250 UKM Adopsi Solusi IT dari SAP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Siapa bilang usaha kecil dan menengah tak bisa menerapkan teknologi dan informasi untuk menunjang kegiatan usahanya? Buktinya SAP berhasil mendapatkan 250 pelanggan dari segmen itu untuk memakai solusi mereka. 

    Toni Djunaidi, Channel Manager SAP Business One, SAP Indonesia mengatakan pihaknya tidak secara sengaja memilah-milah solusinya untuk berbagai segmen bisnis lantaran ada kawasan abu-abu alias interseksi antar segmen. Namun, lantaran ada kebutuhan maka SAP membuatnya. 

    “Mengapa tidak?” kata Toni di Jakarta kemarin. “Lagipula, nilai investasinya bisa ditekan jauh lebih kecil.”

    Solusi SAP adalah SAP Business One untuk usaha kecil dan SAP Business All-in-one untuk usaha menengah. Rekanan SAP untuk memasarkan solusi itu di Indonesia adalah PT Metrodata Electronics. 

    Sjafril Effendi, Direktur PT Metrodata, mengatakan pihaknya menetapkan ongkos investasi solusi tersebut sebesar US$ 300-US$ 1.000 untuk Business One dan US$ 3.000-US$ 100.000 untuk All-in-one Business. 

    Sjafril mengatakan segmen usaha kecil dan menengah adalah segmen yang sangat potensial bagi mereka. Saban bulan mereka bisa mendapatkan setidaknya satu pelanggan. "Sedangkan di enterprise enam bulan belum tentu dapat satu," katanya. 
     
    Adapun segmen enterprise adalah “mainan” para principle, bukan rekanan seperti mereka. “Sebanyak 60 persen keuntungan kotor kami adalah dari usaha kecil dan menengah,” kata Sjafril. 

    Menurut Sjafril, segala prosedur standar operasi sebuah perusahaan bisa berjalan dengan baik apabila ada sistem yang mendukungnya. “Kita tidak bisa sepenuhnya percaya pada orang,” katanya. 

    Hal inilah yang diamini oleh dua dari 250 pelanggan SAP yang memaparkan kisah suksesnya. Keduanya adalah PT Fit and Health Indonesia yang menjalankan pusat kebugaran Gold's Gym dan PT Priskila Prima Makmur, produsen dan distributor produk kosmetik itu. 

    “Dulu kami pernah salah membaca data, pernah ada pending order yang tak tercatat,” kata Robert Liong, Direktur Marketing PT Priskila, dalam paparannya. “Dengan sistem itu, pencatatan di gudang menjadi akurat.” 

    Adapun Francis Wanandi, CEO PT Fit and Health Indonesia, mengatakan sistem secara langsung memang tak menampakkan keuntungan. “Tapi ujung-ujungnya kami bisa membangun informasi menjadi database yang memberi kenyamanan bagi pelanggan kami,” katanya. 

    DEDDY SINAGA  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.