Printer Ramah Lingkungan dari Fuji  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebuah taman hijau royo-royo dibangun di bibir panggung. Air gemericik mengalir dari sebuah pancuran buatan. Nuansa hijau itu terasa kontras dibanding interior ruangan di sebuah hotel berbintang lima di Jakarta.

    Kehadiran secuil taman bongkar pasang di dalam gedung mewah memang menimbulkan pertanyaan ketika para wartawan memasuki gedung itu. Itulah suasana yang dibangun saat Fuji Xerox meluncurkan printer terbarunya pada pertengahan bulan lalu.

    "Tagline produk baru ini adalah 'mint'," kata Teddy Susanto, Sales Manager Fuji Xerox Printers Indonesia, saat peluncuran produk itu. "Artinya, kami menawarkan produk baru yang segar."

    Begitulah rupanya makna dari secuil taman itu. Taman yang terkait dengan printer DocuPrint C1190 FS ini menjadi pusat perhatian pada petang itu. Fuji Xerox mempertahankan warna khasnya, putih.

    DocuPrint C1190 FS ditujukan untuk pasar usaha kecil dan menengah. Namun, rupanya Fuji telah menanamkan fitur-fitur yang biasanya cuma ada pada printer kelas korporat. Inilah kesegaran yang dimaksudkan Teddy.

    Printer ini termasuk kategori multifungsi lantaran mendukung fungsi pencetakan, faksimile, dan pemindai alias scanner, yang bisa saling terkoneksi. Inilah fungsi manajemen dokumen untuk memudahkan alur kerja.

    Sebuah fitur bernama Direct Fax ditanamkan untuk memperlancar distribusi dokumen. Pengguna bisa mengirimkan faksimile secara langsung dari komputer tanpa perlu meng-instal peranti lunak apa pun di komputer.

    Dengan fitur scan to e-mail, pengguna bisa mengirimkan secara langsung hasil pemindaian ke alamat e-mail tertentu tanpa memakai komputer. Demikian pula jika ingin mengirimkan hasil pemindaian itu ke jaringan server melalui fitur scan to FTP.

    Kekuatan printer-nya ada pada kecepatan cetak, terutama cetakan warna. DocuPrint C1190 FS hanya membutuhkan waktu 14,4 detik untuk mencetak halaman pertama pada pencetakan warna.

    Kecepatan cetak untuk moda warna adalah 12 halaman per menit. Adapun untuk moda hitam-putih, kecepatannya adalah 16 halaman per menit.

    Dengan teknologi Direct Transfer, printer berbanderol US$ 699 ini akan menghasilkan gambar yang lebih tajam dengan warna yang akurat. Ia mampu mencetak warna dengan resolusi hingga 600 x 600 dpi. Sedangkan untuk pemindai, resolusinya hingga 9.600 dpi.

    Salah satu faktor yang membuatnya seperti itu adalah penggunaan tinta warna Emulsion Aggregation yang tak mengandung minyak sehingga ramah lingkungan. Printer itu mampu menghasilkan partikel tinta yang lebih kecil namun seragam.

    Printer ini juga sudah dilengkapi dengan memori internal sebesar 384 megabita, yang terbesar di kelasnya. Dengan memori sebesar ini, printer bisa menangani pencetakan berskala besar dan kompleks.

    Untuk urusan peranti lunak, Fuji telah menambahkan beberapa bonus. Pertama, peranti lunak bernama CentreWare Internet Service untuk membuat konfigurasi dan mengawasi status printer berbasis Internet.

    Ada pula peranti lunak Fuji Xerox DocuWork 6.2 untuk mengelola dokumen. Di samping itu, tersedia peranti lunak Simple Monitor yang akan menampilkan status pencetakan tanpa harus menghampiri printer yang mampu menampung 250 lembar kertas dalam baki.

    Selain itu, DocuPrint C1190 FS menawarkan kemudahan penanganan. Misalnya untuk mengganti toner, cukup dengan membuka tutup di bagian samping, lalu mengeluarkan tonernya secara mudah.

    Demikian pula saat instalasi driver-nya di komputer, cukup dengan langkah plug & play alias colok dan langsung mainkan.

    Pengamanan pun tersedia, khususnya untuk pencetakan dan faksimile. Dengan Secure Print dan Secure Fax, pencetakan dan pengiriman faksimile dokumen rahasia bisa dibentengi dengan password.

    Printer ini juga sudah meraih sertifikasi Energy Star untuk penghematan listrik. Caranya, ia akan berubah ke mode standby atau sleep bila tak digunakan dalam waktu tertentu.

    DEDDY SINAGA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.