Ramai-ramai Adu Murah Internet via Ponsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebuah pesan tak biasa mampir di kotak surat iTempo pekan ini, "Tolong jangan menghubungi saya melalui Friendster lagi, sekarang saya aktif di Facebook."

    Iskha Siahaan, penulis pesan "menggelitik" itu, rupanya merasa perlu mengumumkan "migrasinya" dari Friendster ke Facebook kepada teman-temannya yang ada di Friendster.

    Apa alasannya? "Friendster tidak menarik lagi," katanya singkat kepada iTempo melalui surat elektronik.

    Belum ada data statistik apa pun yang bisa menjelaskan berapa angka migrasi seperti Iskha yang terjadi di antara kedua situs jejaring sosial populer itu. Lagi pula soal menarik atau tak menarik adalah hal relatif.

    Namun, satu hal yang tak bisa dimungkiri adalah Facebook begitu populer saat ini. Republik Facebook, begitulah Budi Putra pernah menyebut fenomenalnya situs jejaring sosial itu di Indonesia suatu kali. Blogger kondang ini memang tak mengada-ada.

    Data per Maret lalu menyebutkan, pengguna Facebook di Indonesia sudah mencapai 1,4 juta orang. Laju pertumbuhannya mencapai 40 persen pada 2008. Jumlah ini tentu saja masih akan bertambah. Saban hari, ada saja pengguna-pengguna Facebook baru.

    Apalagi angka itu masih jauh dari total pengguna Internet di Indonesia. Sampai 2008, jumlah pengguna Internet di Indonesia telah mencapai 25 juta orang, berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.

    Penetrasi Facebook pun merambah ponsel. Alih-alih membutuhkan ponsel pintar yang mahal, melalui ponsel murah pun pengguna Facebook bisa memperbarui statusnya dengan pesan pendek atau SMS.

    Begitulah layanan 3 (Three) dari Hutchinson CP Telecom. Biayanya hanya Rp 5.000 per bulan. Ini jauh lebih murah ketimbang saban hari mesti mengakses Internet di Warung Internet meski biayanya hanya rata-rata Rp 3.000 per jam.

    Dengan cara berbeda, XL menggandeng Nexian dan meluncurkan aplikasi Facebook seperti yang terdapat pada handset BlackBerry. Menariknya, layanan ini disediakan pada handset NX-G900, yang bentuknya mirip BlackBerry. Aih!

    Atau, tanpa layanan khusus itu pun pengguna ponsel sudah bisa menikmati Facebook versi web di layar ponsel dengan biaya murah. Akhir-akhir ini operator mulai menseriusi layanan Internet melalui ponsel itu.

    Axis, misalnya, sampai akhir Mei menawarkan kuota 100 MB per bulan secara gratis. Excelcomindo juga meluncurkan paket Internet unlimited untuk "prabayar" XL sejak Februari lalu. Dengan isi ulang Rp 100 ribu, pengguna bisa menikmati kuota tak terbatas dengan kecepatan 256 kilobita per detik (Kbps).

    Indosat meluncurkan kartu IM3 Groov3, yang menawarkan paket data berbasis volume atau waktu. Paket ini menawarkan paket data Rp 10 per 30 detik. Dengan duit Rp 5.000, pengguna bisa mengakses Internet selama empat jam dengan kecepatan 256 Kbps.

    Paket-paket dari operator ini adalah kabar baik. Penetrasi Internet akan semakin dalam karena jumlah pengguna ponsel di negeri ini jauh di atas pengguna komputer. Dengan tarif yang murah, siapa pun tak lagi sungkan menjelajahi dunia maya melalui layar ponselnya, meski sempit.

    DEDDY SINAGA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?