Kobian, Robot Emosi Pertama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +

  • TEMPO Interaktif, Tokyo -Robot humanoid bernama Kobian ini tak hanya dapat berjalan dan melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan manusia, melainkan juga bisa mengekspresikan emosi sama halnya dengan manusia. Ada tujuh macam ekspresi emosi yang dapat ditunjukkan Kobian, yaitu gembira, terkejut, sedih, benci, marah, bingung dan bahagia.
    Kobian pertama kali diluncurkan dalam sebuah konferensi komunikasi komputer pada 2008 sebagai perawat orang lanjut usia. Awalnya, Kobian hanya dapat mengekspresikan emosi pada kepalanya saja, namun para ilmuwan akhirnya menambahkan gerakan tubuh lainnya, baik badan, kaki maupun tangannya. Terobosan itu dilakukan setelah para pengguna Kobian sulit menginterpretasikan emosi yang diperlihatkan robot tersebut.
    Kini Kobian dapat menggerakkan mulut, bibir, kelopak mata, alis serta menggoyangkan kepala dan bahu untuk meniru ekspresi manusia. Selain memperlihatkan emosi, robot buatan para ilmuwan Waseda University, Tokyo, Jepang itu juga bisa berjalan berkeliling, menyadari kondisi lingkungannya serta melakukan tugasnya sebagai robot perawat. Robot itu juga dilengkapi dengan tangan karet untuk meniru kelembutan tangan manusia.
    Untuk menghasilkan robot yang dapat menggerakkan wajah dan tubuhnya dalam berbagai ekspresi, para ilmuwan memasang 48 actuator. Ketika menunjukkan bahagia, Kobian akan membuka lebar mata dan mulutnya serta menaikkan kedua tangannya dan memperlihatkan rasa sedih dengan menundukkan kepala dan menutup mata.
    Profesor Atsuo Takanishi dan timnya di Fakultas Teknik dan Sains Waseda University menghabiskan 2,5 tahun untuk menciptakan Kobian. "Ini adalah robot pertama yang dapat mengekspresikan emosinya dengan seluruh tubuh," kata Takanishi. "Kemampuan memperlihatkan perasaan adalah faktor penting dalam mencapai komunikasi alami antara robot dan manusia."
    Takanishi berharap robot seperti Kobian dapat digunakan untuk membantu orang lanjut usia dan rumah jompo. Namun dia mengatakan robot itu masih dalam tahap prototipe dan masih perlu beberapa tahun lagi sebelum Kobian bisa berinteraksi secara mandiri.
    TJANDRA DEWI| AP | CBS

    Caption: Kobian menunjukkan emosi jijik (AP Photo/Shizuo Kambayashi)
    Caption: Kobian memperlihatkan rasa sedih
    Caption: Kobian memperlihatkan kebahagiaan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?