Pohon Ulin Tambah Koleksi Tumbuhan Langka di Taman Biodiversitas di Kalimantan

Reporter

Amalia Rezeki menanam bibit pohon ulin di Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis Lembah Bukit Manjai, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa 24 Januari 2023. Pohon ulin disebutkan sudah semakin langka di alam di Indonesia. (ANTARA/Firman)

TEMPO.CO, Martapura - Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis di Lembah Bukit Manjai, Mandiangin Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, akan melestarikan pohon ulin. Populasi jenis pohon ini sudah semakin langka di alam akibat eksploitasi yang dilakukan secara besar-besaran di masa lalu.

"Penanaman kembali bibit pohon ulin dengan rata-rata ukuran 100 hingga 150 sentimeter," kata Ferry F. Hoesain, pengelola Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis di Martapura, Selasa 24 Januari 2023.

Bibit pohon ulin didapat pengelola dari Botanical Private Garden milik Chendrawan Sugianto, seorang pegiat konservasi pohon langka di Banjarmasin. Dalam penanaman kembali, Ferry menambahkan, akan lebih mengutamakan capaian kualitas pertumbuhan pohon daripada kuantitas. 

Amalia Rezeki, pendiri Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis Lembah Bukit Manjai, mengatakan pohon ulin akan menambah koleksi tumbuhan langka di lokasi itu, yang menjadi sarana edukasi serta penelitian tentang keragaman hayati hutan hujan tropis di Kalimantan Selatan. Dijelaskan ahli biologi konservasi dari Universitas Lambung Mangkurat itu, pohon ulin memiliki keragaman morfologi yang sangat tinggi berdasarkan sifat-sifat vegetatif maupun generatifnya.

Baca juga: LPDP Biayai Penelitian Obat Covid-19 Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat

Pohon asli Indonesia yang digolongkan ke dalam suku Lauraceae ini dapat tumbuh tinggi mencapai 35 meter, dengan diameter batang 60 hingga 120 sentimeter. Menurut Amalia, pohon ulin memiliki banyak manfaat bagi ekosistem hutan antara lain penyedia oksigen dan penyerap karbon layaknya pohon tropis lainnya.

"Struktur akar ulin yang kuat memastikan siklus hidrologis air di pegunungan terjaga," katanya.

Amalia mengutip studi di jurnal Systematic Reviews in Pharmacy 2021 bahwa kulit batang, daun, dan biji kayu ulin dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit: diabetes, agen anti-inflamasi, agen antimikroba, dan agen pemutih.

Di jurnal Biologi Tropis ditunjukkan daun ulin yang diekstraksi menggunakan metanol mampu menghambar pertumbuhan bakteri patogen seperti Enterococcus faecalis, Staphylococcus aureus, dan Salmonella typhi. "Hal ini karena adanya kandungan senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, triterpenoid, tanin, dan saponin dalam ekstrak kayu pohon ulin."

Baca juga: Pesawat Jatuh di Nepal, Mungkinkah Video Live Facebook Penyebabnya?

 


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Heboh Uang Rp 500 Triliun Haji Amin, Bermula dari Barang Antik Pedagang Samurai 3 Tombol

3 hari lalu

Heboh Uang Rp 500 Triliun Haji Amin, Bermula dari Barang Antik Pedagang Samurai 3 Tombol

Muhammad Amin atau Haji Amin mendadak viral setelah dirinya memamerkan saldo tabungannya yang berjumlah Rp500 triliun. Apa pendapat ahli keuangan?


Amel, Perempuan Pertama di Dunia Bergelar Doktor Konservasi Bekantan

7 hari lalu

Amel, Perempuan Pertama di Dunia Bergelar Doktor Konservasi Bekantan

Amel, sapaan akrab pendiri Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), berhasil meraih gelar doktor di bidang konservasi bekantan di ULM.


Haji Amin Klaim Punya Saldo Rp 500 Triliun, PPATK: Aduh, Banyak Banget Ya

20 hari lalu

Haji Amin Klaim Punya Saldo Rp 500 Triliun, PPATK: Aduh, Banyak Banget Ya

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menanggapi klaim Haji Amin yang memiliki saldo Rp 500 triliun.


Mardani Maming Bantah Kenal Eks Direktur PT PCN yang Didakwa Menyuap Rp 118 M

34 hari lalu

Mardani Maming Bantah Kenal Eks Direktur PT PCN yang Didakwa Menyuap Rp 118 M

Mardani Maming membantah mengenalkan mantan Direktur PT Prolindo Cipta Nusantara (PCN) almarhum Henry Soetio yang menyuapnya


Potensi Lahan dan Nilai Ekonomi Besar, Petani Kalsel Didorong Budi Daya Pisang Cavendish

45 hari lalu

Potensi Lahan dan Nilai Ekonomi Besar, Petani Kalsel Didorong Budi Daya Pisang Cavendish

Petani di Kalimantan Selatan mulai menggenjot budi daya pisang cavendish karena potensi permintaan yang besar, dari pasar ekspor dan pasar lokal.


6 Deretan Kuliner Khas Kalimantan Selatan

53 hari lalu

6 Deretan Kuliner Khas Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan bukan hanya terkenal akan kawasan pesisir pantainya yang indah, namun banyak kuliner khas Kalimantan yang cocok dinikmati.


Daftar 5 Destinasi Wisata di Area Kota Banjarmasin, Lebih dari Jembatan Barito

53 hari lalu

Daftar 5 Destinasi Wisata di Area Kota Banjarmasin, Lebih dari Jembatan Barito

Kota Banjarmasin yang merupakan ibu kota Kalimantan Selatan dijuluki sebagai Kota Seribu Sungai, memiliki ragam destinasi wisata yang ikonik.


Panen Jagung di Kalsel, Mentan: Pertanian Penguat Ekonomi Negara

26 November 2022

Panen Jagung di Kalsel, Mentan: Pertanian Penguat Ekonomi Negara

Mentan meminta seluruh jajaran dan stakeholder terkait meneruskan perjuangan bersama rakyat dan petani.


Mentan Ajak Mahasiswa ULM Perkuat Pertanian Indonesia

26 November 2022

Mentan Ajak Mahasiswa ULM Perkuat Pertanian Indonesia

Mahasiswa adalah agen perubahan yang berada di garda terdepan mengembangkan sektor pertanian Indonesia.


Kejuaraan Motocross Uncle Hard Enduro Kalsel 2022 Digelar Gratis

24 November 2022

Kejuaraan Motocross Uncle Hard Enduro Kalsel 2022 Digelar Gratis

Kejuaraan motocross Uncle Hard Enduro Kalsel pertama kali digelar pada 2019. Mantan juara dunia asal Inggris, Graham Jarvis, selalu hadir.