Trio Alpha, Meramaikan Pasar Kamera SLR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Kehadiran Cyber-Shot HX1, salah satu kamera digital Sony dengan fitur lensa ultra-zoom, pada Juli lalu, sepertinya belum dikenal luas di kalangan penggemar fotografi dalam negeri. Namun, vendor Jepang itu sudah keburu meluncurkan seri teranyarnya di Indonesia.

    Bedanya, HX1 diandalkan untuk pasar kamera kompak, kali ini Sony meluncurkan seri Alpha, andalannya untuk kamera digital SLR (single lens reflex). Bersamaan acara buka puasa jajaran PT Sony Indonesia dengan wartawan di Jakarta, Jumat pekan lalu, Sony meluncurkan tiga seri Alpha sekaligus.

    Tiga seri ini, Alpha 500, 550 dan 850, dilengkapi kombinasi fitur terbaru, antara lain, live view quick auto-focus (AF), face detection, dan smile shutter. Dengan kombinasi fitur tersebut, seri ini mampu mendeteksi delapan wajah dan fokus pada target utama melalui zona fokus sembilan kamera.

    Face detection di tiga model ini bisa dipakai mengoptimalkan pengaturan eksposur dan white balance agar warna kulit pada hasil foto tampak natural. Adapun saat mode smile shutter diaktifkan, kamera akan menganalisis apakah wajah sedang tersenyum. Ketika obyek tersenyum, kamera akan menjepret secara otomatis saat tingkatan senyum (level smile) yang diinginkan tercapai.

    Sebelumnya, pengguna kamera SLR sering kesulitan saat mengabadikan wajah orang tersenyum. Dengan tiga seri Alpha ini, meski obyek terus bergerak, memotret senyuman akan lebih mudah. Fitur face detection dan smile shutter memang sudah diadopsi sejumlah merek kamera. "Tapi untuk kamera digital SLR, baru ada di seri alpha," kata Danu Sagoro, pemasaran produk seri Alpha, PT Sony Indonesia.

    Seri 500 yang memiliki resolusi 12,3 megapiksel, dan 550 dengan 14,2 megapiksel, juga dilengkapi fungsi manual focus check live view. Fungsi ini memungkinkan pengguna melihat gambar pada layar LCD, dengan cakupan frame 100 persen dan pembesaran 7 sampai 14 kali.

    Keduanya dilengkapi layar LCD 3 inci dengan variasi sudut dilengkapi anti-reflective coating. Ini adalah lapisan untuk penglihatan lebih baik saat berada di luar ruang dengan cahaya sangat terang. Selain itu, seri Alpha 500 dan 550 dilengkapi sensor APS-C Exmor CMOS, prosesor gambar BIONZ dan sensitivitas ISO hingga 12.800.

    Adapun seri 850, yang memiliki resolusi 24,6 megapiksel, dilengkapi full-frame Exmor CMOS sensor seperti yang digunakan pada Alpha 900. Dengan sensor full-frame 24,6 megapiksel, seri 850 memungkinkan pengguna menghasilkan gambar resolusi tinggi dengan mudah untuk dicetak dalam format besar.

    Seri ini juga ditanami fitur antigetar pada prosesornya. Di kamera lain, antigetar ini baru sebatas fitur yang ditanam di lensa. "Pada seri alpha, fitur ini sudah built-in di bodi," kata Danu. Selain itu, ketiga seri ini dilengkapi SteadyShot Inside, sistem stabilisasi gambar yang secara otomatis meredam goyangan.

    Soal kecepatan, ketika menggunakan viewfinder, seri Alpha mampu memotret hingga kecepatan 5 frame per detik (fps). Sedangkan dengan seri 500 dan 550, jika memotret menggunakan live view di layar LCD, mampu menangkap gambar hingga 4 fps. Khusus seri 550 dilengkapi mode prioritas kecepatan yang memungkinkan penjepretan hingga 7 fps.

    Seri 500 dan 550 juga menyediakan auto high dynamic range (HDR), yakni kedua eksposur digabungkan untuk menciptakan gambar optimal. "Gambar yang diambil dengan Auto HDR akan terlihat nyata dan indah seperti aslinya."

    Untuk konektivitas, seri alpha dilengkapi output HDMI untuk slideshow playback Full HD melalui televisi definisi tinggi. Dengan televisi Sony Bravia, pengguna bahkan bisa mengontrol playback kamera dengan satu remote saja.

    Slot Memory Stick Duo pada ketiga seri ini mendukung kapasitas tinggi, termasuk memory stick Pro-HG Duo HX. Dengan memory stick Pro Duo 32 gigabita, kamera ini diklaim mampu menyimpan lebih dari lima ribu gambar dalam satu kartu.

    Kazuo Sawachi, General Manager Marketing Division Head PT Sony Indonesia, mengatakan kamera yang peranti eksternalnya dibuat dari bahan polikarbonat daur ulang ini diluncurkan untuk menarik minat para pencinta fotografi. "Meski ditanam fitur terdepan, tetap mudah digunakan," ujarnya.

    Sayang, kendati dilempar ke pasar mulai bulan ini dan bulan depan, pihak Sony masih enggan mengungkap berapa "trio Alpha" ini akan dibanderol.

    Dimas

    Bookmark:
    Viewfinder: Jendela bidik pada kamera, untuk mengatur komposisi dan fokus gambar. Viewfinder terdiri atas dua jenis, yakni optik dan elektronik.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.