Tiada Hari tanpa Birdstrike  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, New York: Tak kurang dari 20 kali dalam sehari, pilot dari berbagai penjuru Amerika Serikat melaporkan bahwa kawanan burung telah menabrak pesawat mereka. Informasi itu dikeluarkan oleh Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) berdasarkan database tabrakan dengan binatang liar secara nasional, April lalu.
    Bandar Udara Internasional Denver melaporkan kasus tabrakan dengan burung terbanyak dalam dekade ini, tak kurang dari 2.090 kasus. Secara nasional, burung yang paling banyak bertabrakan dengan pesawat adalah mourning dove, sejenis merpati liar.
    Database itu juga merekam laporan tabrakan pesawat-burung sejak Januari 1990 sampai akhir November 2008. Sedikitnya 112 ribu tabrakan dengan binatang liar terdaftar dalam database itu. Meski 97 persen laporan itu menyebut burung sebagai pelaku tubrukan tersebut, database itu juga memasukkan beragam hewan sebagai penyebab strike, seperti rubah, kelinci, anjing, kelelawar, muskrat, kura-kura, dan prairie dog, sejenis binatang pengerat.
    Meski telah mencakup ribuan data, pejabat federal mengingatkan bahwa database itu belumlah komplet karena banyak pilot yang tidak mengisi laporan itu dengan lengkap. Dalam sejumlah kasus, spesies binatang yang menabrak juga tidak bisa diidentifikasi dengan benar oleh mekanik atau teknisi yang menemukan sisa bangkai binatang itu.
    "Ini adalah sistem pelaporan tabrakan secara sukarela, mungkin Anda akan menemukan bandar udara dan maskapai penerbangan lain yang menerapkan prosedur pelaporan yang lebih detail," kata James R. White, deputi direktur keamanan dan standar bandara FAA.
    Database itu juga memasukkan tipe pesawat, ketinggian, waktu tabrakan, dan kondisi lainnya. Informasi itu dapat membantu pengelola bandara merancang tindakan untuk mengantisipasi tabrakan pesawat dengan binatang liar, seperti menembakkan kanon udara untuk menakut-nakuti burung, melepas anjing pemburu, mengisi danau-danau di sekitarnya untuk menghalangi spesies pembawa masalah, atau memotong rerumputan dekat bandara sehingga burung yang umumnya menyukai rumput tinggi enggan datang.
    Pada akhir-akhir ini, jumlah kasus tabrakan burung-pesawat tampaknya terus meningkat, tapi para pejabat pengawas penerbangan menyatakan hal itu mungkin terjadi karena sistem pelaporan yang bertambah baik, bukan peningkatan insiden.
    White mengatakan database itu menunjukkan pertumbuhan populasi burung besar, sebuah tren yang mencemaskan. "Populasi burung, terutama burung besar, kian meningkat secara dramatis karena berbagai langkah di Amerika untuk menghentikan penggunaan pestisida seperti DDT dan membersihkan saluran air," katanya. "Populasi angsa Kanada tumbuh delapan persen tiap tahun selama 20 tahun terakhir."
    TJANDRA | AP | MNH

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.