Membunuh Sel Kanker dengan Makan Kari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -
    LONDON -- Sebuah molekul yang ditemukan dalam bahan masakan kari ternyata dapat membunuh sel kanker kerongkongan di laboratorium. Temuan ini membuka kemungkinan penggunaan bumbu masakan itu sebagai obat antikanker.

    Khasiat kunyit itu terungkap ketika ilmuwan di Cork Cancer Research Center di Irlandia menangani sel kanker kerongkongan dengan curcumin--sejenis bahan kimia alami yang ditemukan dalam kunyit, bumbu yang membuat kari berwarna kuning. Kunyit terbukti amat ampuh karena zat itu mulai membunuh sel kanker dalam 24 jam.

    Pada laporan yang dipublikasikan dalam British Journal of Cancer itu, para ilmuwan menyatakan bahwa sel-sel berbahaya tersebut juga mulai mencerna dirinya sendiri.

    Potensi curcumin untuk menekan pertumbuhan tumor sebenarnya sudah terbukti dalam studi ilmiah sebelumnya. Para ilmuwan menyatakan bahwa orang yang banyak makan kari terbukti lebih sedikit terkena penyakit itu, meski kunyit kehilangan kemampuan antikankernya segera setelah dicerna.

    Sharon McKenna, peneliti utama studi itu, menyatakan risetnya mengungkap potensi untuk mengembangkan curcumin sebagai obat antikanker untuk menyembuhkan kanker kerongkongan. Penyakit tersebut telah membunuh lebih dari 500 ribu orang di seluruh dunia setiap tahun. Tumor itu juga amat mematikan, dengan tingkat survival lima tahunan hanya 12-31 persen.

    McKenna mengatakan studi ilmiahnya menunjukkan curcumin menyebabkan sel kanker mati dengan menggunakan sistem pesan sel yang tak terduga. Umumnya sel cacat mati karena memasuki program bunuh diri, atau apoptosis, yang terjadi ketika protein yang disebut caspases "dinyalakan" dalam sel.

    Namun, sel-sel dalam riset McKenna tidak memperlihatkan bukti terjadinya bunuh diri. Penambahan sebuah molekul yang menghalangi caspases dan menghentikan "sakelar itu disentuh" juga tidak membuat adanya perbedaan pada jumlah sel yang mati. Hal ini menunjukkan bahwa curcumin menyerang sel-sel kanker menggunakan sistem pemberi sinyal sel alternatif.

    TJANDRA DEWI l REUTERS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?