Jumat, 16 November 2018

Imajinasi Kehidupan Kedua dari Second Life

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Second Life

    Second Life

    Second LifeTEMPO Interaktif, Jakarta: Para orang tua yang putra-putrinya keranjingan memainkan game Second Life kini tak perlu khawatir kepada content berbau pornografi di permainan daring tersebut. Linden Lab, pengembang game tersebut, akan melakukan sistem rating.

    Linden mulai menempatkan content berbau pornografi ke jagat tersendiri dengan rating Adult, termasuk content bersuasana kekerasan intensif, foto telanjang, tema, ruang, serta aktivitas yang mengekspresikan seksual.

    Adapun content non-adult atau yang bersifat umum ditempatkan dalam rating Mature. Selain itu, content yang tidak mengiklankan sesuatu yang mengarah kepada tema seksual, kekerasan, serta penggunaan obat terlarang dan alkohol termasuk dalam rating PG (parental guidance).

    Rating default merupakan content yang akan dimasuki setiap orang yang memainkan Second Life berkategori Mature. Adapun mereka yang ingin memasuki dunia Adult akan diverifikasi dalam dua cara, yaitu membayar atau memakai solusi verifikasi usia yang diproduksi oleh Aristotle.

    Second Life adalah permainan daring tiga dimensi. Para pemain menciptakan "kehidupan" kedua yang berasal dari imajinasinya sendiri. Untuk memulainya, pengguna mesti mengunduh penampil Second Life dan menciptakan avatar dirinya sendiri.

    Setelah diinstal, pengguna bisa melakukan aktivitas sendiri atau bersosialisasi. Mereka bisa berjalan, melakukan "teleport", sampai terbang ke ribuan lokasi tiga dimensi yang ada. Pengguna juga bisa melakukan chatting suara dan teks dengan pemain lain di seluruh dunia.

    Antarmuka dan tampilan game ini sama dengan permainan massively multiplayer online role playing games. Namun, ada dua keunikannya.

    Pertama adalah kreativitas. Pengguna memiliki kemerdekaan penuh atas "dunia" yang diciptakannya. Pemain bisa hang-out di klub malam, belanja, memerangi naga, memulai bisnis, menciptakan game, sampai membangun pencakar langit. Semua tergantung pemainnya.

    Keunikan kedua adalah kepemilikan. Daripada memainkan game dengan berlangganan bulanan, pengguna bisa memulai dengan gratis. Setelah itu, pengguna membayar "sewa" lahan bulanan untuk membangun dunia dan kegiatannya sendiri.

    Sama halnya game komputer lain, pemain membutuhkan komputer berbasis Linux, Windows, atau Macintosh. Syarat utamanya adalah adanya sambungan Internet pita lebar.

    Pada komputer Windows, game ini membutuhkan sistem operasi XP atau Vista serta prosesor minimal Pentium III 800 MHz. Selain itu, memori RAM yang dibutuhkan minimal 512 MB. Pengguna juga mesti memiliki resolusi monitor minimal 1.024 x 768 piksel dan kartu grafik minimal Nvidia GeForce 6600 atau ATI Radeon 8500, atau chipset Intel 945.

    Pada komputer Mac, minimal dibutuhkan sistem operasi Mac OS X 10.4.11, prosesor 1 GHz G4, memori RAM minimal 512 Mhz, dan resolusi layar minimal 1.024 x 768 piksel. Kartu grafik minimal ATI Radeon 9200 atau Nvidia GeForce 2.

    Adapun pada komputer Linux dibutuhkan minimal sistem operasi Linux 32-bit dengan prosesor Pentium III 800 MHz, memori RAM minimal 512 MB, dan kartu grafik Nvidia GeForce 6600 atau ATI Radeon 8500.

    DEDDY SINAGA | BERBAGAI SUMBER



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.