Menikmati Buku Pelajaran Digital Lewat Kindle DX  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Amazon.com

    Amazon.com

    Kindle DXTEMPO Interaktif, Jakarta: Jauh sebelum Jeff Bezos, Bambang Soedibyo sudah mengguncangkan dunia pendidikan. Kalau Bezos, pendiri toko buku Amazon.com, ingin menyediakan buku murah untuk pelajar, Bambang punya ide lebih "liar": membeli 300-500 hak cipta buku pelajaran, lalu menggratiskannya.

    Bambang adalah ekonom. Profesor asal Temanggung ini juga pernah menjadi dosen dan tinggal di Yogyakarta "bersama" mahasiswa-mahasiswa miskin. Dia mafhum betapa susahnya membeli buku. Maka, Bambang menggratiskan buku pelajaran di Internet. Siapa saja boleh mengunduh, lalu mencetaknya tanpa bayar.

    Terobosan itu pula yang kini dirintis Bezos. Mantan pialang saham yang kemudian banting setir merintis toko buku Amazon.com dari garasinya itu kini meluncurkan produk barunya, Kindle DX. Ini adalah peranti pembaca buku elektronik. Satu Kindle DX bisa menampung sekitar 3.500 buku.

    Kindle sebenarnya sudah diluncurkan sejak 18 bulan lalu. Tapi, kali ini Bezos mengincar segmen baru: pelajar dan mahasiswa. Idenya sama dengan ide Bambang, yakni membuat buku pelajaran menjadi lebih murah. Orang tak perlu mencetak buku. Semua buku pelajaran bisa diunduh lewat Kindle DX.

    Bezos tak membeli hak cipta seperti Bambang. Penggila buku asal Texas itu menggandeng para penerbit raksasa, seperti Pearson, Wiley, dan Cengage. Dengan gandeng tangan ini, setidaknya Bezos membuat buku lebih murah serta dia mengantongi 60 persen buku pelajaran yang di Amerika nilainya mencapai US$ 8 miliar (Rp 84 triliun) setahun.

    "Impian saya adalah membuat peranti kecil yang bisa menampung semua buku pelajaran," kata Bezos. Jadi, pelajar tak perlu membawa atau membeli buku yang tebal, mahal, dan merepotkan.

    Kindle DX ini ukurannya lebih besar ketimbang Kindle biasa. Layarnya ukuran 9,7 inci atau seukuran dengan layar netbook. Layar ini 2,5 kali lebih lebar ketimbang Kindle lama, yaitu Kindle 2. Cukup enak di mata. Bayangkan, betapa sedapnya belajar anatomi biologi lewat buku digital seperti Kindle DX.

    Selain buku pelajaran, Bezos sudah menggandeng ratusan buku dan koran. Di mana saja Anda mendapatkan sinyal 3G, Anda bisa masuk ke toko Amazon.com dan membeli buku. "Dalam 60 detik buku itu akan berpindah ke Kindle," kata Bezos.

    "Peranti ini menyodorkan sebuah pengalaman yang berbeda dari ritual membaca buku," tulis New York Times. Tapi ini pengalaman yang mahal memang, US$ 489 (Rp 5,1 juta).

    Burhan | NYT | Guardian


    Kelebihan Kindle DX:

    Tipis: Sekitar 1,2 sentimeter atau setipis majalah.

    Perpustakaan berjalan: Menampung 3.500 buku, dokumen, atau jurnal.

    Layar cantik: Layarnya 9,7 inci, seukuran laptop mini atau netbook.

    Layar putar:
    Layar bisa berganti secara otomatis dari mendatar ke tegak, begitu pula sebaliknya.

    Pembaca PDF :
    Dilengkapi dengan software yang bisa membaca berkas PDF.

    Akses: Tersedia akses 3G, tanpa kontrak tahunan, dan bisa mengunduh buku di mana saja.

    Terkirim 60 detik:
    Buku yang dibeli terkirim dalam waktu 60 detik, tanpa perlu terhubung dengan komputer.

    Baterai: Tahan beberapa hari.

    Pilihan buku:
    Sekitar 275.000 buku dengan harga diskon sekitar US$ 9,99.

    Harga: US$ 489 (Rp 5,1 juta)


    KLIK VIDEONYA DI SINI:

    Kindle DX


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.