Sejarah Tragedi Meledaknya Pesawat Ulang-alik Columbia

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Kapal Ulang-alik Atlantis meluncur ke luar angkasa untuk terakhir kalinya pada 8-7, 2011. Atlantis, salah satu pesawat ulang-alik milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat. REUTERS/Bill Ingalls/NASA/Handout

TEMPO.CO, Jakarta -Pesawat ulang-alik Columbia meledak beberapa menit sebelum mendarat di Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat (AS) pada 1 Februari 2003. Insiden yang merenggut nyawa ketujuh awak di dalamnya tersebut kemudian dikenal dengan Columbia Disaster. 

Melansir Britannica, sebelumnya, awak Columbia lepas landas pada 16 Januari 2003 waktu setempat, atau tepat hari ini 17 Januari 20 tahun lalu waktu Indonesia, untuk misi ke-28 STS-107.

Para awak merupakan orang-orang yang melakukan penerbangan pertama program pesawat ulang-alik ke luar angkasa pada 1981 silam. Sementara misi STS-107 ini untuk kepentingan eksperimen lingkungan gaya berat mikro. 

Baca : Ulang Tahun NASA, Punya Masa Kelam Saat 2 Pesawat Ulang Alik Meledak

Ketujuh awak pesawat ulang-alik Columbia itu, antara lain komandan Rick Husband, pilot William McCool, spesialis misi Michael Anderson, David Brown, Kalpana Chawla, dan Laurel Clark, dan spesialis muatan Ilan Ramon, yang juga astronot Israel pertama. 

Selama 24 jam sehari, mereka melakukan uji coba sains setiap dua shift. Total ada sekitar 80 eksperimen yang telah dilakukan mereka, yang mencakup ilmu kehidupan, ilmu material, fisika fluida, dan hal-hal lain sebelum kembali ke Bumi. 

Namun, insiden tak terduga terjadi ketika Columbia memasuki atmosfer Bumi. Pesawat tiba-tiba meledak dan hancur di Texas sekitar pukul 09.00 waktu setempat pada ketinggian 60 kilometer. Akibat hal itu, dilaporkan sebagian wilayah Texas sempat hujan puing-puing sisa ledakan pesawat ulang-alik Columbia. 

Tragedi hancurnya pesawat itu terekam oleh kamera televisi dan radar Angkatan Udara AS. Sebulan setelah kejadian itu, komponen-komponen utama dan sisa-sisa awak ditemukan. Pihak NASA membutuhkan waktu dua tahun lamanya untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. 

Sebuah dewan investigasi menetapkan bahwa sepotong busa besar jatuh dari tangki luar dan menembus sayap pesawat menjadi penyebab utama meledaknya pesawat ulang-alik Columbia, seperti dikutip dari Space

Masalah dengan busa ini telah diketahui sebelumnya selama bertahun-tahun, akibatnya NASA berada di bawah pengawasan ketat di Kongres dan di media karena membiarkan situasi tersebut berlanjut. 

Columbia adalah pesawat ulang-alik yang terbang di luar angkasa lalu balik ke bumi layaknya pesawat terbang biasa. Penerbangan pertamanya pada bulan April 1981, dan berhasil menyelesaikan 27 misi sebelum bencana. Pada penerbangannya yang ke-28, Columbia meninggalkan Bumi untuk terakhir kalinya, 20 tahun silam. 

HARIS SETYAWAN
Baca juga :  Richard Branson ke Luar Angkasa Besok: Ini Bukan Balapan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.






SMA Labschool Jakarta di Kompetisi Harvard Model United Nations 2023

11 jam lalu

SMA Labschool Jakarta di Kompetisi Harvard Model United Nations 2023

SMA Labschool Jakarta kembali berangkat ke Amerika Serikat untuk kompetisi internasional Harvard Model United Nations (HMUN) pada tahun ini.


AS Unjuk Kekuatan Militer di Laut China Selatan

18 jam lalu

AS Unjuk Kekuatan Militer di Laut China Selatan

Pesawat tempur dan helikopter AS beserta kapal induk USS Nimitz melakukan latihan di Laut China Selatan, yang sebagian besar diklaim China.


Teleskop James Webb Kembali Bermasalah, Ini Penjelasan NASA

22 jam lalu

Teleskop James Webb Kembali Bermasalah, Ini Penjelasan NASA

Problem teknis kembali terjadi di Teleskop Luar Angkasa James Webb. Yang ketiga sejak pengoperasiannya Juli 2022.


Bakamla dan Amerika Kerja Sama Bidang Keamanan Perairan

1 hari lalu

Bakamla dan Amerika Kerja Sama Bidang Keamanan Perairan

Bakamla dan Amerika Serikat sepakat meningkatkan kerja sama untuk mendukung keamanan wilayah perairan Indonesia


Krisis Ekonomi, Amerika Bantu Bayar Gaji Tentara Lebanon

1 hari lalu

Krisis Ekonomi, Amerika Bantu Bayar Gaji Tentara Lebanon

Uang bantuan dari Amerika akan diberikan lewat program PBB setelah krisis mata uang di Lebanon menggerus gaji yang diterima tentara Lebanon


Google Digugat Pemerintah Federal dan Negara Bagian di Amerika, Soal Pasar Iklan

2 hari lalu

Google Digugat Pemerintah Federal dan Negara Bagian di Amerika, Soal Pasar Iklan

Pemerintah federal dan delapan negara bagian ramai-ramai menggugat praktik periklanan Google. Kata Google, duplikasi gugatan tak berdasar


Ditembak Siswa Berusia 6 Tahun, Guru Amerika Serikat Gugat Sekolah

2 hari lalu

Ditembak Siswa Berusia 6 Tahun, Guru Amerika Serikat Gugat Sekolah

Tiga guru di sekolah di Amerika Serikat telah mengeluhkan keberadaan senjata api yang dibawa siswa berusia enam tahun itu


Cerita Siti Fadia ketika Menderita Cedera di Malaysia Open 2023

2 hari lalu

Cerita Siti Fadia ketika Menderita Cedera di Malaysia Open 2023

Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti lolos ke perempat final Indonesia Masters 2023.


Amerika Ikuti Jejak Jerman, Kirim 31 Tank Abrams ke Ukraina

2 hari lalu

Amerika Ikuti Jejak Jerman, Kirim 31 Tank Abrams ke Ukraina

Ukraina akan mendapat kiriman 31 tank Abrams dari Amerika Serikat setelah sebelumnya Jerman mengirimkan tank Leopard 2.


Unik, Amerika Serikat Rilis Foto Mirip UFO di Atas Mosul Irak

3 hari lalu

Unik, Amerika Serikat Rilis Foto Mirip UFO di Atas Mosul Irak

Video UFO di Irak telah dianalisis oleh para ahli selama lebih dari enam tahun di Pangkalan Bersama Langley-Eustis di Virginia untuk Komando Pusat AS