Cina Batal Pasang Software Sensor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sensor Internet

    Sensor Internet

    TEMPO Interaktif, Beijing - Pemerintah Cina, akhirnya membatalkan upaya menyensor internet secara massal. Mereka tak lagi mewajibkan semua komputer di negeri itu menggunakan software sensor yang disebut Green Dam Youth Escort (Bendung Hijau Pengawal Kaum Muda).  

    Software sensor itu, kata pejabat Cina, tidak wajib digunakan pengguna komputer.
    "Setelah menginstal software itu, Anda bisa menggunakannya atau bisa Anda putuskan untuk tak menggunakannya," kata Li Yizhong, Menteri Industri dan Teknologi Informasi China.

    "Ketika Anda membeli komputer, floppy disk atau CD (berisi software itu) dilampirkan, dan hak untuk memilih terserah pada orangtua dan masyarakat," katanya kepada wartawan di Beijing.

    Keputusan itu mengakhiri rencana kontroversial yang mencuat Juni lalu. Waktu itu pemerintah Cina mewajibkan semua pengguna komputer menginstal software. Keputusan itu sempat mendatangkan kemarahan di Cina dan netter di berbagai belahan dunia. Mereka menuduh pemerintah China berusaha meningkatkan kontrol terhadap Internet.

    Cina pun lalu sibuk membela diri bahwa software penyaring Internet itu dirancang untuk menjaga kaum muda dari pornografi dan kekerasan, serta memungkinkan orangtua mengawasi apa yang dilihat anak-anak mereka dari Internet. Namun akhirnya keputusan itu resmi dibatalkan.

    Li mengatakan meski keputusan itu batal, pemerintah Cina akan melanjutkan menginstal software itu di tempat-tempat umum seperti sekolah dan warnet.

    "Penyaringan Internet adalah pengekangan besar terhadap kebebasan berbicara dan pembatasan atasi aliran pemikiran itu akan menghentikan apapun dari demokrasi sampai dengan pembangunan ekonomi," kata Ed Black, Presiden dan Kepala Eksekutif Asosiasi Industri Komputer dan Komunikasi.

    Reuters | BS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?