5 Tips Menjaga Keamanan Saat Menggunakan Yandex, Jangan Asal Klik!

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Ilustrasi minuman jahe kayu manis. collection.yandex.ru

TEMPO.CO, Jakarta -Yandex merupakan perusahaan teknologi multinasional Rusia yang berfokus pada search engine atau mesin pencarian. Yandex juga tersedia dalam beberapa domain lain, yakni Belarusia, Kazakstan, Uzbekistan, dan Turki.

Mirip seperti Google, Yandex memiliki beberapa layanan lain yang mencakup email, peta, terjemahan, peramban, serta puluhan lainnya.

Baca : Top 3 Tekno Berita Kemarin: Gempa Tarutung, Robot dari UGM, Yandex Rusia

Yandex sudah berdiri sejak 1997, bahkan satu tahun sebelum Google ada. Dilansir dari situs resminya, Yandex kini memiliki 30 cabang kantor di seluruh dunia. Teknologi dan pelayanan Yandex saat ini berjalan di puluhan ribu server. Mereka memiliki jaringan penyimpanan dan pemrosesan data terbesar se-Rusia.

Mobil self driving Yandex dari Rusia. Sputnik News

Pengguna internet di Indonesia dapat dengan bebas mengakses Yandex. Namun, Anda harus hati-hati dalam menggunakan setiap fasilitas internet lantaran bersifat sensitif terhadap data pribadi. Seperti halnya pada Maret 2022, Reuters melaporkan bahwa Yandex sempat dikecam karena kebocoran 58.000 data pengguna aplikasi food delivery mereka.

Tips Menggunakan Yandex

Maka dari itu, ada beberapa tips bagi Anda jika ingin berselancar di Yandex dengan aman. Anda juga bisa memanfaatkan fitur layanan Yandex lain yang beragam.

1. Gunakan Kata Sandi yang Kuat untuk Akun Yandex

Kata sandi yang kuat sangat penting demi menjaga akses akun dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Semakin lemah kata sandi, semakin mudah pula akun Anda dibobol. Langkah ini menjadi upaya paling awal untuk melindungi data pribadi Anda sebagai pengguna internet.

2. Selalu Logout Akun Yandex dari Komputer yang Digunakan Bersama

Jika Anda login ke akun Yandex di komputer publik, pastikan logout kembali agar tidak disalahgunakan. Jangan juga menyimpan email dan kata sandi di peramban karena orang lain bisa mengintipnya. Pastikan Anda tidak mencentang ‘remember me’ atau ‘ingat saya’ agar akun ter-logout otomatis jika Anda lupa melakukannya secara manual.

3. Jangan Klik Link Mencurigakan

Banyak tautan mencurigakan yang terindikasi sebagai phising link. Phising merupakan upaya penipuan melalui rekayasa sosial dengan berpura-pura menjadi orang terpercaya atau lembaga resmi. Ujungnya, Anda akan dimintai sejumlah data pribadi yang bisa berimbas kepada peretasan akun, penyalahgunaan identitas, hingga pembobolan rekening.

4. Jangan Mengunduh File dari Sumber yang tidak Dipercaya

File seperti ini biasanya memiliki indikasi sebagai virus yang bisa menyerang perangkat Anda. Jika Anda tak berniat mengunduh aplikasi dengan format .exe, .apk, .ipsw, atau ekstensi aplikasi lainnya, segera hapus file tersebut sebelum terjadi hal berbahaya.

5. Gunakan Versi Terbaru dari Aplikasi Yandex

Semakin up to date aplikasi yang Anda gunakan, semakin aman pula pemakaiannya. Versi terbaru aplikasi biasanya telah memperbaiki error atau bugs yang ada pada versi sebelumnya. Sebagai tambahan, Anda juga bisa menolak izin akses lokasi dan tracking demi penggunaan Yandex yang lebih aman. 

