LG Luncurkan Produk Rumahan untuk Kesehatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Produsen elektronik LG meluncurkan rangkaian produk perlengkapan rumah tangga dengan fungsi kesehatan, Senin (18/5), di hotel JW Marriot, Jakarta. Peluncuran itu juga menandai LG HealthPlus Campaign, kampanye kesehatan yang digiatkan di seluruh wilayah Asia.

    Direktur Sales Nasional LG Electronics Indonesia, Budi Setiawan, mengatakan isu kesehatan kini menjadi titik tekan perusahaan asal Korea ini. "Hampir semua produk dilengkapi dengan teknologi yang mendukung hidup sehat," ujarnya.

    Produk-produk yang diluncurkan oleh LG kali ini di antaranya pendingin udara, air purifier dengan ion pembunuh bakteri, dan filter alergi yang menyaring udara penyebab alergi.

    Selain itu ada pula lemari es dengan teknologi lampu LED fotosintesis, vacuum fresh, dan vitalight. Sementara mesin cuci yang diperkenalkan menggunakan teknologi smart detergent residue sensor yang mampu menyingkirkan deterjen sisa cucian.

    Terakhir LG juga memperkenalkan microwave dengan fungsi steamchef yang menyerap kandungan garam dan lemak yang terlalu tinggi dari makanan, serta mesin pencuci piring dengan hybrid drying system yang mengeringkan cairan dari dalam mesin.

    Executive Vice President, Head of Washing Machines Global Business Seong Jin JO mengatakan, kampanye ini telah diadakan di Malaysia, Thailand, dan Vietnam. "Setelah ini kampanye akan dilanjutkan ke Australia, Singapura dan seluruh Asia," ucapnya.

    Selain mengemukakan isu kesehatan, isu ramah lingkungan tetap menjadi salah satu tema produk-produk di atas. Menurut Seong selain menghemat air, produk-produk tersebut juga dirancang lebih hemat listrik dibandingkan produk LG sebelumnya.

    "Secara keseluruhan kami memakai teknologi yang menghemat listrik 40 sampai 50 persen lebih hemat dari produk sebelumnya," tuturnya. Khusus mesin cuci, lanjut Seong, bisa menghemat sampai 50 persen ketimbang produk sebelumnya.

    LG juga menjamin konsep ramah lingkungan ini tidak hanya diterapkan pada produk mereka tetapi juga pada proses produksi di pabrik LG. "Sekitar 65 persen sampai 80 persen limbah produksi LG bisa didaur ulang," ucap Seong.

    KARTIKA CANDRA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?