Militan Asia Tenggara Gunakan Internet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif,  Singapura:  Singapura Rajaratnam School of International Studies dan Australian Strategic Policy Institute melansir studi terbaru tentang aktivitas kelompok militan di Asia Tenggara. Mereka menemukan bahwa kelompok radikal itu beroperasi dengan canggih. Antara lain menggunakan Internet untuk menyebarkan ide-ide radikal, merekrut dan melatih pendukungnya.

    Internet berperan sebagai alat pelatihan dan rekrutmen yang semakin berkembang. Fakta ini, kata studi itu, dapat menjadi ancaman bagi keamanan regional. "Badan keamanan mungkin mendeteksi bom manual, tetapi melewatkan proses radikalisasi yang menghasilkan pembom bunuh diri,” seperti tertulis dalam laporan gabungan dua lembaga ternama itu.

    Ini menandakan bahwa kelompok teroris semakin canggih dalam menggunakan Internet dengan melakukan postingan atau mengirim video tentang cara-cara membuat bom. Tak hanya itu, mereka juga mengembangkan media online tersendiri.

    "Menggunakan platform internasional, para teroris berusaha mempengaruhi ide-ide masyarakat tentang ideologi yang diyakini benar dan upaya memperoleh kemenangan,” tulis laporan itu. Para teroris tidak hanya menyerang kepentingan Barat tetapi mengajak anggotanya menyerang pemerintah di negaranya.

    Asia Tenggara merupakan tempat tinggal kelompok ekstremis seperti Jemaah Islamiyah. Kelompok ini melancarkan serangan bom di Bali pada tahun 2002. Sementara kelompok Abu Sayyaf menyerang Filipina selatan.

    UWD


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.