Ratusan Spesies Baru Ditemukan di Himalaya Timur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Katak Terbang Himalaya/Totul Bortamuli/WWF Nepal)

    Katak Terbang Himalaya/Totul Bortamuli/WWF Nepal)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Lebih dari 350 spesies baru, termasuk diantaranya rusa paling kecil di dunia, katak yang bisa terbang, dan sebuah tokek yang berusia 100 juta tahun ditemukan di kawasan Himalaya Timur. Sebuah kekayaan biologi berharga, yang digambarkan kalangan ilmuwan Biologi, kini sedang dalam keadaan terancam punah akibat pemanasan global.

    Sebuah penelitian yang sudah berlangsung selama satu dekade, di kawasan Himalaya yang sedang paling parah terkena dampak pemanasan global, menemukan sebuah katak hijau yang menggunakan kakinya yang panjang dan berwarna merah untuk terbang.

    Salah satu temuan yang luar biasa dalam penelitian ini adalah temuan sebuah fosil tokek berusia sekitar 100 juta tahun, ini merupakan tokek tertua yang pernah ditemukan oleh kalangan peneliti dibidang Hayati, yang ditemukan di sebuah pertambangan di Hukawng Valley, Burma Utara, yang masih termasuk dalam kawasan Timur Pegunungan Himalaya.

    Menurut World Wild Fund (WWF), kawasan Timur Pegunungan Himalaya meliputi daerah sepanjang kawasan Burma Utara, Nepal, India Utara, sampai Tibet. Wilayah yang jadi fokus penelitian berbagai organisasi ilmu pengetahuan sejak tahun 1998 sampai 2008. "Penemuan-penemuan luar biasa ini, ditemukan diwilayah yang memiliki keanekaragaman kebudayaan dan biologi yang tinggi, namun selama beberapa tahun belakangan ini terus-menerus naik suhunya akibat pemanasan global," ujar Jon Miceler, Direktur WWF untuk Program Himalaya Timur.

    Para ilmuwan juga menemukan spesies rusa terkecil di dunia, yang semula tidak dipercayai sebagai spesies rusa, namun setelah dilakukan uji DNA ternyata memiliki garis keturunan rusa dengan warna coklat dan mata gelap, dan dipercaya merupakan temuan spesies rusa baru yang hanya hidup kawasan tersebut.

    Kawasan Timur Himalaya selama ini dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi, dengan sekitar 10.000 spesies tumbuhan, 300 mamalia, 977 spesies burung, 176 reptilia, 105 ampibi, dan 269 spesis ikan. Daerah ini juga dikenal sebagai wilayah hidup Harimau Bengal yang langka, namun disini masih dapat dijumpai dengan populasi yang tinggi. Disini juga tempat hidup badak bercula yang karismatik dan langka.

    WWF telah lama memiliki proyek pelestarian satwa langka di wilayah ini, seperti Leopard Salju, Harimau Bengal, Gajah Asia, Panda Merah, dan Badak bercula.

    Wilayah Timur Himalaya merupakan daerah yang selama ini terkenal sulit untuk dijangkau, sehingga banyak kekayaan alam Biologi yang belum tereksplorasi diwilayah ini. Hingga kini masih banyak spesies ampibia, reptil dan ikan yang asih belum memiliki nama identifikasi dari wilayah ini.

    SCIENCEDAILY l WAHYUANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.