Merekam Obyek Panorama ala Sony HX1  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Sah-sah saja jika situs Digital Photography Review menyebutkan bahwa 2009 adalah tahunnya kamera super-zoom. Pasalnya, sejak awal tahun, sejumlah vendor memang merilis sederet model kamera digital dengan fitur andalan: lensa zoom dengan jangkauan "super," jauh lebih besar dari yang beredar di pasar.

    Sony Cyber-Shot DSC-HX1 layak dimasukkan ke kategori itu. Salah satu produk teranyar vendor elektronik Jepang ini dilengkapi lensa dengan zoom optik hingga 20x atau setara ukuran 28 milimeter untuk sudut lebarnya dan hingga 560 milimeter untuk jarak jauhnya.

    Selain lensa G "super-zoom" dari Sony, yang patut dilirik dari HX1 adalah fitur Sweep Panorama yang dimilikinya. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa mengambil gambar dengan sudut pandang sangat lebar, lebih dari 224 derajat, yang melampaui penglihatan manusia.

    Beberapa waktu lalu Tempo berkesempatan menjajal HX1, yang diklaim sebagai kamera pertama di dunia dengan fitur ini. Meski menggunakan lensa dengan jangkauan layaknya lensa untuk kamera digital single lens reflex (SLR), Sony HX1 adalah kamera kompak. Lensanya menyatu dengan bodi kamera.

    Karena itu, Sony mencoba memberi kemudahan pada fitur-fitur yang ditanam, seperti Sweep Panorama. Di pilihan mode pemotretan berbentuk roda di bagian atas kamera, fitur ini digambarkan dengan lambang layar melebar. Tentu, untuk obyek selebar 224 derajat, tidak bisa dipotret hanya dari satu arah pandang, melainkan dengan cara "sweep" atau menyapu obyek sehingga gambar yang ditangkap lebih lebar, sesuai dengan nama fitur ini. Untuk menyapu obyek bisa dilakukan baik secara horizontal, dari arah kiri ke kanan atau sebaliknya, maupun vertikal, dari atas ke bawah atau sebaliknya.

    Untuk memilih arah pengambilan gambar, Sony menyediakannya pada menu. Tinggal tekan tombol menu, akan muncul pilihan shooting direction di layar, berupa panah ke atas atau bawah dan ke kiri atau kanan. Tinggal pilih ke arah mana kita akan menyapu obyek, lalu tekan tombol OK.

    Fitur ini berguna jika kita ingin memotret pemandangan alam yang sangat lebar (horizontal) atau memotret tingginya gedung pencakar langit (vertikal), yang tak bisa ditangkap secara utuh dengan lensa standar atau lensa zoom biasa.

    Hasil foto bisa dilihat di layar LCD 3 incinya yang berdesain tilting, sebagaimana kita melihat hasil foto dengan mode biasa. Namun, hasil foto dengan Sweep Panorama tak bisa ditampilkan secara penuh di layar, melainkan seperti gambar layar lebar, yang terpotong bagian atas dan bawahnya.

    Sebenarnya kita bisa menampilkan gambar secara penuh di layar, tapi kita tidak bisa melihat lebarnya obyek secara utuh seperti yang kita potret. Dengan cara men-display-nya seperti video, gambar akan bergerak sesuai dengan arah sapuan obyek yang kita ambil.

    Fitur Sweep Panorama ini mengingatkan kita pada hasil foto yang diambil menggunakan lensa Fish Eye atau "mata ikan" pada kamera SLR. Karena sudut pandangnya sangat lebar, hasil foto akan terlihat melengkung. Bedanya: dengan Fish Eye, hasil foto tampak melengkung keluar, sedangkan dengan Sweep Panorama, hasil foto melengkung ke dalam.

    Fitur video pada kamera ini juga sangat baik untuk ukuran kamera foto. Selain Sweep Panorama, Sony HX1 memang memiliki keunggulan dibanding kamera kompak biasa, yakni fasilitas perekaman video dengan definisi tinggi penuh (resolusi 1.080p).

    Karena itu, hasil rekaman tampak jernih, tidak pecah saat ditampilkan di layar televisi. Audionya juga cukup oke dan sensitif. Ini karena mikrofon stereo built-in yang ditanam di dalamnya. Sumber suara yang berada cukup jauh dari kamera bakal terekam.

    Namun, saat menjajal fitur video, sisi kanan bodi kamera, terutama di bagian baterai, sempat terasa menghangat. Tak jelas, apakah hal ini diakibatkan penggunaan video yang cukup lama sehingga baterainya memanas atau karena baru dikoneksikan dengan televisi saat menampilkan gambar.

    Kendati demikian, secara umum, baik foto maupun video, kamera ini terbilang tidak mengecewakan. Ini karena sensor CMOS Exmor ditambah resolusi 9,1 megapiksel yang ditanam di dalamnya menghasilkan kualitas gambar di atas rata-rata kamera kompak biasa.

    HX1 juga memiliki kecepatan continuous shooting hingga 10 frame per detik (fps). Untuk ukuran kamera kompak, continuous shooting hingga 10 fps ini tergolong sangat cepat. Kamera SLR saja, ambil contoh Sony seri alpha 850, salah satu kamera SLR profesional teranyar keluaran Sony, maksimal cuma 3 fps.

    Dengan dijejali berbagai fitur terkini itu, terutama Sweep Panorama, rasanya tak terlalu mahal jika Anda harus menukarnya dengan uang sebesar Rp 7,5 juta--minus kartu memori--untuk membawanya pulang.

    DIMAS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?