Sony Luncurkan Netbook

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Netbook Sony Vaio

    Netbook Sony Vaio

    TEMPO Interaktif, Tokyo - Sony Corp akhirnya kepincut juga dengan bisnis netbook. Mereka berencana meluncurkan netbook Sony Vaio seharga US$ 629 (sekitar Rp 6,3 juta) di pasar Jepang pada Agustus tahun ini.

    Netbook--yakni laptop yang lebi mini dari laptop konvensional dengan prosesor kecil juga--memang sedang menjadi tren. Dipelopori oleh produsen Taiwan yakni Asustek pada 2007, produk ini meledak di mana-mana. Pemain besar seperti Acer, HP, Dell juga telah menggarap lini ini.

    Sony boleh dibilang terlambat masuk segmen pasar ini. Namun, jurubicara Sony optimistis dengan rencana ini karena mereka meluncurkan produk dengan layar dan desain yang bagus.

    Netbook keluaran Sony itu akan memakai prosesor Intel  Atom 1.6GHz dan sistem operasi Windows XP. Resolusi layarnya 1.366 x 768 pixel, bandingkan dengna kebanyakan netbook yang memakai layar 1.024 x 600 pixel.

    Berdasarkan bocoran yang didapatkan Engadget.com, netbookini memiliki layar 10,1 inchi.Netbook ini jugamemakai hardisk 160GB, 1GB RAM, Bluetooth, akses Wi-Fi 802.11b/g/n, webcam, serta colokan untuk MemoryStick / SD card. Baterainya disediakan dua opsi yakni yang tiga sel yang bisa tahan tiga jam atau 6 sel yang bisa tahan 4-5 jam.

    Dengan kehadiran produk ini Sony yakin penjualan komputernya akan melonjak menjadi 6,2 juta unit pada Maret 2010. Tahun ini penjualan Sony mencapai 5,8 juta unit.

    Berdasarkan data riset IDC, jumlah penjualan netbook pada 2009 ini meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang cuma 26,4 juta unit. sony berharap, netbook bisa mendongkrak popularitas dan harga saham Sony yang kini sedang melorot 2,3 persen di bursa Tokyo.

    BS | Reuters


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?