Video Game Sama Baiknya dengan Wortel untuk Mata

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta: Video game yang melibatkan tembak-menembak mungkin tidak banyak membantu pendidikan anak-anak, tapi cukup baik untuk kesehatan mata. Hasil studi yang dilakukan Daphne Bavelier, profesor ilmu otak dan kognitif di University of Rochester, Amerika Serikat, menunjukkan kalau penglihatan malam hari seseorang bisa lebih baik setelah tekun bermain jenis game itu.

Bavelier dan kawan-kawannya menyatakan bahwa permainan yang melibatkan aksi menembak obyek-obyek virtual bisa meningkatkan kemampuan melihat si pemainnya terhadap obyek di kondisi remang-remang dengan cukup signifikan. Peningkatan kemampuan optik itu setara seperti yang dialami pasien pengguna lensa mata, kacamata bahkan yang baru saja menjalani operasi.

Tim peneliti dari New York itu menguji sensitivitas kontras dari sekelompok orang yang rutin bermain video game seperti Unreal Tournament dan Call of Duty. Kedua permainan itu mengharuskan pemainnya menembak target virtual.

Dari pengujian itu terungkap kalau kemampuan orang-orang mendeteksi perbedaan dalam gradasi kelabu (remang-remang) di kelompok itu 58 persen lebih baik daripada kemampuanj rata-rata orang yang tidak suka bermain video game. Bavelier lalu membuat orang-orang di kelompok yang kedua menjalani 'pelatihan video game' selama berjam-jam. Ketika usai, sensitivitas kontras mereka meningkat 43 persen.

“Orang-orang yang bermain video game memiliki penglihatan yang lebih baik dalam kondisi-kondisi dimana tidak banyak ada kontras,” ujar Bavelier, “Peningkatan kemampuan ini sangat menolong ketika harus berkendara dalam gelap malam, atau di tengah kabut. Seekor anjing yang menyeberang jalan, misalnya, bisa terlihat.”

Hasil studi tentang efek video game perang atau tembak-menembak ini dimuat dalam jurnal Nature Neuroscience edisi terbaru.
(INDEPENDENT, LATIMES, SCIENCEDAILY)






Dana Riset BRIN Salah Sasaran

1 jam lalu

Dana Riset BRIN Salah Sasaran

Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN menggelar program Masyarakat Bertanya BRIN Menjawab (MBBM) bersama Komisi VII DPR.


Peneliti Universitas Jember Bangun Riset Sel Punca dari Jaringan Rongga Mulut

2 hari lalu

Peneliti Universitas Jember Bangun Riset Sel Punca dari Jaringan Rongga Mulut

Pemilihan rongga mulut sebagai basis riset sel punca karena lebih mudah diaplikasikan.


Setahun BRIN, Birokrasi dan Dana Riset Jadi Kendala

14 hari lalu

Setahun BRIN, Birokrasi dan Dana Riset Jadi Kendala

BRIN masih berkutat dengan masalah tata kelola infrastruktut yang dinilai birokratis dan skema pendanaan riset.


Ternyata Bukan Senin Hari Kerja Tersibuk, Lalu Apa?

27 hari lalu

Ternyata Bukan Senin Hari Kerja Tersibuk, Lalu Apa?

Berdasarkan riset yang dibuat oleh Zoom Video Communications, Inc. terungkap Senin bukan hari kerja paling sibuk dalam seminggu melainkan Selasa.


Peneliti Nanoteknologi Unpad Raih Penghargaan Inovasi Berhadiah Rp 65 Juta

29 hari lalu

Peneliti Nanoteknologi Unpad Raih Penghargaan Inovasi Berhadiah Rp 65 Juta

Unpad mengumumkan hasil penilaian itu di acara Apresiasi Inovasi di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung.


Bikin Tabung Pemantau Kondisi Air Laut, Peneliti Unpad Raih Penghargaan Inovasi

36 hari lalu

Bikin Tabung Pemantau Kondisi Air Laut, Peneliti Unpad Raih Penghargaan Inovasi

Alat buatan tim peneliti Unpad itu meraih juara pertama dan kedua di ajang Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2022.


Riset LP3ES: Anak Muda Perkotaan Tanggapi Positif Kampanye Kesetaraan Gender

16 November 2022

Riset LP3ES: Anak Muda Perkotaan Tanggapi Positif Kampanye Kesetaraan Gender

LP3ES menyimpulkan bahwa anak muda perkotaan baik pria maupun wanita relatif merespon positif kampanye tentang kesetaraan gender.


SAFEnet Ajak Kelompok Rentan Tingkatkan Kapasitas Menghadapi Serangan Digital

13 November 2022

SAFEnet Ajak Kelompok Rentan Tingkatkan Kapasitas Menghadapi Serangan Digital

SAFEnet melihat maraknya serangan digital tidak hanya pada mereka yang bekerja di isu antikorupsi, tapi hampir di semua isu terkait HAM.


Lengan Tiruan Karla Bionics ITB Seharga Rp 9,9 Juta Mulai Diproduksi di Bandung

13 November 2022

Lengan Tiruan Karla Bionics ITB Seharga Rp 9,9 Juta Mulai Diproduksi di Bandung

Produksi lengan prostesis yang bisa bergerak atau aktif itu bekerja sama dengan sebuah perusahaan di Bandung yang punya sertifikasi.


Kominfo Gandeng Huawei, ITB, Telkom University Kembangkan Riset 5G untuk IKN

9 November 2022

Kominfo Gandeng Huawei, ITB, Telkom University Kembangkan Riset 5G untuk IKN

Sekjen Kementerian Kominfo mengatakan kolaborasi itu merupakan upaya untuk mendorong transformasi digital.