Ditemukan, Obat Panjang Umur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Rapamycin, jenis obat dari Pulau Paskah di Pasifik Selatan, ternyata berpotensi membantu melawan proses penuaan (ageing). Efek panjang umur yang diberikannya kepada seekor tikus tua dianggap melampaui efek yang didapat manusia ketika ia berhasil menghindari atau sembuh dari kanker dan sakit jantung sekaligus.

    “Saya tidak pernah berpikir akan sempat menemukan pil anti penuaan, tapi rapamycin menunjukkan potensi yang amat besar untuk itu,” kata Arlan Richardson dari Barshop Institute yang memimpin koleganya menuliskan laporan hasil studi mereka dalam dalam jurnal Nature.

    Richardson dan kawan-kawannya dari pusat-pusat ilmu kesehatan di Texas, Michigan, dan Maine itu memberikan rapamycin kepada tikus yang ketuaannya setara manusia 60 tahun. Tikus itu sebelumnya sengaja dibiakkan dengan diversitas dan kerentanan genetik terhadap penyakit yang semirip mungkin dengan manusia.

    Di luar perkiraan, jenis obat yang selama ini sudah digunakan pada pasien pencangkokan organ untuk mencegah terjadinya penolakan oleh tubuh, termasuk pada cincin (stent) pembuluh darah arteri, sukses memperpanjang usia harapan hidup si tikus antara 28 dan 38 persen. “Kami percaya ini adalah bukti meyakinkan pertama kalau proses penuaan bisa diperlambat dan usia hidup bisa diperpanjang dengan obat,” kata Profesor Randy Strong dari University of Texas Health Science Center.
    (BBC)


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?