Nobel Kimia Jatuh ke Tiga Peneliti Biologi Molekuler

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, New York - Dua warga Amerika Serikat dan seorang Israel meraih hadiah Nobel 2009 kategori kimia lewat penelitian soal ribosom. Mereka bertiga melakukan penelitian terpisah tapi mempublikasikan temuannya, yang sama, nyaris bersamaan pada 2000.

    Peraih Nobel itu adalah Venkatraman Ramakrishnan, 57 tahun, ilmuwan kelahiran India warga Amerika Serikat tapi sekarang bekerja di laboratorium biologi molekuler Cambride, Inggris.

    Yang kedua Thomas Steitz, 69 tahun, profesor biokimia dan biofisika molekuler dari Universitas Yale, Amerika Serikat.

    Sedang ketiga Ada E. Yonath, 70 tahun, ahli atom dalam keadaan padat (kristalografer) yang sekarang menjadi direktur Pusat Struktur dan Susunan Biomolekuler Helen dan Milton A. Kimmelman di Lembaga Ilmu Pengetahuan Weizmann, Israel.

    Hadiah itu diberikan karena ketiganya, secara terpisah, menjelaskan ribosom. Ribosom itu sangat penting bagi mahluk hidup. Ia menggunakan perintah dari gen untuk membuat ribuan protein berbeda yang mengendalikan tubuh.

    Banyak obat-obat antibiotik bekerja membunuh bakteria dengan cara menyerang ribosomnya. Dengan penjelasan rinci dari ketiga orang itu--yang melakukan penelitian terpisah tapi hasilnya sama--bisa digunakan untuk mengembangkan obat-obat baru.

    AP/NURKHOIRI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.