Indosat Yakin Bisa Kuasai 50 Persen Pasar BlackBerry

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Indosat Tbk menargetkan mampu menguasai 50 persen pangsa pasar Blackberry di Indonesia, di tengah persaingan ketat paket layanan komunikasi yang dibundel dengan Blackberry.

    "Kami berharap ke depan segera bisa menguasai setidaknya 50 persen pasar Blackberry di tanah air," kata Group Head Strategic Marketing PT Indosat, Fuad Fachroeddin, di Jakarta, Jumat.

    Ia mengatakan, saat ini beberapa operator telah meramaikan pasar Blackberry di Indonesia, namun pihaknya yakin masih tetap memimpin dalam segmen itu. Itu sebabnya, Indosat terus membuat terobosan agar pelanggan Blackberry Indosat tidak "lari ke lain hati" bahkan bertambah.

    "Tahun 2010 kita berharap dapat menjadi momentum untuk semakin mempenetrasi dan fokus di pasar blackbery dan broadband," katanya.

    Untuk kepentingan itu, pihaknya berupaya untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan layanan Blackberry bagi semua kalangan.  "Intinya semua produk ada pasarnya jadi kami tetap sediakan untuk semua jenis termasuk untuk yang paling ekonomis," katanya.

    Indosat sampai 24 Oktober 2009 mendatang masih membuka pre-order untuk Blackberry Curve 8520 atau yang lebih dikenal dengan Blackberry Gemini. Handset itu merupakan tipe paling ekonomis untuk memenuhi pasar "midle low".

    Sampai saat ini jumlah peminat yang melakukan pre-order Gemini sudah hampir mencapai 10.000 orang. "Ini menunjukkan minat masyarakat untuk menggunakan Blackberry begitu besar," katanya.

    Soal layanan pihaknya bahkan sudah merilis tarif termurah dengan hanya Rp55.000/bulan pelanggan sudah dapat menikmati layanan Blackberry Indosat melalui paket BISLite.

    Pelanggan mendapatkan fasilitas di antaranya chatting dengan Blackberry Messanger, Yahoo Messanger, Google Talk, Windows Live Messanger, hingga akses e-mail 10 akun.

    Fuad mengatakan, perbedaan hanya terletak pada fitur browsing di mana pelanggan harus terlebih dahulu mengakses melalui browser i-Go. "Untuk browsing pelanggan dikenakan tarif Rp1/kb," katanya.

    Indosat sampai saat ini memiliki 140 ribu pelanggan layanan Blackberry. Sampai tutup tahun 2009, operator itu menargetkan jumlah pelanggan Blackberry-nya mencapai 240 ribu.

    Antara


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?