Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ditemukan Planet Mirip Bumi  

image-gnews
AP Photo
AP Photo
Iklan
TEMPO Interaktif, Jakarta: Setelah mengamati tak kurang dari 340 planet di angkasa luar, sejumlah astronom menemukan sebuah planet yang mempunyai tanda-tanda kehidupan yang mirip dengan bumi. Planet itu diberi nama Gliese 581 e dan Gliese d yang disebut para astronom itu mempunyai sifat exoplanet, yaitu mempunyai tanda-tanda kehidupan yang mirip dengan bumi.

Planet itu berada pada jarak sekitar 20 tahun cahaya dari Bumi, atau sekitar 193 triliun kilometer dari Bumi, dan terletak di rasi bintang Libra. "Sebuah penemuan yang luar biasa dan merupakan pertanda baik adanya sebuah planet yang habitable (kemungkinan bisa didiami)," ujar astronom Alan Boss dari Carnegie Institute, Washington.

Para peneliti menemukan suhu permukaan planet itu tampaknya mengizinkan kemungkinan terbentuknya butiran-butiran air yang sangat penting bagi kehidupan. Suhu temperatur permukaan planet ini diperkirakan stabil anatara 0 - 40 derajat celcius. Planet ini sekitar 1,9 kali lebih besar dibandingkan dengan bumi. Massa planet ini sekitar 5 kali massa Bumi, dan merupakan planet terkecil di luar tata surya yang ditemukan saat ini.

Ada beberapa planet yang telah ditemukan dalam sistem tata surya Gliese 581 namun dua planet yang diduga paling mendekati sifat-sifat Bumi adalah Gliese 581 d dan Gliese 581 e.

Gliese 581 ditemukan oleh sekelompok astronom yang bekerja pada European Southern Observatory dengan lensa teleskop 3,6 meter yang terletak di La Silla, Chile.

Planet yang paling kecil, Gliese 581 e, diperkirakan mempunyai massa 1,9 massa bumi, dan mempunyai orbit mengitasi matahari 3,15 hari. Karena sangat dekat dengan sistem plenet Gliese 581, sehingga memancarkan panas yang kuat, dan mungkin ada gas dan cairan-cairang yang mungkin telah hilang sejak lama, sehingga sekarang hanya meninggalkan batu-batu yang tak layak didiami.  Sedangkan Gliese 581 d mengitari orbit matahari selama 80 hari.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada bulan Pebruari, seorang astronom Perancis juga mengumumkan telah menemukan sebuah planet yang lebih kecil, yang kemudian dia namai CoRo-Exo-7b, yang diperkirakan memiliki massa 1,7 massa bumi, mengintasi sebuah orbit bintang, dan disebut memiliki ciri-ciri seperti Gliese 581 e.

Penemuan ini penting dan semakin membuka gairah para astronom untuk mencari kemungkinan-kemungkinan adanya planet yang memungkinkan para penghuni bumi bisa juga hidup disitu.

LATIMES l WAHYUW

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ulasan Profesor Astronomi BRIN soal Posisi Hilal dan Lebaran 10 April 2024

17 hari lalu

Petugas Kantor Kemenag Kota Sabang melakukan pemantauan hilal di Tugu Kilometer Nol Indonesia, Kota Sabang, Aceh, Minggu, 10 Maret 2024. Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024 ANTARA/Khalis Surry
Ulasan Profesor Astronomi BRIN soal Posisi Hilal dan Lebaran 10 April 2024

Awal Syawal atau hari Lebaran 2024 diperkirakan akan seragam pada Rabu, 10 April 2024. Berikut ini penjelasan astronom BRIN soal posisi hilal terkini.


Tak Segampang Itu Mengamati Komet Setan, Terlalu Singkat dan Berpotensi Terhalang Awan

23 hari lalu

Komet 12P/Pons-Brooks terlihat setelah letusan besar pada 20 Juli 2023. Tanduk khas dalam letusan itu menjadikan komet ini disebut sebagai komet setan. Foto: Comet Chasers/Richard Miles
Tak Segampang Itu Mengamati Komet Setan, Terlalu Singkat dan Berpotensi Terhalang Awan

Kondisi cuaca, polusi cahaya, dan sempitnya durasi bisa menghambat pengamatan Komet Setan.