SYAHDI M
Baca juga : Selain Google Chrome, Inilah 5 Daftar Browser Internet yang Perlu Dicoba

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.






Jerman Memiliki Bukti Kejahatan Perang di Ukraina

7 jam lalu

Jerman Memiliki Bukti Kejahatan Perang di Ukraina

Moskow telah menolak tuduhan-tuduhan oleh Kiev dan negara-negara Barat untuk kejahatan perang.


Delegasi Ukraina Kunjungi Indonesia di Tengah Perang dengan Rusia

18 jam lalu

Delegasi Ukraina Kunjungi Indonesia di Tengah Perang dengan Rusia

Utusan Ukraina akan mengunjungi Indonesia. Perdagangan Indonesia - Ukraina sebelum invasi Rusia mencapai Rp 18 triliun per tahun sebelum perang.


Donald Trump Sesumbar Bisa Akhiri Perang Rusia Ukraina Jika Dia Presiden AS

20 jam lalu

Donald Trump Sesumbar Bisa Akhiri Perang Rusia Ukraina Jika Dia Presiden AS

Donald Trump mengaku bisa segera mengakhiri perang Rusia Ukraina dalam waktu 24 jam saja.


Rusia Peringatkan Israel Jangan Kirim Senjata ke Ukraina

1 hari lalu

Rusia Peringatkan Israel Jangan Kirim Senjata ke Ukraina

Moskow bereaksi setelah Perdana Menteri Israel mempertimbangkan bantuan senjata untuk Kyiv dan juga bersedia menjadi penengah dalam konflik


Mesin Pencari Baidu Cina Siap Luncurkan Chatbot Saingan ChatGPT

1 hari lalu

Mesin Pencari Baidu Cina Siap Luncurkan Chatbot Saingan ChatGPT

Mesin pencari Google versi Cina, Baidu, berencana meluncurkan situs chatbot mirip ChatGPT pada Maret 2023. Siapa yang akan menjadi terbaik?


Putin Janjikan Kemenangan Rusia Pada 80 Tahun Pertempuran Stanlingrad

1 hari lalu

Putin Janjikan Kemenangan Rusia Pada 80 Tahun Pertempuran Stanlingrad

Putin menyamakan perang Rusia Ukraina dengan pertempuran tentara Soviet dan Nazi di Stalingrad 80 tahun lalu.


Jelang Setahun Invasi ke Ukraina, Uni Eropa Akan Terapkan Sanksi Baru terhadap Rusia

1 hari lalu

Jelang Setahun Invasi ke Ukraina, Uni Eropa Akan Terapkan Sanksi Baru terhadap Rusia

Uni Eropa berencana menampar Rusia dengan sanksi baru menjelang peringatan setahun invasi Moskow ke Ukraina


Negara Baltik dan Polandia Minta Atlet Rusia dan Belarusia Dilarang Tampil di Olimpiade 2024

2 hari lalu

Negara Baltik dan Polandia Minta Atlet Rusia dan Belarusia Dilarang Tampil di Olimpiade 2024

Latvia dan Ukraina mengancam memboikot Olimpiade 2024 jika atlet Rusia dan Belarusia tampil sementara perang berlanjut di Ukraina.


Duta Besar Rusia Heran Washington Tak Mau Gunakan Jalur Diplomatik untuk Dialog

2 hari lalu

Duta Besar Rusia Heran Washington Tak Mau Gunakan Jalur Diplomatik untuk Dialog

Duta Besar Rusia untuk Amerika dibuat bingung dengan sikap Washington karena memilih menyampaikan sebuah pesan untuk Rusia, tapi lewat Mesir.


Sergei Lavrov Komentari Pengiriman Bantuan Senjata ke Ukraina

2 hari lalu

Sergei Lavrov Komentari Pengiriman Bantuan Senjata ke Ukraina

Sergei Lavrov melihat Ukraina harus memenuhi keinginan negara-negara Barat yang berjanji akan memberikan Kyiv senjata-senjata jarak jauh