Peringkat Daya Saing Industri TI Indonesia Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Daya saing industri teknologi dan informatika di Indonesia menurun peringkatnya dibandingkan tahun lalu. Posisi Indonesia saat ini berada di peringkat 59 dari 66 negara, menurun satu tingkat dari tahun lalu. Demikian hasil studi yang dilakukan Economist-Intelleigence Unit (EIU) yang disponsori Business Software Alliance (BSA). 

    Direktur untuk Kebijakan Piranti Luna BSA Asia Pasific, Claro Parlade, mengatakan penurunan ini karena usaha yang dilakukan pemerintah kurang kuat. Kondisi di Indonesia dinilai cukup kritis sehingga perlu dukungan kuat di sektor teknologi.

    "Penting bagi pemerintah mendukung inovasi dan mengambil langkah untuk merangsang output sektor teknologi dan perbaikan ekonomi. Negara," ujar Parlade dalam konferensi pers di Jakarta pada hari ini.

    Parlade juga mengatakan dari studi tersebut juga menunjukkan lima negara yang paling kompetitif di Asia Pasifik yakni Australia, Singapura, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan Selandia baru. Posisi Indonesia bahkan berada jauh di bawah Malaysia, Thailand, Filipina dan Vietnam.

    Parameter untuk penilaian daya saing tersebut didasarkan pada beberapa faktor kunci seperti kesediaan sumber daya manusia yang terampil, kultur yang mendukung inovasi, infrastruktur teknologi kelas dunia, upaya perlindungan kekayaan intelektual,
    ekonomi yang stabil, kuat, dan kompetitif, serta kepemimpinan yang kuat untuk menyeimbangkan promosi teknologi dan kekuatan pasar.

    Menurut Parlade upaya di Indonesia sudah cukup baik, namun ternyata masih kalah cepat dan kuat dibanding upaya yang dilakukan negara lain.

    Parlade mengatakan negara yang mempunyai kerangka kebijakan hukum untuk melindungi hak kekayaan intelektual menjadi pemimpin industri teknologi informasi dan skor ranking yang tinggi. Hal ini berbanding terbalik di negara yang tidak ada
    perlindungan teknologi informasi. Kondisi ini juga berpengaruh pada situasi ekonomi yang ada.

    DIAN YULIASTUTI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?