Fenomena Langka di Langit April 2024, Hujan Meteor Hingga Komet Setan

23 hari lalu

Pemandangan lintasan meteor di langit malam selama hujan meteor tahunan Perseid di Taman Nasional Shebenik, di Fushe Stude, Albania, 13 Agustus 2023. REUTERS/Florion Goga
Fenomena Langka di Langit April 2024, Hujan Meteor Hingga Komet Setan

Sejumlah fenomena astronomi langka bakal terjadi sepanjang April 2024. Ada hujan meteor, gerhana matahari total, sampai okultasi bintang Antares.


Kemunculan Komet Setan, Perlukah Kita Khawatir?

24 hari lalu

Gambaran orbit elips komet 12P/Pons-Brooks yang akan melontarkan 'komet setan' itu mengelilingi matahari pada 2024. Foto: SpaceReference.org
Kemunculan Komet Setan, Perlukah Kita Khawatir?

Komet 12P/Pons-Brooks alias komet setan menuju titik terdekatnya dengan matahari dan bumi. Pakar astronomi membantah isu tanda kiamat.


Pilih 5 Program Studi Perguruan Tinggi Bagi yang Ingin Berkarier di BMKG

2 Februari 2024

Pegawai BMKG menunjukkan bagan prediksi cuaca di Kantor BMKG Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. (ANTARA/Katriana)
Pilih 5 Program Studi Perguruan Tinggi Bagi yang Ingin Berkarier di BMKG

Ingin bekerja di Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika? Berikut 5 program studi di perguruan tinggi yang dibutuhkan BMKG.


Fenomena Astronomi 2024, 5 Gerhana Bulan dan Matahari Tidak Melintasi Indonesia

6 Januari 2024

Fase awal gerhana bulan sebagian (U1) di Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 29 Oktober 2023 dinihari. Fase U1 ini terjadi saat sebagian piringan bulan masuk ke umbra Bumi. ANTARA. FOTO/Paramayuda
Fenomena Astronomi 2024, 5 Gerhana Bulan dan Matahari Tidak Melintasi Indonesia

Ada lima gerhana bulan dan matahari yang akan terjadi pada tahun 2024.


Fenomena Astronomi Desember, Hujan Meteor Geminid Sampai Malam Natal

5 Desember 2023

Hujan meteor Geminid. (nasa.gov)
Fenomena Astronomi Desember, Hujan Meteor Geminid Sampai Malam Natal

Beberapa fenomena astronomi mewarnai langit malam Desember 2023.


Fenomena Langit Oktober Diwarnai Gerhana Bulan dan Tiga Hujan Meteor

4 Oktober 2023

Gerhana Bulan terlihat di Bangkok, Thailand, 8 November 2022. REUTERS/Athit Perawongmetha
Fenomena Langit Oktober Diwarnai Gerhana Bulan dan Tiga Hujan Meteor

Gerhana bulan akan terjadi pada Ahad dini hari, 29 Oktober 2023.


Jakarta Raih 4 Medali Bidang Astronomi di OSN, Ini Kata Pelatih dari Planetarium Jakarta

6 September 2023

Olimpiade Sains Nasional atau OSN 2023. Dok. Puspresnas
Jakarta Raih 4 Medali Bidang Astronomi di OSN, Ini Kata Pelatih dari Planetarium Jakarta

DKI Jakarta meraih juara umum pada Olimpiade Sains Nasional atau OSN 2023 dengan total 71 medali.


Dzaky Rafiansyah Raih Dua Perak Olimpiade Astronomi Berturutan, Ini Rahasianya

4 September 2023

Dzaky Radiansyah bersama medali perak yang diraihnya di International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOOA) ke-16 2023. Foto: Pribadi
Dzaky Rafiansyah Raih Dua Perak Olimpiade Astronomi Berturutan, Ini Rahasianya

Dzaky mengaku menyukai astronomi sejak kelas 3 SMP.