Akses Internet Gratis di Padang Disambut Sukacita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Kehadiran internet di Padang dan Padang Pariaman disambut suka cita oleh para sukarelawan di sana. “Saya langsung tagged ucapan terima kasih ke AirPutih,” ujar Jack dari Ibu Foundation.

    Dua koneksi internet gratis hari ini telah tersedia di posko Satkorlak Provinsi Sumatera Barat di kota Padang dan di Posko Al Azhar Peduli di Pariaman. Koneksi internet darurat ini adalah koneksi internet pertama yang tersedia sejak terjadinya gempa. Bukan hanya relawan lokal saja yang menikmati akses gratis ini, melainkan juga sukarelawan asing. “Is it free?its nice,” ujar seorang sukarelawan asal Turki yang mencari koneksi internet sejak ia datang tiga hari lalu.

    “Ini bagus, sebab sejak hari pertama koneksi internet yang selalu dicari oleh wartawan dan relawan asing,” ungkap Azirman, staf khusus Menteri Komunikasi dan Informatika yang menyempatkan datang ke posko AirPutih.

    Keberhasilan membuat koneksi darurat ini juga tak lepas dari kerjasama Air Putih dengan relawan dari Telecom Sans Frontiers (TSF). Mereka, menurut siaran pers Air Putih, sukarela meminjamkan akses poin mereka. Saat koneksi internet masih 512 K/s, nantinya koneksi ini akan ditambah dengan bandwith yang lebih besar.

    Koneksi Internet Gratis di Padang dan Pariaman
    1. Kantor Satkorlak Penangan Bencana
    Gubernuran Provinsi Sumatera Barat
    Jl. Sudirman Padang

    2. Posko Al Azhar Peduli Umat
    Jl. Raya Padang Pariaman, Korong Toboh Olo.
    Nagari Toboh Gadang. Kecamatan Sintuk Toboh Gadang.
    Pariaman

    Bagi para relawan yang ingin menggunakan internet, selain dua akses gratis itu juga menggunakan akses lewat modem 2G/3G dari beberapa operator. Salah satu akses internet yang bisa diakses adalah lewat Indosat. Meski jaringan suara mereka masih terganggu, jaringan internet mereka bisa dipakai.

    BS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.