Roy Suryo Anggap Klaim Noor Din di Blog Palsu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO/Wahyu Setiawan

    roy suryoTEMPO Interaktif, Jakarta - Klaim Nurdin M Top bahwa ia adalah dalang pengeboman Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott yang dimuat disebuah halaman web diduga palsu. "Itu hanya kerjaan orang yang mengail di air keruh," kata pengamat multimedia Roy Suryo ketika dihubungi Tempo, Rabu (29/07).

    Klaim Nurdin bahwa bom di kedua hotel tersebut adalah hasil kerjanya dipublikasi di http://mediaislam-bushro.blogspot.com. Di halaman web itu, disebutkan bahwa pengeboman terhadap Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott dimaksudkan untuk menghabisi para bisnisman dan intelijen Amerika. Nurdin M Top, dibawah halaman web tersebut, disebut Amir Tandzim Al Qo'idah Indonesia.

    Roy menilai klaim tersebut palsu dan bukan ditulis atau dipublikasi atas perintah Nurdin M Top. Sebab, kata Roy, sepak terjang Nurdin tak pernah mengklaim aksi yang dilakukannya. Apalagi, Roy melanjutkan, penulis halaman web tersebut berulang kali salah ketik: Hotel Ritz Carlton ditulis Rizt Calrton dan Hotel JW Marriott ditulis JW Marriot.

    Klaim tersebut diposting terakhir pada 26 Juli pukul 22.02 WIB. Sebelumnya posting yang sama juga dipublikasi pada 18 Juli 2009, sehari setelah ledakan, dengan alamat http://bushro2.blogspot.com.

    Roy mengatakan tak mudah melacak siapa pemilik blog tersebut. Sebab, kata Roy, siapapun bisa dengan mudah membuat blog di blogspot. Melacak dengan menelusuri jejak IP pun tak mudah karena tidak semua pengguna internet menggunakan komputer pribadi. "Namun bukan berarti tidak bisa," kata Roy.

    Polisi, Roy melanjutkan, bisa menelusuri siapa saja orang yang memberi komentar atas tulisan tersebut. Salah satu dari pengirim komentar, kata Roy, "Bisa jadi pengelola blog tersebut."

    DWI RIYANTO AGUSTIAR


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.