Sang Masterpiece, Televisi LCD Paling Tipis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Tirai hitam menutupi bagian depan Ballroom, Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan Jakarta, Selasa dua pekan lalu. Pada acara peluncuran jajaran televisi Sony Bravia itu, ruangan besar tersebut sengaja dirancang demikian. Usai Kazuo Sawachi, General Manager Marketing Division Head, PT Sony Indonesia memberi kata sambutan, tirai itu pun perlahan dibuka.

    Dibalik tirai, telah ada beberapa ruang yang disekat-sekat. Ada yang “disulap” layaknya sebuah ruang keluarga, kamar tidur, ada pula yang seperti pantry atau dapur. Di masing-masing ruang, dipajang satu seri televisi Sony Bravia yang diluncurkan saat itu. Ada Bravia W550, V550, S550, Z550A serta X450A. Sony Indonesia sepertinya ingin memberi pesan. Televisi ini cocok ditempatkan di setiap ruang.

    Tapi, tak semua televisi yang diluncurkan diletakkan di dalam ruang settingan itu. Sebuah televisi berukuran 40 inci diletakkan di atas panggung, tepat di belakang podium. Ya, televisi seri ZX1, yang juga diperkenalkan hari itu, memang bukan televisi “biasa”. “Seri ini adalah masterpiece dari Sony Bravia,” kata Budi Irawan, asisten manajer departemen pemasaran produk, Sony Indonesia.

    Mengapa disebut masterpiece? Menurut Budi, Bravia ZX1 memang diproduksi secara ekslusif. Ekslusifitas ini terutama pada desainnya. “Layarnya paling tipis di dunia, dengan ketebalan cuma 9,9 mm saja,” ujarnya. Rahasia dibalik desainnya yang tipis itu adalah teknologi Edge LED yang dipasang menyamping, untuk menyamarkan layar dibanding menggunakan backlight array biasa.

    Karena bentuknya yang sangat tipis itulah, televisi ini cocok baik saat dipasang pada dudukannya, atau ketika dipasang di dinding. Teknologi LED backlight ini juga berdampak pada penghematan energi. “Rata-rata 50 persen lebih hemat dari televisi LCD biasa,” kata Budi.

    Fitur lain yang digadang-gadang Sony pada seri ini adalah full HD audio-video wireless. “Dengan fitur ini, kita tak perlu lagi menggeret-geret kabel audio-video,” ujarnya. Inovasi ini merupakan terobosan. Dengan teknologi nirkabel Bravia 1080, kecepatan koneksi tanpa kabelnya memungkinkan transmisi sinyal audio-video definisi tinggi (HD) secara real-time ke televisi ZX1.

    Sinyal-sinyal tersebut akan diterima oleh sebuah receiver box. Perangkat penerima berbentuk seperti decoder, yang disediakan sepaket dengan televisi ini, mampu menerima sinyal dari jarak maksimal hingga 20 meter di dalam ruangan. Alhasil, meski tetap mempunyai kabel power, kesan mewah televisi ini tak diganggu oleh kabel-kabel audio dan video yang bersliweran, seperti televisi pada umumnya.

    Namun tak hanya dari sisi desain. Bravia ZX1 juga menyediakan kualitas gambar yang sangat menakjubkan, yang membedakannya dengan televisi pada umumnya. Adalah teknologi Motionflow 100HZ. Teknologi ini sebenarnya bukan teknologi yang khusus diadopsi seri ZX1.

    Pada jajaran televisi Sony Bravia lainnya juga telah ditanam teknologi ini. Bahkan seri Z550A, yang juga diluncurkan saat itu, telah memakai teknologi Motionflow 200HZ. Namun, baik Motionflow 100HZ maupun 200HZ, sama-sama diandalkan Sony pada jajaran Bravia teranyarnya itu.

    Teknologi Motionflow 100HZ menggunakan algoritma unik untuk meningkatkan kecepatan frame gambar televisi ke 100 fps, dengan memasukkan frame tambahan secara cerdas ke dalam gambar. Frame tambahan ini akan mengimbangi kecepatan dan kehalusan pada adegan seperti olahraga, pergerakan kamera yang cepat, atau naik turunnya teks pada bagian bawah layar.

    Frame dengan kecepatan 50HZ seperti televisi umumnya, terlalu lambat untuk menampilkan secara tepat dan halus pada adegan-adegan itu. Dengan Motionflow 100HZ, gambar bergerak akan ditampilkan dengan presisi tinggi dan mulus. “Dengan jumlah 100 frame per detik, gambar akan terlihat tajam dan stabil,” katanya.

    Ini karena Motionflow 100HZ juga dilengkapi IB (Image Blur) Reduction. Fitur ini akan membersihkan sinyal orisinal, menajamkan frame sebelum digunakan sebagai basis untuk membuat frame selanjutnya. “Dengan layar yang sangat tipis dan teknologi canggih, ZX1 akan mampu menarik perhatian konsumen yang jeli,” ujar Kazuo Sawachi.

    Televisi ini memang diproduksi untuk segmen terbatas. Karena itulah harga sang “masterpiece” ini juga tergolong istimewa, Rp.69,9 juta per-unitnya. “Untuk pasar Indonesia, hanya tersedia 45 unit saja,” kata Budi. Siapa cepat, dia dapat sang masterpiece.

    Dimas

    Bookmark:
    LED : Light-Emitting Diode: Sebuah dioda semi konduktor yang memancarkan cahaya pada sebuah perangkat elektronik.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.