HP Sumbang Laboratorium Migas di Trisakti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Hewlett-Packard (HP) Indonesia menyumbang 20 unit komputer Workstation seri XW (XW9400 dan XW4600) untuk laboratorium komputer dan simulasi reservoir di Fakultas Kebumian dan Energi Universitas Trisakti Jakarta. Selain itu, disumbangkan pula 20 unit monitor ganda LCD berukuran 19 inci. 

    Selaku komputer berspesifikasi khusus untuk komputasi tingkat tinggi, Workstation itu akan dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk melakukan simulasi berkaitan dengan cadangan minyak di perut bumi pada laboratorium yang berdiri atas kerjasama Trisakti dan BP Migas itu. 

    Tak disebutkan berapa total bantuan HP untuk program tersebut. Namun, bila mengutip keterangan dari Ir Mohammad Thamrin, Dekan Fakultas Kebumian dan Energi, satu komputer itu bernilai Rp 60 jutaan. Ia beroperasi dengan “mesin” dari AMD Opteran dan kartu gravis Nvidia Quadro yang mumpuni untuk aplikasi tiga dimensi.  

    “Ini memang bukan komputer biasa, namun Workstation dari segi tenaga dan grafisnya,” tutur Martin Wibisono, Category Business Director Personal System Group HP Indonesia dalam pernyataannya di kampus Universitas Trisakti pada hari ini. 

    Selain komputer bantuan HP, bantuan komputer dan piranti lunak juga datang dari Chevron, Schlumberger, dan ConocoPhillips. Nilai total untuk pembangunan laboratorium itu adalah Rp 5,12 miliar, yang sebagian besarnya terserap pada piranti lunak. 

    “Piranti lunaknya memang yang paling mahal, mungkin karena membuatnya sangat sulit,” kata Thamrin. 

    Kepala BP Migas R. Priyono mengatakan pendirian laboratorium tersebut ditujukan untuk mencetak sumber daya manusia yang siap pakai di industri minyak dan gas. “Mahasiswa akan mencoba memakai peralatan yang sehari-harinya dipakai di lapangan,” kata Priyono. 

    DEDDY SINAGA  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?