Astronot Jepang Tidak Ganti Celana Dalam Sebulan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • prtimes.jp

    prtimes.jp

    TEMPO Interaktif, Cape Canaveral -  Astronot Jepang Koici Wakata, sehari sebelum kembali ke bumi yang dijadwalkan hari ini, Jumat (31/7), mengaku bahwa selama sebulan terakhir di ruang angkasa ia tidak berganti celana dalam.

    Alasannya? Ia harus menguji celana dalam berteknologi baru yang dirancang untuk astronot. Celana dalam buatan J-Wear ini tidak berbau, antibakteri, bisa menyerap cairan.

    Wakata, yang berada di antariksa selama empat setengah bulan, mengatakan eksperimen celana dalam itu tidak ia beritahukan kepada rekan-rekan sesama astronot yang berada di Stasiun Antariksa Internasional.

    "Saya memakainya selama sebulan," katanya dalam wawancara terakhir dengan wartawan sebelum ia kembali ke bumi. Astronot-astronot lain tergelak-gelak mendengar pernyataan ini. "Rekan-rekan di stasiun antariksa tidak pernah mengeluhkan, jadi saya pikir eksperimen ini berjalan baik."

    Pabrik pakaian dalam Jepang, J-Wear, menggunakan teknologi bahan pakaian baru untuk membuat celana dalam yang dirancang bagi astronot. Selain celana dalam, pakaian lain yang dibuat adalah kaos, celana pendek, dan kaos kaki. Semua diuji selama penerbangan ke ruang angkasa.

    Meski Wakata merasa sukses, tapi kepastikan keberhasilan akan dilihat setelah pengujian ilmiah. "Kita bisa tahu hasilnya setelah mendarat," kata Wakata.

    AP/NURKHOIRI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.