Netbook Gateway, Geliat Baru Pemain Lama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gateway

    Gateway

    TEMPO Interaktif, Jakarta: Anda masih ingat Gateway? Ini adalah perusahaan komputer asal Irvine, California, Amerika Serikat, yang kondang pada era 1990-an.

    Lama tenggelam di antara pemain-pemain baru maupun lama di bisnis komputer, Gateway mencuri perhatian pada Oktober 2007. Pada saat itu Gateway diakuisisi oleh Acer senilai US$ 710 juta.

    Tak seperti Lenovo, yang menggusur cap IBM dari produknya, Acer tampaknya tak ingin memupus nostalgia orang akan nama Gateway. Maka Gateway kembali menggeliat di pasar komputer yang sarat pemain itu.

    Pada Maret lalu, Acer memboyong Gateway ke Indonesia dengan sederet produk lengkap, dari kelas netbook untuk penggunaan bergerak sampai laptop yang dirancang oleh Pininfarina, rumah desain mobil dari Italia.

    Netbook yang dipasarkan di Indonesia adalah model LT20. Sepekan terakhir, netbook berwarna hitam ini menemani keseharian iTempo.

    Untuk soal "mesin", sebetulnya netbook ini terbilang standar. Artinya, ia sama saja seperti berbagai merek netbook yang beredar di Indonesia saat ini, dari merek lokal sampai para pemain besar.

    Di bagian mesin, Gateway masih memakai prosesor Intel Atom N270. Hard disk-nya berkapasitas 160 gigabita (GB) dan RAM 1 GB. Kapasitas ini sudah lebih dari cukup untuk menjalankan sistem operasi Windows XP Home.

    Di tubuhnya terdapat slot kartu memori dengan rentang jenis yang luas, mulai XD, SD, MS, MS Pro, MMC, sampai MMC Plus. Terdapat tiga port USB dan jack untuk headphone/earphone dan mikrofon.

    Unsur yang selalu menjadi pembeda produk-produk itu adalah soal desain dan fitur-fitur tambahan di dalamnya. Gateway pun begitu.

    Desain Gateway LT20 sepintas mirip buku agenda eksklusif. Begitulah kesan seorang teman yang melihat komputer ini suatu kali. Apalagi dengan adanya simbol Gateway dari logam berbalur krom di "kulit" belakang layar.

    Bagian kulit dilapisi bahan plastik mengkilap dibingkai warna abu-abu tua. Engselnya tampak jelas saat layar diangkat. Ada kemungkinan terbuat dari bahan yang sama, namun dilapisi bahan yang berbalur krom.

    Bagian palm-rest didesain dengan corak domino sehingga menampilkan kesan elegan. Apalagi ditambah touchpad yang dibingkai garis berwarna krom, seperti pada tombol klik.

    Tombol on/off dipasang di sudut kanan atas keyboard. Terbuat dari bahan plastik transparan. Unik juga.

    Tombol papan ketik LT20 memang tak sampai seukuran tombol papan ketik standar. Namun, juga tak sekecil model netbook lawas. Tombol-tombol ini nyaman dipencet meski terasa agak kekecilan untuk pemilik jemari besar.

    Fitur tambahan pada LT20 adalah peranti lunak Gateway Recovery Management. Dengan beberapa klik saja, pengguna bisa menciptakan cakram factory default alias tata awal laptop, bilamana sistem rusak.

    Peranti ini juga bisa menciptakan cakram cadangan untuk aplikasi dan driver yang ada pada laptop. Dengannya, sistem bisa dipulihkan ke kondisi semula tanpa perlu mencari-cari peranti installer pada tiap-tiap aplikasi dan driver.

    Satu masalah saat memakai netbook ini dalam waktu lama adalah suhunya. Tubuhnya akan memanas, menjalar sampai ke keyboard dan palm-rest. Alhasil, tak nyaman menggunakannya di pangkuan dalam waktu lama.

    Tapi pengguna akan dimanjakan dengan resolusi layar yang tinggi. Laptop ini mampu menghadirkan resolusi hingga 1.280 x 720 piksel. Tampilan layar menjadi begitu tajam dan jernih.

    DEDDY SINAGA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.