"

Viral Bayi 54 Hari Meninggal Usai Minum Jamu, Apa Kata Dokter Pengembang Herbal?

Reporter

Editor

Erwin Prima

Ilustrasi bayi. freepik.com
Ilustrasi bayi. freepik.com

TEMPO.CO, Jakarta - Berita viral bayi berumur 54 hari meninggal baru-baru ini akibat sesak napas dan infeksi paru setelah meminum ramuan daun kecipir dan kencur, mendapat tanggapan dari Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI).

Kisah tersebut pertama kali diunggah seorang ibu di media sosial Facebook. Postingan tersebut menceritakan pihak keluarganya memaksa memberi jamu pada bayinya, meski dia sudah berusaha melarangnya. Alhasil bayi malang tersebut mengalami sesak napas.

"Aku mau bawa ke dokter tapi semua keluarga enggak ngizinin, katanya lebih baik pakai obat tradisional, tapi aku kekeh bawa ke RS," tulis ibu tersebut.

Ketua Umum PDPOTJI dr. Inggrid Tania mengatakan bayi berumur di bawah enam bulan semestinya hanya diberikan ASI (Air Susu Ibu) secara eksklusif atau susu formula, tidak diberikan ramuan herbal dan juga dibatasi dari pemberian obat konvensional, kecuali atas resep atau petunjuk dokter ahli.

“Atas petunjuk dokter ahli, ibu menyusui dibolehkan mengonsumsi beberapa ramuan herbal tertentu dalam takaran yang aman, misalnya empon-empon termasuk kunyit, kencur dan sebagainya, serta herbal dalam bentuk sayuran, termasuk kelor, kecipir dan lain-lain,” ujar Inggrid dalam keterangannya, Jumat, 20 Januari 2023.

Inggrid mengatakan, jika melihat dari berita yang menyebutkan bahwa bayi yang meninggal itu sebelumnya mengalami sesak napas, ada kemungkinan sesak napasnya merupakan salah satu gejala alergi terhadap protein kecipir. "Namun sesak napasnya dapat pula disebabkan oleh adanya infeksi paru yang dialaminya sebelum ia diberikan ramuan herbal,” ujarnya.

Ramuan tradisional daun kecipir, kata Inggrid, umumnya dibuat dari daun kecipir mentah. Dia mengatakan daun kecipir mentah mengandung sedikit zat toksik glikosida sianida yang dapat dihilangkan dengan cara memasak atau merebus daunnya.

Menurutnya, kecipir termasuk tanaman legume (kacang-kacangan) yang kaya protein dari setiap bagian tanamannya yang sebetulnya bernutrisi, namun memiliki risiko menimbulkan alergi pada bayi seperti halnya kedelai. 

“Sehingga agar aman, setiap bagian tanaman kecipir bisa diperkenalkan sebagai pangan sayur mulai bayi berusia 1 tahun dengan takaran sebagaimana sayur pada umumnya (1-2 sendok makan maksimal 3-4 kali sehari).

Bagian-bagian tanaman kecipir juga mengandung asam oksalat yang dapat memicu terbentuknya batu ginjal pada orang-orang yang rentan.

Sementara itu, kencur adalah rempah jenis empon-empon yang umumnya tidak memiliki potensi sebagai alergen, maka bisa diperkenalkan sebagai bumbu masakan mulai bayi berumur 6 bulan dengan takaran 1/16 hingga 1/8 sendok teh maksimal 3-4 kali sehari.

Baca:
Dosen Jamu Penerima Sarwono Award 2022: Saya Kira Telepon Abal-abal

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.








Kenali 5 Gejala Kardiomiopati, Melemahnya Jantung dalam Memompa Darah

4 hari lalu

ilustrasi jantung (pixabay.com)
Kenali 5 Gejala Kardiomiopati, Melemahnya Jantung dalam Memompa Darah

Kardiomiopati merupakan kelainan pada otot jantung yang menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.


Sederet Manfaat Minyak Ikan bagi Bayi

4 hari lalu

Ilustrasi suplemen minyak ikan. StyleCraze
Sederet Manfaat Minyak Ikan bagi Bayi

Minyak ikan baik untuk bayi karena membantu perkembangan fisik dan motorik bayi.


Berencana Mudik dengan Pesawat bersama Anak, Simak Dulu Tips Berikut

5 hari lalu

Ilustrasi mudik dengan pesawat. ANTARA/Septianda Perdana
Berencana Mudik dengan Pesawat bersama Anak, Simak Dulu Tips Berikut

Berikut empat tips supaya anak tidak rewel selama perjalanan mudik dengan pesawat terbang dari blogger perjalanan.


Cermati Tanda-tanda Awal Serangan Jantung Berikut

6 hari lalu

Ilustrasi Serangan Jantung. thestar.com.my
Cermati Tanda-tanda Awal Serangan Jantung Berikut

Serangan jantung memiliki tanda-tanda awal. Gejala peringatan bisa meliputi nyeri dada, sesak napas, nyeri lengan, nyeri bahu, dan kelemahan.


5 Jenis Jamu, Bahan dan Manfaatnya

6 hari lalu

Ilustrasi bahan dasar pembuatan jamu. TEMPO/Subekti.
5 Jenis Jamu, Bahan dan Manfaatnya

Minum jamu dipercaya kebiasaan yang sudah ada pada masa kerajaan Hindu dan Buddha


Penyebab dan Penanganan Sindrom Jeune, Penyakit Genetik Langka Bikin Area Dada Menyempit

11 hari lalu

Ilustrasi bayi. Freepik.com
Penyebab dan Penanganan Sindrom Jeune, Penyakit Genetik Langka Bikin Area Dada Menyempit

Sebanyak 70 persen kasus sindrom Jeune disebabkan oleh adanya mutasi pada salah satu dari 11 gen.


Orang Awam Mengenal sebagai Darah Rendah, Begini Tanda dan Gejala Anemia

11 hari lalu

Ilustrasi anemia. (Style Craze)
Orang Awam Mengenal sebagai Darah Rendah, Begini Tanda dan Gejala Anemia

Anemia adalah gangguan tubuh berupa kekurangan sel darah merah. Orang awam mengenalnya sebagai darah rendah, apa tanda dan gejala anemia?


Tukang Jamu Temukan Bayi Dibuang dengan Kondisi Bersih Tertutup Kain di Koja

12 hari lalu

Ilustrasi bayi. freepik.com
Tukang Jamu Temukan Bayi Dibuang dengan Kondisi Bersih Tertutup Kain di Koja

Ibu tukang jamu menemukan bayi dibuang dengan kondisi bersih tertutup kain diletakkan di samping rumah di Koja.


Dokter Ingatkan Ibu Hamil untuk Penuhi 8 Zat Gizi Ini

16 hari lalu

Ibu hamil memerlukan asupan makanan bergizi agar janin yang dikandung tumbuh sehat. (Canva)
Dokter Ingatkan Ibu Hamil untuk Penuhi 8 Zat Gizi Ini

Dokter menyebut delapan zat gizi yang harus dipenuhi ibu hamil untuk menunjang perkembangan janin dalam kandungan.


Ketahui Perbedaan Hipoksia dan Hipoksemia, Plus 8 Akibatnya

17 hari lalu

ilustrasi sesak napas. shutterstock.com
Ketahui Perbedaan Hipoksia dan Hipoksemia, Plus 8 Akibatnya

Meskipun sering diidentikkan, tetapi hipoksia dan hipoksemia tidak sama. Lantas, apakah akibat yang ditimbulkan keduanya?