Mengendus Gempa Sebelum Bumi Bergoyang

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta: Tim riset di Departemen Geologi di Universitas Nasional Taiwan membuat alat baru pengendus gempa bumi yang lebih mungil tapi akurat. Alat terbuat dari logam yang belum dipatenkan itu mampu mengendus gempa bumi 30 detik sebelum gelombangnya sampai ke permukaan.

"Dengan alat ini kami bisa memastikan dalam 30 detik apakah gelombang gempa yang sedang merambat tergolong kuat atau lemah. Kami juga jadi bisa mengendus skala dan seberapa parah kerusakan yang bakal ditimbulkannya di permukaan," kata Wu Yih-min, ketua tim peneliti, Senin lalu.

Alat dari logam berukuran tape itu bisa mendeteksi kecepatan dan akselerasi gelombang gempa yang sedang merambat datang. Alat itu memberikan waktu yang krusial untuk memperkirakan besaran gempa itu, termasuk memperingatkan kereta-kereta yang sedang melaju untuk memperlambat diri atau perusahaan-perusahaan gas alam untuk segera menyetop jaringan suplainya.

Wu meyakinkan, alat yang dibuat dalam lima tahun itu bisa lebih akurat daripada teknologi peringatan gempa lainnya yang ada di dunia. Alat yang memiliki otak sebuah chip itu juga bisa semurah US$ 302 begitu sudah dilempar ke pasar.

(REUTERS)






Peneliti Universitas Jember Bangun Riset Sel Punca dari Jaringan Rongga Mulut

1 hari lalu

Peneliti Universitas Jember Bangun Riset Sel Punca dari Jaringan Rongga Mulut

Pemilihan rongga mulut sebagai basis riset sel punca karena lebih mudah diaplikasikan.


Setahun BRIN, Birokrasi dan Dana Riset Jadi Kendala

13 hari lalu

Setahun BRIN, Birokrasi dan Dana Riset Jadi Kendala

BRIN masih berkutat dengan masalah tata kelola infrastruktut yang dinilai birokratis dan skema pendanaan riset.


Ternyata Bukan Senin Hari Kerja Tersibuk, Lalu Apa?

26 hari lalu

Ternyata Bukan Senin Hari Kerja Tersibuk, Lalu Apa?

Berdasarkan riset yang dibuat oleh Zoom Video Communications, Inc. terungkap Senin bukan hari kerja paling sibuk dalam seminggu melainkan Selasa.


Peneliti Nanoteknologi Unpad Raih Penghargaan Inovasi Berhadiah Rp 65 Juta

28 hari lalu

Peneliti Nanoteknologi Unpad Raih Penghargaan Inovasi Berhadiah Rp 65 Juta

Unpad mengumumkan hasil penilaian itu di acara Apresiasi Inovasi di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung.


Bikin Tabung Pemantau Kondisi Air Laut, Peneliti Unpad Raih Penghargaan Inovasi

35 hari lalu

Bikin Tabung Pemantau Kondisi Air Laut, Peneliti Unpad Raih Penghargaan Inovasi

Alat buatan tim peneliti Unpad itu meraih juara pertama dan kedua di ajang Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2022.


Riset LP3ES: Anak Muda Perkotaan Tanggapi Positif Kampanye Kesetaraan Gender

16 November 2022

Riset LP3ES: Anak Muda Perkotaan Tanggapi Positif Kampanye Kesetaraan Gender

LP3ES menyimpulkan bahwa anak muda perkotaan baik pria maupun wanita relatif merespon positif kampanye tentang kesetaraan gender.


SAFEnet Ajak Kelompok Rentan Tingkatkan Kapasitas Menghadapi Serangan Digital

13 November 2022

SAFEnet Ajak Kelompok Rentan Tingkatkan Kapasitas Menghadapi Serangan Digital

SAFEnet melihat maraknya serangan digital tidak hanya pada mereka yang bekerja di isu antikorupsi, tapi hampir di semua isu terkait HAM.


Lengan Tiruan Karla Bionics ITB Seharga Rp 9,9 Juta Mulai Diproduksi di Bandung

13 November 2022

Lengan Tiruan Karla Bionics ITB Seharga Rp 9,9 Juta Mulai Diproduksi di Bandung

Produksi lengan prostesis yang bisa bergerak atau aktif itu bekerja sama dengan sebuah perusahaan di Bandung yang punya sertifikasi.


Kominfo Gandeng Huawei, ITB, Telkom University Kembangkan Riset 5G untuk IKN

9 November 2022

Kominfo Gandeng Huawei, ITB, Telkom University Kembangkan Riset 5G untuk IKN

Sekjen Kementerian Kominfo mengatakan kolaborasi itu merupakan upaya untuk mendorong transformasi digital.


ITB Dorong Mahasiswa S-1 Ikut 400 Lomba Riset Setiap Tahun

6 November 2022

ITB Dorong Mahasiswa S-1 Ikut 400 Lomba Riset Setiap Tahun

Peserta lomba riset atau disebut kompetisi prestasi itu berjumlah sekitar 10 persen dari total mahasiswa S-1 ITB.