Software Autodesk untuk Industri Kreatif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -   Sebuah film ditampilkan di layar proyeksi. Gambar di film itu menunjukkan sebuah lapangan peluncuran, dengan roket besar yang siap diterbangkan. Matthew Dewees, yang memutar film tersebut, lalu memainkan jari-jemarinya di laptop. Sesaat kemudian, gambar film yang diproyeksikan dari komputer jinjingnya itu pun berubah lebih dinamis. Sebuah lidah api besar menyembur dari bagian bawah roket, seolah-olah roket itu benar-benar akan meluncur ke angkasa.

    Matthew Dewees memang tak sedang memutar film dalam dunia nyata. Melainkan hanya sebuah film animasi, alias rekaan komputer belaka. Application engineer Autodesk Asean, itu mendemokan sebuah peranti lunak anyar keluaran vendor software desain 2 dan 3 dimensi ini.

    Di hadapan sejumlah hadirin di Immigrant Club, Plaza Indonesia, Selasa pekan lalu, Matthew seperti ingin menunjukkan, solusi ini akan membuat sebuah gambar film menjadi makin kreatif. Bahkan, kreasi animasi pun bakal semakin mirip seperti nyata.

    Solusi untuk industri kreatif yang diluncurkan Autodesk itu meliputi software Autodesk Maya 2010, dan rangkaian produk Digital Entertainment Creation. Fitur yang ada di dalam software Maya 2010 merupakan gabungan dari fitur-fitur Maya Complete 2009 dan Maya Unlimited 2009, produk terdahulu.

    Versi gabungan yang lebih lengkap ini mengkombinasikan rangkaian perangkat simulasi canggih untuk efek-efek spesial yang dibutuhkan dalam industri kreatif. Baik itu industri film, animasi, sampai game digital.

    "Seperti efek lidah api, cairan, baju, bulu, rambut, reruntuhan bangunan dan masih banyak lagi," ujar Matthew, atau yang biasa dipanggil Matt ini. Dengan solusi ini, diharapkan komunitas desain akan memproduksi kreasi hiburan yang semakin inovatif untuk mempertajam daya saing yang lebih efisien.

    Adapun Digital Entertainment Creation yang dirilis meliputi Autodesk Entertainment Creation Suites dan Autodesk Real-Time Animation Suites. Rangkaian produk ini menyatukan Autodesk Maya 2010 atau Autodesk 3ds Max 2010 dengan perangkat yang lebih luas, meliputi 3D digital sculpting, animasi karakter 3D real-time dan teknologi pertukaran data. Suites ini memungkinkan akses ke perangkat kreatif lain ke dalam sebuah lingkungan terintegrasi.

    Menurut Rama Tiwari, Acting Country Manager Autodesk Indonesia, dengan rangkaian produk ini, industri kreatif bisa menghemat biaya lebih dari 35 persen dibanding jika membeli perangkat secara terpisah. "Seniman butuh kemampuan yang lebih kreatif dari sebelumnya, sebelum merebut perhatian di dunia hiburan digital dan desain yang bergerak cepat," katanya. Solusi versi terbaru ini akan mendukung kemampuan para seniman mentransformasikan ide-ide kreatifnya dengan waktu dan biaya yang efisien.

    Tentu saja, industri-industri kreatif dalam negeri yang mulai berkembang akhir-akhir ini, bakal terbantu dengan solusi lengkap ini. Khususnya dalam mengembangkan konten-konten lokal. Menurut Rama, negara-negara Asia sebetulnya telah melangkah maju di bidang hiburan digital. "Mengingat 90 persen acara televisi Amerika diproduksi di Asia," ujar Rama, mengutip laporan sebuah penelitian.

    Oleh karena itu, ada kesempatan besar buat perusahaan-perusahaan Asia dalam berkompetisi dan berkembang sebagai pusat favorit untuk pengembangan konten kreatif lokal, outsourcing dan layanan animasi kolaboratif. Ini mendukung kebutuhan industri hiburan, film dan animasi Asia. "Seniman, perancang, penggiat 3D dan pemula sekarang dapat menciptakan pengalaman hiburan yang tak terlupakan," kata Rama.

    Rangkaian produk anyar ini memang diciptakan untuk mendukung industri desain, televisi, game, dan perfilman Indonesia yang mulai menggeliat. "Yakni, dengan meluncurkan perangkat yang membuat proses kreatif lebih interaktif, kolaboratif dan efisien," ujarnya.

    Perangkat yang sudah dipasarkan di Jakarta mulai pekan lalu ini, dibanderol mulai harga US$ 3.400 sampai US$ 4.550. Pihak Autodesk menolak menyebut perusahaan mana saja yang sudah memakai produk baru ini.

    Meski demikian, Matthew menyebut satu industri film animasi dalam negeri, Infinite Frameworks yang berbasis di Batam, menjadi salah satu konsumennya. Infinite Frameworks adalah yang memproduksi film animasi 3 dimensi lokal berjudul "Meraih Mimpi" belum lama ini. Film tersebut, kini masih diputar di bioskop-bioskop ternama di Jakarta.

    Dimas


    Harga rangkaian produk Digital Entertainment Creation:
    - Autodesk 3ds Max Entertainment Creation Suite 2010 Commercial New SLM
    US$ 3.550 - 4.250
    -Autodesk 3ds Max Real-Time Animation Suite 2010 Commercial New SLM
    US$ 3.400 - 4.100
    -Autodesk Maya Entertainment Creation Suite 2010 Commercial New SLM
    US$ 3.550 - 4.550
    -Autodesk Maya Real-Time Animation Suite 2010 Commercial New SLM
    US$ 3.400 - 4.400


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.