Nokia Kenalkan Pemasaran di Pedesaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Nokia Siemens Networks memperkenalkan koneksi dan pemasaran bagi warga pedesaan. Konsep ini mengkombinasikan arsitektur jaringan berbasis GSM modular dengan model bisnis waralaba yang inovatif. “Dimana manajemen dan layanan komunikasi dikontrol oleh wirausahan tingkat desa,” kata Arjun Trivedi, Head of Indonesia perusahaan itu kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/6).

    Menurut Arjun, dengan model ini jaringan pedesaan dapat dibangun dengan modal yang jauh lebih rendah dan menghilangkan biaya operasional yang besar. Dengan solusi interface udara GSM berarti pengguna dapat menggunakan beberapa ponsel dari ponsel murah di dunia.

    Perusahaan raksasa ini juga membantu menghadirkan model komersial bagi usaha kecil di pedesaan dengan sistem eCommerce. Belanja online yang terintegrasi ini memungkinkan mereka menjangkau konsumen melalui kios atau warung. Alhasil warga pedesaan tak hanya mampu mengakses produk pilihannya, para pemasok memiliki saluran penjualan baru yang menjangkau pasar. Sistem baru yang ditawarkan Nokia Siemens juga menyediakan model bisnis untuk operator yang berminat dalam pelayanan Internet ke komunitas pedesaan.

    Kepada wartawan, Nokia memperlihatkan perangkat bernama Village Connection and Internet Kiosk. Flexi Base Station ini kabarnya meraih penghematan energi pada setiap situs BTS. Dengan meningkatkan temperatur operasi sekitar pada BTS, kebutuhan terhadap AC yang boros akan dikurangi karena pendinginan menggunakan udara luar.

    Pada kesempatan itu, Stephan Martin memaparkan kiat dan contoh sukses pemasaran di pedesaan. Analis dari Nokia Siemens Networks ini mengutip hasil riset bertajuk “Rural Marketing Practise for Telecom Service Report” yang dilakukan Center for Knowledge Societies tahun lalu. Riset ini dilakukan di Bangladesh, India, Indonesia, Filipina dan Vietnam.


    UNTUNG WIDYANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.