari yang bertulang daun mirip sarang laba-laba sampai daun warna perunggu.


Cara Baru Hasilkan Oksigen Ditemukan pada Mikroba Ini

18 Januari 2022

Cara Baru Hasilkan Oksigen Ditemukan pada Mikroba Ini

Peran kunci mikroba itu dalam siklus nitrogen di dunia telah diketahui sejak lama. Tapi tidak untuk produksi oksigen.


Tim Peneliti di Cambridge Temukan Cara Menyambung Tanaman Monokotil

7 Januari 2022

Tim Peneliti di Cambridge Temukan Cara Menyambung Tanaman Monokotil

Teknik ini tidak pernah dibayangkan sebelumnya bisa dilakukan untuk jenis-jenis tanaman monokotil karena tak memiliki kambium.


374 Siswa Madrasah Terbaik Ikuti Kompetisi Sains Madrasah 2021

24 Oktober 2021

374 Siswa Madrasah Terbaik Ikuti Kompetisi Sains Madrasah 2021

Total ada 76.617 siswa yang mendaftar Kompetisi Sains Madrasah tahun ini, terdiri atas 24.634 siswa MI, 26.717 siswa MTs, dan 22.816 siswa MA.