Lembaga Riset Militer Berlomba Bikin Transformer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robot transformer yang diinginkan NASA

    Robot transformer yang diinginkan NASA

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Robot-robot macam Transformers, yang bisa mengubah bentuk dan bermetamorfosis sendiri, ternyata diminati banyak lembaga riset termasuk lembaga militer.

    Tahun lalu, misalnya, sekelompok ilmuwan di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, sudah menarik perhatian dengan robot modular berjalan mereka yang bisa bangun dan merangkai dirinya lagi setelah ditendang berantakan. Lembaga riset militer Defense Advanced Research Projects Agency dan National Science Foundation.

    Superbot juga bisa mendemonstrasikan kemampuan self-repair dan self-assembly itu. Modul-modulnya adalah robot yang independen yang bisa "saling bicara" satu sama lain menggunakan gelombang radio dan inframerah.

    Setiap modul itu secara konstan membaca situasi dan melihat apa yang dilakukan modul lain di dekatnya. Dari sana, setiap dari mereka lalu memutuskan apakah harus berlaku sebagai lengan atau kaki untuk membangun Superbot.

    "Satu kemampuan Super Robot yang juga kami demonstrasikan adalah bahwa Anda bisa memiliki sebuah robot dan mematahkannya menjadi dua ular robotik yang saling independen," kata Shen memberi contoh. "Tidak ada yang namanya sistem saraf dan otak pusat di sini."

    Begitu pun Superbot yang bergerak dengan empat kakinya bisa secara instan menjadi sepasang robot dua kaki. Kedua robot berkaki dua itu kadang mengeksploitasi "gaya kupu-kupu" seperti yang digunakan para perenang.

    Buka cuma NASA, Pentagon dan agen pemerintah lain di Amerika Serikat selain NASA juga menunjukkan ketertarikan pada ide robot-robot Transformers. Mau bukti? Untuk pekerjaannya mencipta dan menyempurnakan Superbot, Shen juga mendapat dukungan dana dari sumber-sumber seperti lembaga riset militer Defense Advanced Research Projects Agency dan National Science Foundation.

    WURAGIL | LIVESCIENCE


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.