Funberry Sukses Mengekor NexianBerry

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Funberry

    Funberry

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Desain ponsel BlackBerry ternyata masih menyedot minat sejumlah kalangan pengguna ponsel di dalam negeri. Terbukti, setiap kali ada vendor meluncurkan produk yang didesain mirip ponsel besutan Research in Motion itu, selalu saja habis diserbu pembeli. Apalagi jika "BlackBerry" itu dibanderol harga terjangkau.

    Seperti D-One Mobile Phone. Vendor lokal itu Rabu lalu meluncurkan ponsel terbarunya, D-One seri DG-628. Di hari pertama peluncuran, sekaligus penjualan perdana yang digelar di pertokoan Grand Indonesia, ratusan orang antre sejak pagi hari untuk memboyong pulang ponsel yang desainnya sangat mirip BlackBerry itu.

    "Mungkin persediaan sebulan bisa habis dalam satu hari ini," ujar Hero Tjokroardi, Direktur Utama PT Sarindo Nusa Pratama, penyedia ponsel D-One. "Bisa jadi seribu unit lebih (terjual)."

    Strategi D-One "membius" pengguna dengan ponsel berdesain ala BlackBerry ini seperti ingin menyaingi vendor lokal lain, Nexian, yang sebelumnya juga meluncurkan ponsel mirip BlackBerry. Pertengahan Juni lalu, bertepatan dengan Indonesian Cellular Show di Jakarta, Nexian meluncurkan Nexian seri NX-G900 atau "Nexianberry". Saat itu, ponsel ini juga terjual lebih dari 1.000 unit dalam sehari.

    Seperti halnya Nexianberry, yang di-bundling dengan kartu XL dan dijual seharga Rp 999 ribu saja, D-One DG-628 ini juga dibanderol Rp 999 ribu, juga bundling dengan kartu XL. Bahkan, XL memberi tawaran lebih menarik dengan paket khusus, yakni koneksi Internet gratis selama lima bulan.

    "Kami menyediakan fasilitas koneksi Internet gratis hingga 40 megabita per bulan, dalam waktu lima bulan," kata Djunaedy Hermawanto, Vice President Direct Sales PT Excelcomindo Pratama. Walhasil, pengguna bisa Facebook-an dan chatting selama lima bulan tanpa pulsa.

    D-One DG-628, ponsel dual-on GSM-GSM yang disebut Funberry ini memang diproduksi untuk memenuhi keinginan pengguna yang sedang menggandrungi jejaring sosial tersebut. Karena itu, fitur-fitur yang disediakan juga untuk memudahkan pengguna ber-Facebook ria atau chatting.

    Antara lain dilengkapi tombol QWERTY untuk kemudahan pengetikan serta meng-input data dan real trackball untuk memudahkan pengguna bernavigasi. Selain itu, ponsel ini memiliki layar cukup jernih serta fitur shake function, untuk mengubah-ubah wallpaper hanya dengan menggoyang ponsel.

    Belum lagi fasilitas hiburannya. Seperti pemutar MP3 dan MP4, radio FM, dan kamera 2 megapiksel yang lumayan bagus untuk memotret di luar ruang atau jika pencahayaannya cukup. Fitur videonya juga lumayan meski tak sebagus tayangan video pada pemutar multimedia umumnya.

    Sedangkan phonebook-nya mampu menampung 2.000 nomor kontak. Untuk data, dilengkapi memori eksternal dan Bluetooth serta fasilitas untuk terkoneksi dengan jejaring sosial Facebook, Funbook, dan Yahoo. "Ponsel ini sudah bekerja di jaringan EDGE, bukan GPRS lagi, sehingga lebih cepat terkoneksi dengan Internet," ujar Hero.

    Kemudahan koneksi Internet dan fasilitas hiburan itu sesuai dengan "nickname" ponsel ini, yaitu Funberry. "Karena pendekatan ke konsumen, ini adalah ponsel untuk 'fun'." Hero mengklaim konsumen bakal diuntungkan. Pasalnya, ponsel dengan menu yang dimiliki Funberry ini biasanya mahal, di atas Rp 1 juta. "Konsumen bisa dapat ponsel dengan tombol QWERTY hanya dengan Rp 999 ribu kan luar biasa," katanya.

    Pihaknya memang menyasar pasar handset di bawah Rp 1 juta, yang kini mencapai 60 persen dari seluruh pasar ponsel Indonesia. Ia yakin, ponsel ala BlackBerry ini bakal menggeser ponsel-ponsel model candybar biasa. Selain terjangkau, Hero berjanji melindungi konsumen dengan menyediakan service center D-One di banyak kota.

    Ia juga menampik kemungkinan harga ponsel ini bakal melonjak, seperti yang sering terjadi pada produk ponsel lokal murah lainnya. Funberry akan dijual dengan harga seperti peluncuran. Menurut Hero, harga naik terjadi jika suplai barang di pasar kurang. "Jadi jangan sampai konsumen dikecewakan," ujarnya. Semoga.

    DIMAS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?