Titik Lemah HIV Ditemukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • HIV Virus

    HIV Virus

    TEMPO Interaktif, Washington - Tim peneliti di Amerika Serikat menemukan dua macam antibodi baru dalam tubuh manusia yang ternyata mampu melawan virus AIDS. Antibodi menyerang dan membuat netral virus mematikan itu.

    Penemuan partikel sistem kekebalan tubuh itu dicapai setelah tim menganalisis sampel darah 1.800 orang yang terinfeksi HIV. Selain menemukan kedua senyawa sistem kekebalan tubuh yang disebut antibodi itu, tim peneliti tersebut mengidentifikasi titik lemah HIV, yang menjadi target serangan si antibodi.

    "Jadi sekarang kami memiliki peluang yang lebih baik dalam mendesain dan mengembangkan sebuah vaksin," kata Dennis Burton dari Scripps Research Institute di La Jolla, California, seperti dilaporkannya dalam jurnal Science. "Vaksin tinggal meniru kerja antibodi itu, yang kami pikir bisa menjadi kunci menuju pengembangan vaksin yang sukses."

    Sebanyak lebih dari 25 juta orang di dunia meninggal sejak pandemi AIDS muncul pada awal 1980-an. Sampai kini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada 33 juta orang yang terinfeksi HIV. Tidak ada obat. Tidak ada vaksin. Virus selama ini cuma bisa dikendalikan lewat kombinasi beberapa jenis obat sekaligus.

    Kegagalan pembuatan vaksin selama ini sebagian disebabkan oleh tingkat kemampuan mutasi virus yang sangat tinggi di mana seseorang bisa terinfeksi dengan jutaan versi yang berbeda. Tiap versi terekspresi berbeda pada sistem kekebalan tubuh.

    Sebagian lagi karena HIV menginfeksi sel-sel kekebalan tubuh yang paling vital dalam menyusun pertahanan tubuh. Setelah menembus sistem pertahanan itu, infeksi juga berumur panjang. Belum ada satu pun obat yang mampu menjegal infeksi ini--itu sebabnya dibutuhkan multiobat.

    Reuters


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?