ZTE dan Huawei Agresif Garap BTS Lanjutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: JAKARTA - Dua vendor jaringan telekomunikasi asal Cina, ZTE dan Huawei, semakin agresif di pasar teknologi nirkabel lanjutan. Huawei misalnya, telah mendirikan stasiun basis (BTS) SDR (Software Defined Radio) untuk jaringan GSM/UMTS terpadu bersama operator America Movil di Panama.

    Stasiun basis SDR adalah teknologi BTS generasi keempat. Teknologinya mendukung model jaringan yang bervariasi. Mulai dari CDMA2000, GSM/UMTS, sampai LTE dan WiMAX. Dengan SDR, operator akan memiliki platform tunggal yang mampu menangani beragam standar jaringan nirkabel.

    Misalnya pada layanan America Movil, operator ini akan bisa memancarkan jaringan GSM dan UMTS sekaligus dari satu BTS. Pada cara lama, pemancarannya terpisah.

    "Kami merasa terhormat telah terpilih oleh America Movil untuk membantu mereka meluncurkan jaringan GSM/UMTS berbasis SDR," kata Zhang Shunmao, Presiden Huawei Amerika Latin.

    Pesaing Huawei, ZTE, juga tak kalah agresif. ZTE telah mengirimkan 107 ribu unit stasiun basis SDR ke beberapa lokasi. ZTE mengklaim solusi mereka lebih hemat listrik sampai 45 persen.

    "Inovasi, integrasi, dan kesinambungan, serta hemat biaya, menjadi faktor kebutuhan utama dalam industri nirkabel," kata Zhao Xianming, Wakil Presiden Senior ZTE Corp, dalam siaran persnya kepada Tempo kemarin.

    Sebelumnya, pada tahun ini juga ZTE bekerjasama dengan CSL Hong Kong untuk mendirikan jaringan HSPA+ komersial pertama berbasis SDR di dunia. Jaringan ini mampu menyajikan kecepatan downlink sampai 21 megabita per detik dan menjadi jaringan komersial 3G tercepat di dunia.

    DEDDY SINAGA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.