Jorjoran Internet Murah: Dari Gratis Sampai 'Anti-Mati Gaya'

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Opera

    Opera

    TEMPO Interaktif, Jakarta: Ada saja cara orang untuk mengakali sesuatu. Untuk urusan Internet di ponsel, yang terbilang mahal pada awalnya, cara Andri Pradita, 20 tahun, boleh ditiru.

    "Kalau sudah terbuka, langsung pencet tombol merah," tutur mahasiswa Universitas Gunadarma, Jakarta, itu menunjuk tombol off di ponsel Sony Ericsson lawasnya. Dengan begitu, koneksi GPRS pun terhenti dan pulsa stop tersedot.

    Cara itu dipilih, menurut Andri, lantaran menjelajah Internet di ponsel merupakan santapan harian baginya. Selain mengakses situs jejaring sosial, seperti Friendster, Andri rajin mengunduh gambar. Tapi itu semua harus ditebus dengan harga mahal.

    Itu dulu. "Sekarang sudah murah sih, sehari paling Rp 1.000 sampai 3.000," ujar Andri, yang memakai kartu seluler IM3, salah satu produk Indosat.

    Para operator seluler akhir-akhir ini mulai menggarap pasar Internet di ponsel secara serius serta menawarkan paket-paket murah. Indosat, melalui IM3 dan Mentari, misalnya, menawarkan paket data gratis selama 100 menit bila membeli kartu perdana baru. Lalu, saban mengisi ulang, pengguna mendapat bonus 10 menit.

    Salah satu program Indosat yang sedang ramai ditayangkan iklannya di media massa adalah IM3 Groov3. Group Head Marketing Indosat Teguh Prasetya mengatakan program ini dibuat lantaran sejak akhir 2008 permintaan terhadap Internet sangat tinggi.

    "Pertumbuhan year on year pengguna broadband saja sampai 600 persen. Pengguna GPRS juga tinggi banget," ujar Teguh. Ia menyebutkan, rata-rata 30 persen dari total 33 juta pelanggan Indosat mengakses Internet.

    Excelcomindo dengan kartu XL-nya malah menawarkan Internet murah yang berlaku sejak Mei ini sampai akhir Agustus mendatang. General Manager Marketing Internet dan Data Service XL Ari Tjahjanto mengatakan promosi itu ditujukan bagi pelanggan pemula. "Supaya mereka mencoba bagaimana layanan XL dan akhirnya menggunakan layanan ini," ujarnya.

    Tawaran XL adalah tarif Rp 0,01 per kilobita untuk 50 kilobita pertama per hari. "Jadi promosi ini berlaku setiap hari untuk 50 kilobita," ujar Ari.

    Ari sendiri menyebutkan bahwa 70 persen pelanggan XL sebetulnya sudah mengakses Internet. Namun, potensi yang tersedia masih besar. Ari mengatakan saat ini pelanggan seluler mencapai 100 juta pengguna, sedangkan pengguna Internet baru 27 juta dan yang berlangganan hanya 2,7 juta.

    Operator Three setali tiga uang. Dengan tagline "Anti-Mati Gaya", operator ini menawarkan gratis Internet sebesar 1 megabita per hari. Mereka juga menyediakan layanan Facebook dan Yahoo! Messenger berbasis pesan pendek alias SMS.

    Chief Commercial Officer Three Suresh Redy mengatakan promosi itu berhasil mendongkrak jumlah pelanggan unik serta mempertahankan pelanggan lama. Saat ini perusahaan tersebut sudah memiliki lebih dari 4,5 juta pelanggan di Indonesia.

    Menurut Suresh, mereka mampu menawarkan paket murah lantaran meningkatnya jumlah kapasitas. Selain itu, teknologi semakin maju. "Karena itu pula bukan tidak mungkin jika harga layanan Internet nanti akan lebih murah lagi, tergantung kondisi pasar dan minat pelanggan," ujarnya.

    Di pihak lain, Axis, operator seluler pendatang baru, menyebutkan bahwa tingginya persaingan antaroperator adalah pemicu lain turunnya harga paket data. "Operator akhirnya menggelar berbagai program untuk menarik konsumen," ujar Chief Marketing Officer Axis Johan Buse.

    Axis sendiri menawarkan paket Asix gratis 1 megabita per hari dan selebihnya dibanderol Rp 1 per kilobita. Program ini, kata Johan, direspons positif oleh pelanggan mereka yang telah berjumlah lebih dari 3,5 juta orang. "Terjadi peningkatan jumlah yang signifikan," katanya.

    Karena itu, tak mengherankan kini mulai banyak orang seperti Andri yang menuai manfaat kian murahnya paket data seluler ini. Lalu barangkali tak perlu lagi berpanjang-panjang akal bila semua sudah murah dan mudah.

    KARTIKA CANDRA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.