Indosat Luncurkan Paket BlackBerry 75% Lebih Murah.

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Indosat berusaha menggenjot jumlah pelanggan Blackberry mereka dengan merilis paket langganan baru yang 75 persen lebih murah dari sebelumnya. Paket itu bernama BISLITE dengan tarif Rp 55.000 per bulan.

    "Dengan BISLITE ini, akhir tahun kami menargetkan pelanggan BlackBerry Indosat jumlahnya menjadi 380 ribu," demikian keterangan Syakieb A Sungkar, Chief Sales Officer Indosat dalam acara peluncuran Bursa Gadget Indosat di Plaza EX Jakarta, Jumat malam (28/8). Saat ini Indosat sudah mengantongi 140 ribu pelanggan. BlackBerry. Angka itu lebih besar ketimbang para pesaingnya.

    Dengan paket ini, pelanggan bisa chatting dan akses email tanpa batas. Bedanya cuma fitur browsing internet saja yang dipangkas. Paket ini bahkan bisa digunakan hingga 10 account surel di Yahoo! atau Gmail. Bedanya dengan paket BIS standar adalah layanan ini tak bisa digunakan untuk browsing. Layanan BlackBerry Mail & Chatting Service Indosat atawa BISLITE ini baru bisa digunakan oleh pelanggan Matrix, Mentari dan IM3 mulai 30 Agustus 2009.

    Indosat selama ini menjadi pelopor penggunaan BlackBerry. Mereka bahkan didaulat untuk menjadi pembicara di seminar Research In Motion di Amerika Serikat karena terobosannya sehingga pertumbuhan BlackBerry di Indonesia mencapai 400 persen. Hanya di Indonesia pelanggan Blackberry bisa menikmati layanan prabayar. Belakangan PT Excelcomindo Pratama (XL) menyodok dengan paket langganan BlackBerrr pra bayar harian sebesar Rp 5.000. Lalu AXIS menawarkan layanan Rp 3.900 per hari.

    "Layanan ini sengaja dihadirkan untuk pelanggan yang ingin menghemat budget dan tetap produktif dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk chatting dan akses e-mail di mana dan kapan saja," demikian keterangan pers Indosat.

    BS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.